Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Expo KKN UMM 2026 Pamerkan 190 Lebih Inovasi, Dari Biopori hingga Tungku Ramah Lingkungan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Rangkaian penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2026 tidak hanya menjadi momentum berakhirnya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Ajang tersebut juga menjadi ruang untuk memperlihatkan berbagai inovasi yang lahir dari persoalan nyata di desa. Hal ini disampaikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.AP.

 

Ia menuturkan hal itu terlihat dalam Expo KKN 2026 yang menghadirkan lebih dari 190 stand. Beragam produk dan gagasan mahasiswa dipamerkan sebagai hasil dari proses mereka selama terjun langsung ke masyarakat.

“Sejumlah inovasi yang ditampilkan berangkat dari kebutuhan sederhana, tetapi memiliki manfaat praktis. Salah satunya adalah biopori multifungsi yang dirancang tidak hanya sebagai lubang resapan air, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk,” ucap dia.

 

Ia membeberkan inovasi lainnya berupa sistem penyebaran pupuk menggunakan pipa. Teknologi sederhana tersebut ditujukan untuk membantu petani mendistribusikan pupuk secara lebih merata sekaligus mengurangi tenaga dan waktu yang dibutuhkan dalam proses pemupukan.

 

“Mahasiswa juga memperkenalkan rocket stove, tungku yang dirancang untuk mengoptimalkan pembakaran kayu sehingga penggunaan bahan bakar lebih efisien dan produksi asap dapat ditekan,” tutur dia.

 

Ia menyebutkan beragam karya tersebut menunjukkan bagaimana KKN UMM diarahkan untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan langsung, bukan sekadar menghasilkan program yang berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian.

 

Muhadjir mengatakan KKN memiliki posisi penting dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, kegiatan KKN semestinya menjadi ruang yang mempertemukan pengabdian, penelitian, sekaligus proses edukasi kepada masyarakat. Tradisi KKN di UMM sendiri telah berlangsung sejak 1987.

 

“KKN tidak hanya tentang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga disertai penelitian dan kegiatan akademik untuk mengedukasi masyarakat. Tradisi KKN UMM sejak 1987 ini adalah ruang terbaik bagi mahasiswa memahami persoalan masyarakat secara langsung,” jelas menteri haji tersebut.

 

Muhadjir berharap pengalaman mahasiswa selama berinteraksi dengan masyarakat dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia profesional maupun kehidupan sosial.

 

“Selain KKN reguler, UMM tahun ini juga dipercaya menjadi salah satu pusat pelaksanaan KKN Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAS). Ketua KKN MAS, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., menyebut sebanyak 1.601 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di berbagai daerah diterjunkan ke 101 desa di Kabupaten Malang,” ungkapnya.

 

Ia mendorong para peserta untuk tetap menjaga hubungan dan jejaring yang telah terbentuk selama kegiatan berlangsung.

 

“Silakan bangun jejaring, karena kami yakin mahasiswa ini nantinya mampu berkontribusi. Jejaring tersebut dapat menjadi modal kolaborasi setelah kembali ke daerah masing-masing,” lugas dia.

 

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa pengalaman KKN harus mampu membawa mahasiswa lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

Menurutnya, perjumpaan mahasiswa dengan masyarakat, pemerintah desa, hingga organisasi kemasyarakatan dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk menghasilkan penelitian yang lebih relevan.

 

“Pengalaman KKN seharusnya mempertemukan kemampuan akademik mahasiswa dengan persoalan nyata di masyarakat,” kata Nazaruddin.

 

Ia menyebutkan, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai catatan selama masa KKN, tetapi menjadi bekal mahasiswa untuk terus berkontribusi ketika kembali ke lingkungan masing-masing.

 

“Konsep “Kampus Berdampak” pun ditegaskan sebagai salah satu arah pengembangan UMM. Perguruan tinggi didorong untuk memastikan hasil riset dan inovasi tidak hanya tersimpan di lingkungan akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” terangnya.

 

Karena itu, berakhirnya KKN 2026 tidak dipandang sebagai akhir dari seluruh program yang telah dijalankan mahasiswa. UMM berkomitmen untuk mendorong keberlanjutan berbagai inovasi dan kolaborasi yang telah dibangun selama pengabdian.

 

“Jejaring antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan tetap berjalan. Dengan demikian, manfaat KKN dapat terus berkembang dan memberikan dampak dalam jangka panjang, bahkan setelah mahasiswa kembali ke kampus,” pungkasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *