Kota Tebing Tinggi, iKoneksi.com – Ribuan jemaat memadati GOR Asber Nasution di Kota Tebingtinggi pada Jumat, (30/5/2025). Suasana penuh khidmat dan sukacita menyelimuti setiap sudut ruangan, menyatu dalam semangat kebersamaan merayakan dua momentum besar bagi Gereja Methodist Indonesia (GMI): Perayaan Aldersgate dan HUT ke-120 Tahun GMI.
Acara yang digelar di Kelurahan Tanjungmarulak, Kecamatan Rambutan itu tidak hanya menjadi ajang peringatan sejarah gereja, melainkan juga menjadi simbol penguatan nilai-nilai kebhinekaan, cinta kasih, dan solidaritas lintas golongan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang aktif membangun harmoni dalam masyarakat.
Wali Kota Tebingtinggi Serukan Persatuan dan Apresiasi Jemaat
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih, Pimpinan Distrik IV GMI DS Pdt Rikket Donal Panggabean STh MTh, Anggota DPRD Kabupaten Serdangbedagai Merlin Barus, Korwil Pendidikan Kecamatan Sipispis Amiruddin Saragih, serta para kepala OPD dari Pemko Tebingtinggi. Tidak kurang dari seribuan jemaat GMI Distrik 4 Wilayah I dari berbagai daerah seperti Kabupaten Simalungun, Serdangbedagai, dan Kota Tebingtinggi turut hadir dalam kemeriahan ini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih menyampaikan rasa syukur dan selamat atas perayaan bersejarah ini. Ia mengajak seluruh jemaat untuk terus menyalakan semangat persatuan, gotong royong, dan kebhinekaan di tengah kehidupan masyarakat yang plural.
“Semangat persatuan, gotong royong, dan nilai-nilai kebhinekaan harus terus digelorakan. Jangan sampai kita sebagai bangsa Indonesia terpecah belah oleh apapun,” tegas Irdian.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan jemaat GMI dalam Pilkada serentak 2024 lalu, yang turut mengantarkannya ke kursi kepemimpinan Kota Tebingtinggi. Dalam kesempatan tersebut, Irdian menjanjikan kepemimpinan yang terbuka dan bersahabat bagi semua kalangan tanpa memandang suku, agama, atau golongan.
“Di bawah kepemimpinan saya, saya berkomitmen menjadikan Tebingtinggi sebagai kota yang lebih maju dan sejahtera. Dan saya juga berjanji menjadi sahabat bagi semua suku, agama, serta golongan,” ucapnya.
Bishop GMI Dorong Kreativitas dan Teknologi dalam Pelayanan
Puncak acara ditandai dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Bishop GMI Wilayah I, Kristi Wilson Sinurat STh MPd. Dalam khotbahnya yang diambil dari Yohanes 15:16, Bishop Kristi menekankan pentingnya inovasi, kreativitas, dan metode baru dalam pelayanan jemaat.
“Buah kasih akan terasa nyata bila kita mampu melayani dengan pendekatan yang relevan, menggunakan teknologi dan kreativitas sebagai medium penginjilan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pendeta, pengurus, dan jemaat untuk lebih aktif memanfaatkan platform digital seperti media sosial guna menyampaikan firman Tuhan secara luas. Menurutnya, transformasi digital di tubuh GMI adalah kebutuhan, bukan pilihan.
“Perubahan zaman harus kita ikuti dengan bijak. Mari kita manfaatkan kemajuan teknologi untuk pelayanan yang lebih luas dan berdampak,” jelas Bishop Kristi.
Kegiatan Sosial Jadi Bagian Tak Terpisahkan dari Perayaan
Sementara itu, Ketua Panitia Umum Delpin Barus ST MIkom yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara menyampaikan laporan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan sebelum perayaan puncak ini. Tak sekadar seremoni, GMI Distrik 4 Wilayah I lebih dulu menggelar kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Kegiatan itu antara lain penyuluhan pertanian bekerja sama dengan Universitas Methodist Indonesia (UMI), aksi donor darah bersama PMI Tebingtinggi, kunjungan kasih ke Panti Asuhan Selvan Tebingtinggi, serta aksi gotong royong membersihkan lingkungan gereja.
“Semua ini kami lakukan sebagai wujud nyata cinta kasih kepada sesama. Gereja tidak boleh hanya bicara dari mimbar, tapi juga harus bergerak dan hadir di tengah masyarakat,” jelas Delpin.
Sukacita Jemaat Dimeriahkan dengan Musik dan Lucky Draw
Tak hanya khidmat, suasana perayaan ini juga penuh semarak. Acara semakin meriah dengan pemotongan kue ulang tahun dan penarikan undian lucky draw yang membuat para jemaat bersorak gembira. Sejumlah artis lokal turut memeriahkan acara dengan alunan musik dari Rusty Entertainment, menambah kehangatan dan sukacita seluruh jemaat yang hadir.
Di tengah kehadiran ribuan orang, nuansa kekeluargaan begitu terasa. Momen ini menjadi pengingat kuatnya ikatan spiritual dan sosial di antara para anggota jemaat GMI, bahkan lintas kota dan kabupaten. Kebersamaan ini bukan hanya dalam doa, tetapi juga dalam aksi nyata yang berdampak luas.
120 Tahun GMI: Jejak Sejarah dan Harapan Masa Depan
Perayaan 120 tahun GMI ditegaskan Delpin bukan sekadar refleksi sejarah panjang gereja, melainkan juga momentum menyusun arah masa depan. GMI kini dituntut untuk lebih adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap menjaga kemurnian panggilan pelayanan gereja.
Dengan semangat Aldersgate momen spiritual penting yang menjadi cikal bakal berdirinya Gereja Methodist jemaat diharapkan terus melayani dengan kasih yang nyata, iman yang hidup, dan aksi yang berdampak. Melalui kegiatan ini, GMI Distrik 4 Wilayah I telah menunjukkan bahwa gereja dapat menjadi agen perubahan sosial yang membawa terang dan harapan di tengah masyarakat.
‘Dari GOR Asber Nasution, gema sukacita dan semangat pelayanan pun kembali disebarkan ke seluruh penjuru wilayah. Sebuah pesan yang kuat: gereja hidup ketika ia hadir, bergerak, dan melayani,” pungkas Delpin. (04/iKoneksi.com)




















