Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Ketua DPW GMA Sumbar Robbie Pratama Soroti Maraknya Dugaan Kriminalitas Anak di Padang

  • Bagikan
banner 468x60

PADANG,Ikoneksi.com – Meningkatnya kasus dugaan tindak kriminal yang melibatkan anak di bawah umur di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, mendapat sorotan serius dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gema Macan Asia Sumatera Barat (DPW GMA Sumbar), Robbie Pratama.

Robbie menilai persoalan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai kasus biasa. Maraknya anak di bawah umur yang diduga terlibat tindak kriminal dinilai menjadi sinyal adanya persoalan serius dalam pengawasan keluarga, lingkungan sosial, pendidikan, hingga peran pemerintah dan unsur adat.

“Siapa yang harus bertanggung jawab? Apakah pemerintah? Apakah orang tua? Atau ninik mamak? Ini harus menjadi pertanyaan serius bagi kita semua,” tegas Robbie.

Ia mempertanyakan sejauh mana peran seluruh pihak dalam menjaga, membina, dan mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Menurutnya, orang tua sebagai lingkungan pertama bagi seorang anak memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pengawasan dan pendidikan.

Namun, dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau, peran ninik mamak dan unsur adat juga tidak dapat dipisahkan.

“Peran ninik mamak perlu kita pertanyakan. Dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Minangkabau, nilai adat dan fungsi keluarga seharusnya menjadi benteng bagi generasi muda. Lalu, ketika anak-anak mulai terlibat persoalan hukum, di mana fungsi pengawasan tersebut?” ujar Robbie kepada awak media, Selasa (1/9/2026).

Sorotan tersebut semakin menguat setelah sejumlah kasus dugaan pencurian yang melibatkan anak di bawah umur terjadi di Kota Padang.
Dalam kasus terakhir, seorang anak diamankan pihak kepolisian karena diduga mencuri seekor burung yang nilainya diperkirakan mencapai Rp5 juta.

Sebelumnya, tiga orang anak juga diduga terlibat dalam pencurian telepon genggam di salah satu toko di Plaza Andalas, Kota Padang.
Bagi Robbie, kasus-kasus tersebut tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi penegakan hukum. Lebih jauh, seluruh pihak perlu menelusuri akar persoalan yang menyebabkan anak-anak berada dalam situasi hingga diduga melakukan tindak kriminal.

“Jangan hanya berhenti pada penangkapan atau penanganan kasusnya. Kita harus bertanya, kenapa anak-anak ini bisa sampai melakukan hal seperti itu? Apakah mereka mendapatkan pengawasan yang cukup? Apakah mereka bersekolah? Bagaimana kondisi keluarga dan lingkungannya?” kata Robbie.

Soroti Pendidikan dan Peran Pemerintah
Robbie juga secara khusus menyoroti persoalan pendidikan. Ia mempertanyakan masih adanya anak-anak yang tidak mendapatkan akses maupun perhatian yang cukup terhadap pendidikan.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi, termasuk hak memperoleh pendidikan sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Kalau ada anak yang tidak bersekolah, ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah tidak boleh hanya hadir ketika persoalan sudah terjadi. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.
Robbie menilai persoalan anak yang terlibat tindak kriminal merupakan alarm bagi pemerintah daerah, orang tua, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, ninik mamak, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak tepat jika hanya dibebankan kepada anak. Anak-anak, menurutnya, merupakan bagian dari lingkungan keluarga dan masyarakat yang memiliki kewajiban bersama untuk memberikan pendidikan, pembinaan, perlindungan, serta pengawasan.

“Jangan sampai kita hanya sibuk mencari siapa yang salah setelah anak-anak berhadapan dengan persoalan hukum. Yang harus dilakukan sekarang adalah mencari akar masalah dan memperbaikinya bersama-sama,” ujarnya.

Robbie mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius melakukan pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah dan berisiko terjerumus ke dalam pergaulan negatif.

Ia juga meminta adanya penguatan pembinaan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta lembaga adat.
Menurutnya, diperlukan langkah nyata dan kerja sama lintas sektor agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Kalau hari ini kita abai terhadap pendidikan, pembinaan, dan pengawasan mereka, maka jangan menunggu sampai persoalannya semakin besar baru kita mencari siapa yang harus disalahkan,” pungkas Robbie.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *