google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Andreas: Gereja Mawar Sharon Malang Barat Jadi Simbol Toleransi Baru

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Sebuah langkah besar untuk memperkuat semangat kerukunan umat beragama kembali terwujud di Kabupaten Malang. Gereja Mawar Sharon (GMS) Malang Barat resmi memulai pembangunan gedung barunya melalui prosesi ground breaking yang digelar di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, pada Rabu pagi.

Acara ini berlangsung khidmat, namun penuh energi kebersamaan. Tak hanya jemaat GMS yang hadir, melainkan juga tokoh-tokoh lintas agama, perwakilan pemerintah daerah, hingga masyarakat umum. Momen ini seakan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan rumah ibadah bisa menjadi wadah persatuan, bukan sekadar simbol keagamaan.

Dihadiri Tokoh Lintas Sektor

Prosesi dimulai dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh tokoh lintas iman. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Malang, H. Sanusi, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Danramil Dau, Kapolsek Dau, Panglima Divisi, Kasrem, dan tokoh masyarakat. Perwakilan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh Hindu, Camat Dau, dan Kepala Desa Kalisongo pun turut menyaksikan.

Kehadiran unsur lintas agama dan institusi pemerintahan ini menjadi penegas bahwa pembangunan GMS Malang Barat bukan hanya urusan jemaat, tetapi merupakan peristiwa penting bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang.

Visi Damai dan Kemanusiaan

Pendeta Filip Mantofa, gembala sidang GMS Malang Barat, menegaskan bahwa pembangunan ini tidak semata untuk kepentingan internal umat Kristen. Menurutnya, GMS ingin menjadi pusat pelayanan rohani dan sosial yang terbuka bagi siapa pun tanpa memandang latar belakang agama.

“Gereja ini kami bangun bukan hanya untuk orang Kristen, tetapi untuk menjadi tempat yang membawa damai, pengharapan, dan cinta kasih bagi seluruh masyarakat,” kata Pendeta Filip dengan penuh keyakinan.

Pernyataan ini mendapat sambutan hangat dari hadirin. Pesan universal tersebut seolah menjadi pengingat rumah ibadah, dalam bentuk apapun, dapat menjadi sumber kebaikan bersama.

Apresiasi dari Pemerintah

Bupati Malang, H. Sanusi, memberikan apresiasi penuh terhadap langkah GMS. Ia menilai, kehadiran gereja ini akan menjadi simbol baru kerukunan antarumat beragama di wilayahnya.

“Kami mendukung setiap inisiatif pembangunan tempat ibadah yang turut membangun karakter masyarakat yang rukun dan toleran,” tegas Sanusi dalam sambutannya.

Sanusi Pemerintah Kabupaten Malang berharap, gedung gereja baru ini kelak tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan pendidikan yang bermanfaat bagi seluruh warga.

Dukungan dari Legislator

Dukungan juga datang dari Ketua BAKN DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, MM, yang hadir mewakili Dapil V Malang Raya. Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan rasa terima kasih atas terlaksananya langkah awal pembangunan GMS.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama institusi pemerintahan yang telah mengizinkan kami melaksanakan pembangunan ini,” kata Andreas.

Baginya, proses ini adalah contoh baik bagaimana sinergi antara jemaat, pemerintah, dan masyarakat luas dapat menciptakan suasana harmonis.

Simbol Toleransi dan Persatuan

Pembangunan GMS Malang Barat diharapkan Andreas selesai dalam beberapa tahun ke depan. Saat rampung, gedung ini akan difungsikan sebagai pusat kegiatan ibadah, sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.

“Di tengah dinamika kehidupan berbangsa, langkah GMS dan dukungan pemerintah serta lintas agama ini menjadi oase kerukunan. Ground breaking ini bukan hanya menandai dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga membangun jembatan persaudaraan yang kokoh di Malang Raya,” pungkas. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *