google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ayah dan Aku: Petualangan Hangat di Bawah Langit Rampal

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Sabtu pagi (11/10/2025) menjadi momen yang tak biasa bagi puluhan anak TPA KB TK Plus Anak Muslim. Langit cerah Kota Malang seakan ikut tersenyum menyambut keceriaan anak-anak yang berbaris rapi di Lapangan Rampal. Dengan seragam olahraga biru cerah, tangan-tangan mungil itu menggandeng erat ayah mereka, siap memulai hari bertema Ayah dan Aku: Petualangan Tak Terlupakan.”

Sejak pukul 07.00 WIB, suasana Lapangan Rampal telah ramai oleh tawa dan teriakan semangat. Acara yang berlangsung hingga siang hari ini diisi dengan beragam kegiatan edukatif luar ruang yang dirancang untuk memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak. Bukan sekadar ajang bermain, tetapi ruang belajar tentang makna kebersamaan, kasih sayang, dan peran keluarga dalam membangun karakter anak.

Membangun Karakter Lewat Kehangatan Keluarga

Kepala Sekolah TK Anak Muslim, Wiwik, menegaskan dalam sambutannya kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran karakter yang menjadi ciri khas sekolah. Ia menyoroti pentingnya kehadiran sosok ayah dalam proses tumbuh kembang anak, baik secara emosional maupun moral.

“Banyak anak kehilangan sosok ayah, bukan karena tiada, tetapi karena waktu dan kesibukan. Padahal ayah adalah figur penting dalam pembentukan karakter, ketegasan, dan rasa percaya diri anak,” ujarnya di hadapan peserta dan para guru.

Menurutnya, kegiatan bersama seperti ini menjadi momen berharga yang mampu memperkuat ikatan batin antara ayah dan anak. Dalam setiap permainan dan tawa, terselip pelajaran tentang tanggung jawab, keberanian, dan empati.

“Anak-anak belajar memimpin dan dipimpin, sementara ayah belajar mendengarkan dan memahami,” tuturnya.

Kolaborasi Sekolah dan Komite Jadi Kunci Sukses

Kesuksesan kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara pihak sekolah dan Komite TK Anak Muslim. Dukungan penuh diberikan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran komite yang sudah bekerja sama sejak awal. Kolaborasi guru, orang tua, dan komite menjadi kunci sukses kegiatan hari ini,” ujar Wiwik.

“Peran komite tidak hanya sebatas dukungan teknis, tetapi juga kreatif. Mereka membantu menyusun konsep permainan, menyiapkan logistik, hingga memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib. Sinergi ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan anak usia dini bisa menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga,” lanjutnya.

Keseruan yang Penuh Makna

Lapangan Rampal yang rindang menjadi saksi tawa bahagia. Dalam permainan “Mencari Si Kecil”, para ayah ditantang untuk menemukan anak mereka di tengah kelompok lain dengan mata tertutup. Suasana riuh, penuh tawa dan kejutan. Ada yang berhasil cepat, ada pula yang salah memeluk anak lain semuanya menambah keceriaan.

Setelah itu, lomba estafet bendera dan balap simpai membuat suasana semakin meriah. Para ayah yang sehari-hari sibuk di kantor kini tampak berlari, tertawa, dan berpeluh bersama anak-anak mereka.

“Bagi sebagian anak, ini adalah pertama kalinya melihat ayahnya bermain bebas di tengah lapangan,” terang Wiwik.

“Senang sekali, Ayah tadi balapan bareng aku!” ujar seorang anak sambil tersenyum bangga, memperlihatkan giginya yang belum tumbuh sempurna.

Para guru turut mendampingi setiap kegiatan dengan semangat tinggi. Wiwik berharap momentum seperti ini menjadi kegiatan tahunan yang memperkuat hubungan keluarga sekaligus menanamkan nilai karakter sejak usia dini.

Nilai Kehidupan di Balik Tawa

Meski dikemas dalam bentuk permainan, kegiatan ini sarat makna pendidikan. Anak-anak belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan menghargai proses. Sementara para ayah mendapatkan pengingat berharga bahwa waktu berkualitas bersama keluarga tidak harus mahal, tetapi bermakna.

“Belajar tidak selalu harus di dalam kelas. Bermain bersama juga bisa menumbuhkan nilai kasih sayang dan kebersamaan,” sebut Wiwik.

Ia menegaskan, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Dari rumah, anak belajar tentang cinta, empati, dan tanggung jawab. Kegiatan seperti ini memperkuat kembali peran keluarga sebagai fondasi pendidikan karakter.

Penutup Penuh Kebanggaan

Menjelang tengah hari, acara ditutup dengan pembagian hadiah simbolis dan foto bersama di bawah spanduk bertuliskan “Ayah dan Aku, Petualangan Tak Terlupakan.” Suasana penuh semangat ketika seluruh peserta bersama guru meneriakkan yel-yel:

“TK Anak Muslim, Hebat! Hebat! Juara!,” pesannya.

Wajah anak-anak berseri, ayah-ayah tersenyum puas, dan para guru tampak lega melihat keberhasilan acara berjalan lancar. Hari itu menjadi kenangan indah bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi para ayah yang meninggalkan rutinitas sejenak untuk kembali merasakan arti sederhana dari kebersamaan.

“Di bawah langit biru Rampal, lahirlah pelajaran berharga: bahwa cinta dan kebersamaan adalah fondasi terkuat dalam pendidikan seorang anak. Dan di setiap tawa kecil yang menggema, tersimpan pesan besar ayah adalah pahlawan pertama dalam hidup seorang anak,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *