Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Fenomena Menarik: Hotel-Hotel Kota Malang Mulai Ditawarkan di Marketplace

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kota Malang, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dan pendidikan terkemuka di Jawa Timur, kini mulai memunculkan tren yang cukup mencengangkan. Sejumlah hotel di kota ini terlihat ditawarkan untuk dijual di berbagai platform marketplace properti. Hotel-hotel yang bahkan cukup dikenal, seperti Same Hotel, Morina Hotel, Victoria Hotel, hingga Hotel Pelangi di Jalan Merdeka, muncul dalam daftar properti yang siap berpindah tangan.

Fenomena ini tentu saja memantik pertanyaan publik: ada apa sebenarnya dengan industri perhotelan di Kota Malang? Apakah ini pertanda bahwa sektor pariwisata di kota dingin ini sedang dalam masa surut? Ataukah ini hanya manuver bisnis biasa dalam dunia properti?

PHRI Malang Angkat Suara: Bukan Semua Benar

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, tak menampik adanya sejumlah hotel yang memang ditawarkan untuk dijual. Namun, ia mengingatkan tidak semua informasi penjualan yang beredar di marketplace benar adanya. Menurut Agoes, dari sekian banyak nama yang mencuat, hanya beberapa yang dipastikan telah lama ditawarkan ke publik karena kinerja okupansinya yang stagnan atau cenderung turun.

“Sejauh yang kami ketahui, Same Hotel, Morina Hotel, dan Malinda Hotel memang benar sudah sejak lama masuk dalam daftar properti yang ditawarkan,” jelasnya.

Terkait hotel-hotel lain seperti Victoria dan Hotel Pelangi, PHRI Kota Malang belum dapat mengonfirmasi validitas informasinya. Beberapa iklan penjualan di marketplace, kata Agoes, bisa saja dipasang oleh pihak ketiga tanpa sepengetahuan manajemen hotel itu sendiri.

Okupansi Turun Jadi Pemicu Utama

Salah satu faktor utama di balik munculnya penawaran penjualan ini adalah menurunnya tingkat hunian atau okupansi hotel. Agoes menyebut, saat ini tingkat okupansi hotel-hotel di Kota Malang hanya berada di kisaran 40–50 persen. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 60 persen.

“Ini bukan masalah besar, tapi tetap jadi alarm. Kami memang sedang terdampak efisiensi, dan ada tekanan dari kompetisi, terutama dari homestay dan guest house yang terus tumbuh di kawasan wisata,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa belum ada gelombang besar hotel-hotel yang berniat dijual secara massal.

Marketplace Jadi Cermin Perubahan Tren

Menariknya, kemunculan hotel-hotel ini di marketplace seperti OLX, Lamudi, dan platform jual-beli properti lainnya menjadi cerminan perubahan tren dalam transaksi aset pariwisata. Jika dulu penjualan hotel dilakukan secara tertutup dan melalui broker properti, kini semakin banyak yang membuka diri lewat jalur daring.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah penawaran Hotel Pelangi, yang merupakan hotel bersejarah di Jalan Merdeka. Iklan penjualannya yang sempat beredar menimbulkan spekulasi bahwa hotel legendaris ini tengah mengalami tekanan finansial. Namun hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola.

Harapan dan Langkah Ke Depan

Agoes berharap okupansi hotel di Kota Malang bisa kembali pulih, terutama menjelang musim liburan pertengahan tahun. Upaya promosi pariwisata, peningkatan kualitas pelayanan, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri perhotelan dinilai krusial untuk menyelamatkan sektor ini dari keterpurukan lebih lanjut.

“Perlu gerakan bersama. Pemerintah bisa membantu promosi, event pariwisata, atau pelatihan SDM. Kita pelaku industri juga harus berbenah,” tegas Agoes.

Masyarakat pun diimbau Agoes untuk lebih jeli dalam menyikapi informasi penjualan hotel yang tersebar luas. Tak semua informasi di marketplace bisa dijadikan rujukan pasti. Bagi investor, tentu dibutuhkan verifikasi langsung sebelum mengambil keputusan pembelian.

Industri Hotel Malang di Persimpangan

“Situasi ini menjadi sinyal penting industri perhotelan di Kota Malang tengah berada di persimpangan jalan. Antara bertahan dengan strategi efisiensi atau merelakan asetnya untuk dijual,” tukas Agoes. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *