google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Emil Dardak: Pelajar Jangan Terjebak Arogansi Intelektual, Musywil IPM Harus Cetak Pemimpin yang Membumi

  • Bagikan
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, hadir dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur di BBPPMPV BOE Malang, Sabtu (4/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)
banner 468x60
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, hadir saat pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur di BBPPMPV BOE Malang, Sabtu (4/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)

Kota Malang, iKoneksi.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam arogansi intelektual saat membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur di BBPPMPV BOE Malang, Sabtu (4/7/2026). Dalam forum yang diikuti kader IPM se-Jawa Timur itu, Emil menegaskan bahwa organisasi pelajar merupakan ruang penting untuk membangun karakter, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai bekal kepemimpinan masa depan.

Emil mengapresiasi para peserta yang memilih mengikuti Musywil di akhir pekan. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan komitmen untuk mengembangkan diri melalui organisasi dibanding menghabiskan waktu di zona nyaman.

“Saya bangga melihat adik-adik memilih hadir di Musywil dibanding menghabiskan akhir pekan untuk bermalas-malasan. Itu menunjukkan adanya tanggung jawab yang mulai tumbuh. Organisasi seperti IPM menjadi tempat terbaik untuk mengasah karakter dan kepemimpinan,” ujar Emil.

Ia mengatakan, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga kemampuan memahami persoalan nyata di tengah masyarakat. Karena itu, menurutnya, ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial.

“Jangan sampai intelektualitas justru membuat kita berjarak dengan realitas. Jangan merasa sudah terpelajar lalu enggan menyentuh persoalan masyarakat. Kalau hanya sekolah tetapi tidak memahami kehidupan nyata, seseorang bisa terjebak pada arogansi intelektualitas,” tegasnya.

Emil menilai pengalaman berorganisasi menjadi salah satu cara efektif untuk membentuk karakter sekaligus menyiapkan pemimpin yang mampu menghadapi tantangan bangsa di masa mendatang. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan yang berlangsung dalam Musywil harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kualitas kader.

“Saya percaya waktu yang diikhlaskan untuk berkhidmat di Ikatan Pelajar Muhammadiyah bukanlah waktu yang hilang, tetapi investasi karakter. Karena itu saya berharap Musywil ini melahirkan generasi kepengurusan yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, dan mampu menjawab tantangan bangsa,” pungkasnya.

Musywil XXIV IPM Jawa Timur menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi yang membahas evaluasi kepengurusan, menyusun arah gerakan organisasi, serta memilih kepemimpinan baru untuk periode selanjutnya. Forum tersebut diharapkan menghasilkan gagasan dan program yang mampu memperkuat peran pelajar Muhammadiyah dalam menjawab tantangan pendidikan dan perkembangan masyarakat.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *