Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

DPP PA GMNI Serukan Gotong Royong Jaga Demokrasi dan Persatuan

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tragis yang menewaskan Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, serta korban lainnya akibat benturan antara warga dan aparat keamanan di sejumlah daerah.

Dalam keterangan pers yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Dr. Abdy Yuhana, S.A., MH., organisasi menegaskan duka cita yang mendalam atas wafatnya para korban. DPP PA GMNI menilai eskalasi konflik antara warga dan aparat telah mengganggu stabilitas politik dan keamanan, sehingga seluruh pihak diimbau untuk menahan diri, menjaga persatuan, serta memperkuat solidaritas sesama warga dan anak bangsa.

Desakan Penegakan Hukum Transparan dan Akuntabel

Menurut Ketua Umum DPP PA GMNI, Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S., dan Ketua Harian, Arudf Wahyono, organisasi menyerukan agar pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menegakkan hukum secara cepat, transparan, dan tidak tebang pilih. Aspirasi publik, termasuk tuntutan mahasiswa dan masyarakat, harus didengar dan ditindaklanjuti melalui mekanisme partisipasi yang bermakna.

“Penegakan hukum harus independen, transparan, dan akuntabel, terutama terkait kasus wafatnya Affan dan korban lainnya. Kami mendorong pembentukan tim investigasi kredibel, perlindungan saksi dan korban, keterbukaan informasi publik, serta sanksi tegas bagi pelanggaran prosedur dan HAM, sambil tetap menjamin due process of law bagi semua pihak,” tegas Arief.

Musyawarah Nasional Diperlukan

Arief membeberkan DPP PA GMNI juga menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto memimpin Musyawarah Nasional dengan melibatkan tokoh agama, tokoh usaha, tokoh adat, akademisi, perwakilan mahasiswa, serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil, pers/media, serta pimpinan lembaga negara. Tujuannya adalah merumuskan peta jalan kebijakan berbasis data yang responsif terhadap keadilan sosial dan pengurangan kesenjangan antarwarga.

Persatuan dan Demokrasi Harus Dijaga

Sekretaris Jenderal, Dr. Abdy Yuhana, menekankan pentingnya menahan diri dari provokasi akibat insiden di lapangan maupun informasi yang belum diverifikasi. Seluruh elemen bangsa diimbau memperkuat gotong royong, menjaga marwah demokrasi, serta merawat ketertiban umum demi stabilitas politik dan sosial.

“Demokrasi hanya bisa berjalan jika seluruh elemen masyarakat bersatu dan menahan diri dari tindakan anarkis. Kami mendorong masyarakat menyalurkan aspirasi secara santun, produktif, dan damai,” kata Abdy.

Teladan Kesederhanaan dan Empati dari Pejabat

Selain itu, Arief menyebutkan DPP PA GMNI mengimbau pejabat publik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif agar menunjukkan pola hidup sederhana, empati terhadap rakyat, serta efisiensi anggaran.

“Kebijakan publik seharusnya memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pangan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, serta menghindari langkah yang membebani rakyat,” ungkapnya.

Jaga Fasilitas Publik dan Solidaritas Sosial

Alumni GMNI juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa menjaga fasilitas publik, karena perusakan hanya merugikan masyarakat. Dalam pernyataan itu, organisasi menekankan perlunya kesadaran kolektif untuk merawat demokrasi, menegakkan keadilan sosial, dan menguatkan gotong royong antarwarga.

Arief menekankan kesiapan untuk terlibat aktif dalam musyawarah, mediasi sosial, dan kerja kemanusiaan demi Indonesia yang lebih adil, beradab, dan menghormati nilai-nilai Pancasila.

“Pernyataan resmi ini menjadi wujud tanggung jawab moral-intelektual alumni GMNI terhadap situasi nasional yang dinamis dan menantang,” tutup Arief. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *