google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Thea Farina Usung UPR Inklusif dan Berdampak Berbasis Kearifan Lokal

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Palangka Raya, iKoneksi.com — Dekan Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya (UPR), Dr. Thea Farina, menawarkan arah baru bagi pengembangan UPR melalui visi kampus yang unggul, inklusif, kolaboratif, dan berdampak. Gagasan tersebut disampaikan dalam pemaparan visi dan misi pemilihan Rektor UPR di Palangka Raya, Kamis (18/6/2026).

Thea menegaskan, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur melalui peringkat, akreditasi, maupun capaian administratif. Menurutnya, universitas harus hadir memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika, masyarakat Kalimantan Tengah, hingga pembangunan di tingkat nasional.

“Keberhasilan universitas tidak hanya diukur dengan peringkat dan akreditasi, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran universitas memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika, masyarakat Kalimantan Tengah, dan bagi Indonesia,” ujar Thea dalam pemaparannya.

Ia menyebut UPR perlu mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan daerah melalui pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, serta penguatan inovasi berbasis potensi lokal.

Usung Tujuh Misi Strategis BAHALAP

Untuk mewujudkan visi tersebut, Thea memperkenalkan tujuh misi strategis yang dirangkum dalam konsep “BAHALAP”. Konsep itu menjadi kerangka pengembangan UPR yang mencakup pendidikan inovatif, penguatan riset berbasis kearifan lokal, tata kelola berkelanjutan, serta inovasi untuk memperkuat kemandirian institusi. Menurut Thea, universitas harus mampu mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan identitas dan akar sosial masyarakat Kalimantan Tengah. Karena itu, pengembangan sains dan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai budaya serta kearifan lokal.

Ia menilai UPR memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan daerah, terutama dalam menjawab tantangan pembangunan, lingkungan, ekonomi masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia.

“Universitas harus mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Empat Pilar Transformasi THEA BISA

Selain BAHALAP, Thea juga menawarkan empat pilar transformasi yang diberi nama “THEA BISA”. Pilar tersebut menjadi dasar penguatan UPR sebagai institusi pendidikan tinggi yang terbuka terhadap keberagaman, mampu membangun kerja sama lintas sektor, serta menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Thea menekankan transformasi universitas tidak dapat dilakukan hanya melalui kebijakan dari atas. Menurutnya, perubahan harus dibangun melalui kerja bersama seluruh unsur kampus, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra strategis.

“Keberhasilan tidak pernah lahir dari kerja satu orang. Keberhasilan lahir dari kolaborasi, dari kepercayaan, dan dari kesediaan untuk tumbuh bersama,” ujarnya.

Ia juga menilai tata kelola kampus harus diarahkan pada prinsip transparansi, keberlanjutan, dan keberpihakan terhadap pengembangan kualitas akademik serta kesejahteraan sivitas akademika.

Tekankan Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif

Dalam pemaparannya, Thea turut menyampaikan latar perjalanan hidup yang membentuk pandangannya mengenai kepemimpinan. Ia menyebut keberagaman dan perbedaan harus dipandang sebagai kekuatan dalam membangun institusi pendidikan.

“Saya perempuan Dayak yang terlahir dengan keterbatasan fisik yang istimewa, serta tumbuh di Kalimantan Tengah. Saya percaya setiap pemimpin dibentuk oleh perjalanan hidupnya. Keberagaman bukan penghalang, perbedaan bukan kelemahan, dan kekuatan lahir dari kebersamaan,” sebut dia.

Thea menegaskan kepemimpinan universitas ke depan harus mampu membuka ruang partisipasi yang luas bagi seluruh elemen kampus. Ia menilai setiap warga kampus perlu memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam menentukan arah masa depan UPR.

Melalui visi tersebut, Thea berharap UPR dapat tumbuh sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya dikenal melalui capaian akademik, tetapi juga karena keberadaannya dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Tengah dan Indonesia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *