google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

DLH Kota Malang Sisir 14 Titik Pohon Tumbang, Fokus Cegah Bencana

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Cuaca ekstrem kembali melanda Kota Malang. Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah kota pada Senin (3/11) malam, mengakibatkan lebih dari 14 titik pohon tumbang dan patah di berbagai kawasan padat aktivitas. Sejumlah ruas jalan utama seperti Gadang, Kepuh, Mayjend Sungkono, Splendid, Ksatrian, Pasar Besar, hingga Taman Malabar Jalan Merbabu, menjadi lokasi terdampak paling parah.

Fenomena ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap keamanan pepohonan di ruang publik. Menanggapi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang langsung bergerak cepat melakukan penanganan dan evaluasi menyeluruh terhadap ribuan pohon di seluruh kota.

Pohon Rawan Tumbang dan Faktor Kerusakan

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa sebagian besar pohon tumbang mengalami kerusakan di bagian batang dan akar, bahkan ada yang sebelumnya sempat terbakar akibat ulah manusia.

“Kemarin ada lebih dari 14 lokasi pohon patah dan tumbang. Ada yang bekas dibakar, ada juga yang roboh tiba-tiba. Kita anggap ini bagian dari bencana alam,” jelas Raymond, Selasa (4/11/2025).

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa banyak pohon tua mengalami keropos pada bagian dalam batang, membuatnya rentan tumbang ketika diterpa angin kencang. Salah satunya terjadi di kawasan Mayjend Sungkono, di mana sebuah pohon mahoni besar tumbang akibat akar yang terganggu selama proyek pelebaran jalan.

“Beberapa akar pohon sempat terpotong, sehingga keseimbangannya menurun dan akhirnya tumbang,” katanya.

DLH Prioritaskan Perempesan di Lokasi Rawan

Menindaklanjuti insiden tersebut, DLH menetapkan beberapa lokasi prioritas untuk dilakukan perempesan besar-besaran, termasuk Jalan Mayjend Sungkono dan area sekitar GOR Ken Arok.

“Pohon di sana sudah terlalu besar dan bukan jenis pohon pelindung. Jadi minggu ini akan kami lakukan perempesan besar-besaran di sepanjang Jalan Mayjend Sungkono,” ujar Raymond.

Selain itu, kegiatan pemotongan dan pembersihan pohon berisiko tumbang juga dilakukan di beberapa titik lain seperti Jalan Langsep, Pasar Kebalen, Jalan LA Sucipto, dan depan SMPN 2 Jalan Moh. Yamin.
Kelima lokasi tersebut menjadi prioritas hari ini karena ditemukan batang pohon yang keropos, miring, atau berlubang.

12 Ribu Pohon Dipantau di Seluruh Kota

Berdasarkan data terbaru DLH Kota Malang, terdapat 12.778 pohon yang tersebar di lima kecamatan.

  • Kecamatan Klojen: 2.997 pohon
  • Blimbing: 2.903 pohon
  • Sukun: 2.025 pohon
  • Lowokwaru: 2.010 pohon
  • Kedungkandang: 2.843 pohon

Dari jumlah tersebut, pohon palem mendominasi dengan 1.731 batang, disusul mahoni (1.332), trembesi (1.087), tanjung (480), dan beringin (276).

Raymond menekankan DLH kini telah memiliki peralatan khusus untuk memeriksa kondisi batang dan sistem akar dari dalam, sehingga proses identifikasi pohon berisiko bisa dilakukan lebih akurat dan cepat.

Asuransi Kendaraan, Inovasi Perlindungan dari Pemkot

Menariknya, Pemkot Malang melalui DLH juga menyediakan program asuransi bagi warga yang kendaraannya rusak akibat pohon tumbang kebijakan yang jarang dimiliki kota lain di Jawa Timur.

“Kalau ada kendaraan tertimpa pohon, asuransi maksimal yang bisa diberikan adalah Rp15 juta per kendaraan. Tapi kalau satu pohon menimpa dua kendaraan, nilainya dibagi dua,” terang Raymond.

DLH menganggarkan Rp300 juta untuk premi asuransi pada tahun ini. Proses klaim dilakukan melalui perusahaan asuransi rekanan pemerintah, berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan laporan warga.

“Bagi korban luka ringan akibat insiden pohon tumbang, DLH siap mengganti biaya pengobatan berdasarkan kwitansi resmi, sementara kasus luka berat akan diarahkan menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Kami harap masyarakat juga memiliki asuransi kendaraan pribadi, jadi bisa saling melengkapi jika terjadi kerusakan akibat bencana alam,” bebernya.

Fokus Menuju Musim Hujan dan Pencegahan Dini

Menjelang puncak musim hujan pada November hingga Desember, DLH Kota Malang memastikan bahwa perempesan, pemangkasan, dan pemantauan kondisi pohon akan terus dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah kota. Fokus utama diarahkan pada daerah padat lalu lintas dan area rawan bencana.

Langkah antisipatif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko pohon tumbang serta menjaga keselamatan masyarakat di jalan. Raymond juga mengajak warga untuk ikut berpartisipasi melaporkan kondisi pohon yang terlihat miring, rapuh, atau berpotensi tumbang.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Kepedulian masyarakat juga penting agar kejadian seperti ini bisa dicegah lebih awal,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *