Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Mastilizal Aye: Renungan Suci Harus Dimaknai dengan Kepedulian kepada Anak Pejuang

  • Bagikan
banner 468x60

PADANG,Koneksi.com — Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH., menegaskan bahwa Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial(17/08/26).

 

Pernyataan tersebut disampaikan Mastilizal Aye setelah mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji, Senin dini hari, 17 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran dan dihadiri unsur Forkopimda serta pimpinan OPD Pemerintah Kota Padang.

 

Menurut Mastilizal Aye, momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat agar jasa para pahlawan dan pejuang kemerdekaan diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat.

 

“Bagi saya ini sekaligus ziarah, karena di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji ini juga dimakamkan ayah saya,” ujar Mastilizal Aye.

 

Ia secara khusus mendorong Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian kepada anak-anak pahlawan dan pejuang kemerdekaan yang saat ini berada dalam kondisi kurang mampu.

 

Mastilizal Aye menilai masih adanya anak kurang mampu yang tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya merupakan persoalan bersama yang perlu mendapatkan perhatian.

 

Menurutnya, kepedulian tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pengusaha dan anggota DPRD.

 

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengisi kemerdekaan dengan bekerja secara maksimal sesuai profesi masing-masing. Ia menyoroti pentingnya menghindari pungutan liar, parkir liar, serta kelalaian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

Mastilizal Aye berharap kemerdekaan dapat benar-benar dirasakan seluruh masyarakat. Menurutnya, tidak boleh ada masyarakat miskin yang kesulitan mendapatkan pengobatan, anak yang terpaksa putus sekolah karena biaya, maupun orang tua yang masih tinggal di tempat yang tidak layak.

 

Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang dan dukungan kepada atlet berprestasi agar tidak berhenti berprestasi hanya karena persoalan biaya.

 

“Sesungguhnya kemerdekaan itu, ketenangan ketika beraktivitas,” tegasnya.

 

Dengan demikian, menurut Mastilizal Aye, penghormatan terhadap para pahlawan tidak cukup hanya dilakukan melalui apel dan renungan, tetapi harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang baik, kepedulian sosial, serta upaya memastikan masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman dan memperoleh kesempatan yang layak.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *