Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Dua Belas Terobosan Nyata Pendidikan Era Prabowo

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Dalam enam bulan masa kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sektor pendidikan Indonesia mulai menunjukkan arah baru yang serius dan terstruktur. Di bawah naungan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dipimpin oleh Abdul Mu’ti telah merumuskan dan mengeksekusi 12 langkah konkret. Ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo, yakni pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, sains, teknologi, kesehatan, olahraga, hingga kesetaraan gender.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI pada 22 April 2025, Mu’ti memaparkan capaian yang menjadi fondasi kuat untuk masa depan pendidikan nasional. Berikut penjelasan per bagian dari kebijakan dan pencapaian tersebut.

1. Wajib Belajar 13 Tahun

Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun menjadi terobosan pertama dan mendasar. Program ini meliputi satu tahun pra-sekolah di taman kanak-kanak dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah.

“Tujuannya adalah memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan sejak dini dan secara merata, sebagai fondasi penguatan karakter dan literasi dasar,” kata Mu’ti.

2. Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru

“Kemendikdasmen menargetkan 806.000 guru akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) di tahun 2025. Dukungan diberikan melalui bantuan pendidikan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi minimal D-IV atau S1. Ini merupakan langkah penting dalam menjamin kualitas pengajaran yang setara di seluruh daerah,” ungkap Mu’ti.

3. Kenaikan Tunjangan Guru dan Sistem Pembayaran Langsung

Kebijakan tunjangan profesi guru mengalami revisi signifikan. Tunjangan naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan, dengan sistem transfer langsung ke rekening guru, tanpa perantara pemerintah daerah.

“Hingga triwulan I 2025, lebih dari 587 ribu guru ASN Daerah dan 146 ribu guru non-ASN telah menerima tunjangan ini,” ucap Mu’ti.

4. Transformasi Pembelajaran Deep Learning

Untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih bermakna, Kemendikdasmen memperkenalkan deep learning. Kajian akademik dan uji publik telah rampung, dan pelatihan guru sedang digencarkan.

“Ini membuka babak baru pembelajaran yang lebih kritis dan reflektif,” tekan Mu’ti.

5. Pengembangan Talenta dan Prestasi Siswa

Ia membeberkan berbagai lomba dan kompetisi diselenggarakan untuk memaksimalkan potensi siswa. Kemendikdasmen berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta PSSI untuk membuka ruang tumbuh minat dan bakat di bidang olahraga.

6. Perbaikan Sarana dan Prasarana

“Melalui Inpres No. 7 Tahun 2025, pengelolaan pembangunan sekolah kini dipegang langsung oleh Kemendikdasmen. Ini memudahkan proses pengawasan dan percepatan pembangunan sekolah yang lebih merata,” ungkap Mu’ti.

7. Penguatan Karakter Siswa

“Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria digulirkan untuk memperkuat nilai-nilai positif sejak dini. Video senamnya telah ditonton lebih dari 48 juta kali, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat,” tutur Mu’ti.

8. Kurikulum Baru: Coding dan AI

Mulai 2025, ia menegaskan pelajaran coding dan artificial intelligence akan menjadi mata pelajaran pilihan di beberapa sekolah. Naskah akademik sudah selesai, dan pelatihan guru sedang berlangsung. Ini langkah nyata menuju literasi digital di era revolusi industri 4.0.

9. Reformasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

“Sebagai pengganti PPDB, SPMB diharapkan memberikan proses seleksi yang lebih adil dan transparan. Kemendikdasmen telah berkoordinasi dengan Kemendagri untuk mendorong daerah segera menyusun juklak dan juknis pelaksanaannya,” paparnya.

10. Pelatihan Guru Bimbingan Konseling (BK)

Untuk penguatan karakter siswa, pelatihan bagi guru BK juga digencarkan. Ini menjadi aspek penting dalam membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

11. Fleksibilitas Jam Mengajar Guru

“Kemendikdasmen mengeluarkan aturan baru yang memungkinkan guru hanya mengajar 16 jam per minggu, sisanya diisi dengan pelatihan, konseling, atau kegiatan sosial. Kebijakan ini mendukung pengembangan profesionalisme guru secara menyeluruh,” terang Mu’ti.

12. Gerakan Numerasi Nasional

Menurutnya sebagai pendamping Gerakan Literasi yang telah berjalan, Gerakan Numerasi Nasional diluncurkan untuk memperkuat kemampuan matematika dan logika siswa. Ini menjawab tantangan lemahnya numerasi yang selama ini menjadi perhatian internasional.

Pendidikan untuk Masa Depan Indonesia

Melalui 12 langkah konkret ini, Kemendikdasmen menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berpihak pada peserta didik serta tenaga pendidik.

“Jika konsisten dijalankan, reformasi pendidikan ini akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan bangsa Indonesia dalam dekade mendatang,” pungkas Mu’ti. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *