Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Rumah Hakim Tipikor Medan Terbakar Saat Sidang Kasus Korupsi PUPR

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Kebakaran misterius melanda rumah Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Medan, Khamozaro Waruwu, pada Selasa (4/11/2025). Peristiwa itu terjadi di saat sang hakim tengah memimpin sidang perkara korupsi besar yang menyeret eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting, dan menyinggung nama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Rumah yang berada di Komplek Taman Harapan Indah, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, itu terbakar hebat sekitar tengah hari. Api melalap bagian ruang kerja rumah dan sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar.

Kepala Polsek Sunggal, Komisaris Bambang Gunanti Hutabarat, membenarkan bahwa rumah tersebut milik Hakim Khamozaro Waruwu.

“Benar, rumah yang terbakar dihuni oleh hakim Khamozaro Waruwu. Bagian yang terbakar adalah ruang kerja. Kejadian sekitar tengah hari,” ujarnya kepada iKoneksi.com.

Polisi kini dikatakan Bambang tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Namun hingga Selasa malam, penyebab pasti belum bisa disimpulkan, termasuk taksiran kerugian akibat insiden itu.

Api Melalap Ruang Kerja, Penghuni Tak Ada di Rumah

Koordinator Pusat Pengendali Operasi BPBD Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, juga mengonfirmasi kejadian tersebut.

“Objek yang terbakar satu unit rumah permanen, dengan bagian yang terdampak sekitar 40 persen. Tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

BPBD menerima laporan kebakaran itu dan segera berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan. Sejumlah armada dikerahkan untuk memadamkan api yang sudah membesar.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.18 WIB, dibantu warga sekitar,” katanya.

Kebakaran ini terjadi saat Khamozaro Waruwu tengah berada di ruang sidang. Ia sedang memimpin jalannya persidangan korupsi proyek pembangunan jalan di Padang Lawas Utara senilai lebih dari Rp150 miliar. Proyek itu menjerat Topan Ginting dan dua terdakwa lain dari pihak swasta.

Sidang yang Menguak Jejak Korupsi dan Pergeseran Anggaran

Dalam sidang yang dipimpin Khamozaro Waruwu, majelis hakim menggali lebih dalam soal dugaan korupsi pembangunan dua ruas jalan: Sipiongot–Batas Labuhan Batu dan Hutaimbaru–Sipiongot. Nilai total proyek mencapai Rp165 miliar, namun proyek tersebut tidak tercantum dalam APBD Sumut 2025.

Khamozaro dengan tegas menyebut akan mempelajari adanya mens rea atau niat jahat dalam pergeseran anggaran antar-dinas di Pemerintah Provinsi Sumut yang menjadi sumber pendanaan proyek tersebut.

Ia bahkan sempat menegur keras saksi dari Dinas PUPR Sumut yang mencoba mengelak soal kunjungan Gubernur Sumut ke lokasi proyek.

“Saudara saksi jangan bohong. Itu bukan off-road, tapi survei jalan yang akan ditender,” tegas Waruwu dalam sidang 15 Oktober 2025 lalu.

Dalam persidangan lain, jaksa KPK Eko Wahyu memaparkan kejanggalan dalam proses tender proyek. Ia menyebut pemenang tender sudah diumumkan pada 26 Juni 2025, padahal dokumen perencanaan baru masuk akhir Juli 2025.

“Proses ini sangat cepat dan tidak lazim. Proyek tersebut bukan Proyek Strategis Nasional, sehingga seharusnya melalui perencanaan matang,” kata Eko.

Api dan Aroma Tekanan: Dugaan Motif di Balik Kebakaran

Kebakaran di rumah hakim yang tengah menangani perkara besar ini memunculkan beragam spekulasi di publik. Apalagi, ruangan yang terbakar disebut-sebut sebagai ruang kerja pribadi Waruwu, tempat ia biasa menyimpan dokumen penting.

Meski polisi belum menyimpulkan adanya unsur kesengajaan, sejumlah pihak menilai kebakaran ini terjadi di momen yang janggal. Ketua Komisi Yudisial (KY) bahkan segera mengirim tim ke Medan untuk memastikan keamanan sang hakim dan memantau penyelidikan kasus tersebut.

KY juga mendorong pembentukan polisi khusus pengadilan untuk memberikan perlindungan kepada hakim-hakim yang menangani perkara besar dan sensitif.

“Kami prihatin atas kejadian ini dan menekankan pentingnya keamanan bagi para penegak hukum,” ujar juru bicara KY.

Sidang Korupsi yang Menyentuh Elite Daerah

Kasus yang ditangani Waruwu tidak hanya menyeret nama pejabat Dinas PUPR, tetapi juga menyentuh lingkar kekuasaan di Sumatera Utara. Dalam sidang sebelumnya, sejumlah saksi dari Dinas PUPR mengakui adanya pergeseran anggaran lintas dinas yang digunakan untuk proyek jalan tersebut.
Waruwu bahkan meminta agar Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Pj Sekda Effendy Pohan dihadirkan di persidangan untuk menjelaskan dasar hukum pergeseran anggaran yang disebut dilakukan hingga enam kali.

“Semua orang sama di depan hukum. Jangan takut kehilangan jabatan, takutlah kepada Tuhan,” ucap Waruwu tegas di ruang sidang.

Kebakaran rumah Hakim Khamozaro Waruwu kini menjadi perhatian luas. Di tengah upaya membongkar dugaan korupsi besar yang melibatkan pejabat daerah, munculnya peristiwa ini menambah aroma ketegangan dan misteri. Polisi berjanji akan menuntaskan penyelidikan penyebab kebakaran, sementara publik terus menanti—apakah api ini sekadar musibah, atau isyarat tekanan terhadap penegakan hukum di Sumatera Utara.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *