google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UMM Hadirkan Jenderal Dudung, Ajak Mahasiswa Jaga NKRI

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Malang, iKoneksi.com — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan berdaya saing global. Pada Selasa, (2/7/2025), UMM menghadirkan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan, dalam kuliah umum bertajuk kebangsaan.

Kehadiran mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperkuat karakter kebangsaan mahasiswa dan mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif anak muda dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.

Dalam paparannya yang berlangsung penuh semangat di hadapan ratusan mahasiswa, Dudung menegaskan bahwa masa depan Indonesia sepenuhnya berada di tangan generasi muda, terutama Generasi Z. Ia menyebut, anak muda saat ini memiliki keunggulan teknologi yang luar biasa, namun tetap perlu dibarengi dengan karakter kuat, literasi budaya, dan sikap kritis terhadap situasi nasional maupun global.

“Saya percaya masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Tapi kalau tidak mempersiapkan diri mulai sekarang, Indonesia hanya akan jadi pasar bagi bangsa lain, bukan pemain utama,” tegas Dudung.

Menurutnya, keterbukaan informasi dan kebebasan internet jika tidak dikelola dengan bijak justru akan melahirkan generasi yang mudah terombang-ambing. Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak menjadi pengikut arus informasi yang liar, tetapi harus berani menciptakan arah baru sebagai agen perubahan.

Dalam pidato yang memukau, Dudung juga mengangkat isu-isu strategis terkait pertahanan nonmiliter. Ia menyebut, ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini bukan hanya dalam bentuk fisik atau militer, melainkan juga ancaman ideologis seperti disinformasi, radikalisme, dan polarisasi sosial.

“Bonus demografi bukan jaminan. Jika generasi mudanya lemah secara moral dan hanya mengejar gelar tanpa nilai-nilai kebangsaan, maka potensi besar itu justru akan menjadi malapetaka,” kata Dudung.

Ia menambahkan, bangsa ini dibangun oleh orang-orang yang memiliki prinsip, karakter kuat, dan siap berkorban demi kepentingan bersama.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan kuliah umum ini adalah bagian dari tradisi Kampus Putih dalam menghadirkan tokoh-tokoh strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa.

“Selama kariernya, Pak Dudung memiliki pengalaman panjang dalam dunia militer dan pertahanan yang sangat relevan untuk dibagikan kepada mahasiswa. Kami ingin mahasiswa belajar langsung dari pelaku sejarah dan pengambil kebijakan, agar mereka tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga tangguh di lapangan,” terang Nazaruddin.

Ia juga menegaskan UMM akan terus berada di garis terdepan dalam menjawab persoalan bangsa. Salah satu upayanya adalah melalui pendidikan yang tidak sekadar mentransfer ilmu, tapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepemimpinan, dan kebangsaan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu membangun kerja sama produktif demi kemaslahatan bersama. UMM percaya bahwa kolaborasi dan sinergi menjadi fondasi penting dalam menyelesaikan berbagai tantangan, termasuk dalam isu pertahanan negara,” tutupnya. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *