Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Jakarta Mencekam, Polisi dan Massa Bentrok Hingga Dini Hari

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Demonstrasi besar-besaran yang pecah di depan Polda Metro Jaya pada Jumat (29/8/2025) malam berubah menjadi kericuhan panjang hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari. Ketegangan yang awalnya berlangsung di sekitar Jalan Gatot Subroto itu akhirnya mereda menjelang pagi, meski sejumlah titik di Jakarta masih diwarnai aksi perlawanan massa.

Polisi Bergerak Kendalikan Situasi

Sekitar pukul 03.33 WIB, aparat kepolisian mulai bergerak keluar dari gerbang Polda Metro Jaya. Petugas tampak sigap memadamkan beberapa titik api yang sebelumnya menyala akibat aksi pelemparan bom molotov dan benda terbakar lainnya. Sejumlah massa berhasil diamankan dan langsung digiring masuk ke dalam Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

Meski upaya pengendalian dilakukan, hingga pukul 05.30 WIB masih terjadi lemparan batu dan petasan ke arah aparat yang berjaga. Situasi ini membuat polisi tetap siaga penuh di pintu masuk Polda Metro, memastikan kericuhan tidak kembali meluas.

Kerusuhan Meluas ke Berbagai Titik Jakarta

Tidak hanya di depan Polda Metro, kerusuhan juga menjalar ke beberapa wilayah di Jakarta Timur. Sejumlah kantor polisi menjadi sasaran kemarahan massa. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, mengungkapkan bahwa setidaknya lima Polsek menjadi target serangan, yakni Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, dan Cipayung.

Aksi anarkis itu tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga membakar kendaraan. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, menyebut ada tujuh kendaraan yang hangus terbakar akibat amukan massa.

“Mobil yang dibakar, dua truk, satu ambulance, satu kijang pick up, satu elf, dan dua double cabin,” jelasnya.

Bom Molotov dan Petasan Hujani Polres Jaktim

Kondisi di Polres Metro Jakarta Timur bahkan sempat sangat mencekam. Alfian menjelaskan, massa melancarkan serangan dengan bom molotov hingga ratusan kali. Ledakan petasan dan lemparan batu terus menghujani aparat yang bertahan di markas kepolisian tersebut.

“Molotov berkali-kali, hampir 100 kali sampai kita padamkan terus. Petasan juga dilempar, begitu pula batu. Api sempat merembet karena lemparan molotov dan petasan,” ujarnya.

Meski begitu, aparat kepolisian tetap berupaya memukul mundur massa tanpa meninggalkan posisinya. Situasi yang sempat tak terkendali akhirnya perlahan bisa dikendalikan menjelang pagi hari.

Kondisi Mulai Terkendali

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian, memastikan kondisi mulai berangsur terkendali pada Sabtu pagi. Massa yang sebelumnya bertahan di sejumlah titik akhirnya memilih membubarkan diri. Polisi tetap menyiagakan pasukan untuk mengantisipasi adanya perlawanan susulan atau provokasi lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah ruas jalan di Jakarta Timur masih dijaga ketat aparat. Sisa-sisa puing kendaraan terbakar dan bekas ledakan petasan tampak berserakan di sekitar lokasi kerusuhan.

Catatan Ketegangan Ibukota

Aktivis Jakarta, Mike, menuturkan kericuhan yang berlangsung lebih dari enam jam ini menjadi catatan serius bagaimana kemarahan massa bisa meluas dan melumpuhkan keamanan di beberapa titik ibukota. Pertanyaan besar pun muncul: bagaimana awal mula kericuhan ini dapat menyebar dengan cepat ke banyak lokasi, dan apa langkah tegas aparat ke depannya?

“Meski situasi mulai pulih, suasana Jakarta masih terasa mencekam. Warga berharap aparat bisa memastikan keamanan dan mencegah agar kericuhan serupa tidak kembali terjadi,” tandasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *