Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Prabowo Kutuk Teror Tempo: Upaya Adu Domba

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Bogor, iKoneksi.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya angkat suara terkait aksi teror yang dialami redaksi Tempo. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa tindakan teror seperti itu adalah bentuk nyata dari upaya adu domba yang bertujuan menciptakan instabilitas sosial dan politik. Tanpa ragu, Prabowo mengecam tindakan tersebut sebagai manuver kotor yang membahayakan demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.

“Saya kira yang melakukan itu ingin mengadu domba, ingin menciptakan suasana yang tidak baik,” tegas Prabowo saat diwawancarai oleh jurnalis senior di kediamannya di Hambalang, Selasa (8/4/2025).

Aksi teror yang dimaksud merujuk pada kejadian intimidasi yang diterima kantor redaksi Tempo, termasuk kiriman simbolik kepala babi yang dianggap sebagai bentuk ancaman serius terhadap institusi media. Peristiwa ini menyulut keprihatinan banyak pihak, termasuk Presiden Prabowo yang menyebutnya sebagai tindakan pengecut yang tidak mencerminkan nilai demokrasi Indonesia.

Kritik Terhadap Pernyataan PCO Hasan Nasbi

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga memberikan tanggapan atas pernyataan Kepala Public Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, yang menanggapi insiden kepala babi dengan bercanda: dimasak saja. Pernyataan tersebut menuai kecaman luas karena dianggap tidak sensitif terhadap konteks serius dari ancaman yang terjadi.

“Itu ucapan yang menurut saya teledor. Itu ya keliru itu. Saya kira beliau menyesal,” kata Prabowo dengan nada serius.

Pernyataan Prabowo ini menegaskan dalam situasi yang menyangkut keamanan dan integritas pers, tidak boleh ada kelalaian, apalagi candaan yang bisa memperkeruh keadaan.

Pertemuan Tanpa Sensor di Hambalang

Wawancara tersebut merupakan bagian dari sesi terbuka antara Prabowo dan para pemimpin redaksi dari berbagai media nasional, yang digelar di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025). Pendiri Narasi, Najwa Shihab, turut hadir dalam sesi yang menurutnya sangat terbuka dan penuh dinamika.

“Pertanyaannya benar-benar spontan. Bahkan kami sesama jurnalis pun tidak tahu apa yang akan ditanyakan satu sama lain. Setiap pemred mempersiapkan pertanyaannya sendiri tanpa ada penyaringan sebelumnya. Hasilnya, topik yang dibahas sangat beragam,” ungkap Najwa keesokan harinya, Senin (7/4/2025).

Sesi tersebut memperlihatkan gaya kepemimpinan Prabowo yang terbuka terhadap kritik dan diskusi.

“Tidak ada daftar pertanyaan yang dikurasi atau dikendalikan oleh pihak istana, menandakan bahwa ruang dialog dengan media tetap terbuka lebar di bawah pemerintahannya,” kata Najwa.

Pesan Tegas untuk Demokrasi

Dengan nada tegas namun tenang, Prabowo menekankan kebebasan pers adalah salah satu pilar penting demokrasi yang harus dijaga dan dilindungi. Aksi teror seperti yang menimpa redaksi Tempo merupakan ancaman langsung terhadap prinsip tersebut.

“Kita ini negara demokrasi. Pers itu bagian penting dalam sistem kita. Kalau media mulai diintimidasi, maka kita sedang mundur. Dan saya tidak ingin Indonesia mundur,” tekannya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Tantangan Bagi Pemerintah dan Publik

Pernyataan Prabowo ini menjadi penegasan penting di tengah kekhawatiran publik akan melemahnya perlindungan terhadap jurnalis dan institusi media. Teror terhadap media bukan hanya persoalan kebebasan pers, melainkan juga menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang objektif dan independen.

Menurut Najwa pemerintah, dalam hal ini Presiden sendiri, kini dituntut tidak hanya mengecam, tapi juga menindak secara nyata para pelaku intimidasi tersebut. Penegakan hukum yang transparan akan menjadi ujian awal bagi komitmen Prabowo terhadap demokrasi dan supremasi hukum.

“Dengan ketegasan yang ditunjukkan Prabowo dan keterbukaan dalam menerima kritik media, publik berharap era baru pemerintahan ini benar-benar berpihak pada kebebasan berekspresi serta menjamin keamanan bagi setiap insan pers dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Najwa. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *