google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Basarah dan Saifuddin Sepakat: SDM Unggul Tak Bisa Ditunda

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Upaya mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur kembali ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk Transformasi Pendidikan Menuju SDM Unggul dan Kompetitif di Era Digital yang digelar Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Saifuddin Zuhri, di Hotel Mirable, Ahad (16/11/2025). Acara strategis ini turut dihadiri Anggota DPR RI Dapil Malang Raya sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI, Dr. Ahmad Basarah, yang hadir memberikan perspektif nasional mengenai masa depan pendidikan Indonesia di tengah persaingan global.

Sosialisasi ini menjadi ruang dialog penting antara legislator dan masyarakat, terutama para pendidik dan pemerhati pendidikan yang hadir memenuhi ruangan. Sejak awal, Saifuddin Zuhri menegaskan transformasi pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar bangsa mampu bertahan di era digital yang penuh disrupsi.

“Di era modern, setiap detik dunia berubah. Pendidikan tidak boleh berjalan lambat. Kita harus memastikan SDM kita tidak hanya cerdas, tetapi juga kompetitif dan adaptif terhadap teknologi,” kata Saifuddin dalam pembukaannya.

Ia menyoroti tantangan pendidikan masa kini jauh lebih kompleks dibanding satu dekade lalu. Teknologi informasi berkembang pesat, dunia kerja berubah drastis, dan kebutuhan kompetensi meningkat tajam. Karena itu, transformasi pendidikan harus menyentuh seluruh aspek: metode pembelajaran, kurikulum, riset, sikap kritis, karakter, hingga literasi digital.

Saifuddin menekankan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pola lama yang berpusat pada hafalan. Generasi muda harus dibekali kemampuan problem solving, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, hingga kecakapan teknologi.

“Hal ini sejalan dengan tujuan mencetak SDM unggul yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga global,” seru Saifuddin.

Kehadiran Ahmad Basarah dalam acara ini memberikan dimensi politik nasional yang memperkuat arah kebijakan pendidikan Indonesia. Dalam pemaparannya, Basarah menekankan percepatan transformasi pendidikan hanya bisa dicapai melalui sinergi tiga pilar yaitu pemerintah, legislatif, dan masyarakat.

“Masa depan bangsa tidak bisa hanya ditopang oleh pembangunan fisik. Yang paling penting adalah pembangunan manusia. Pendidikan yang berkualitas adalah fondasi utama peradaban,” ucap Basarah.

Ia mengingatkan Indonesia dan dunia saat ini memasuki fase persaingan keterampilan, bukan lagi sekadar persaingan sumber daya alam. Negara-negara yang mampu mengembangkan kompetensi warganya akan menjadi pemain utama dalam percaturan global. Karena itu, transformasi pendidikan tidak boleh setengah-setengah.

Basarah juga membahas dinamika sistem pendidikan nasional, termasuk pentingnya akses pendidikan melalui program-program afirmasi seperti PIP dan KIP yang telah lama ia perjuangkan ketika berada di Komisi X DPR RI. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal akses pendidikan itu, sekalipun kini bertugas di Komisi XIII.

“Saya pastikan perjuangan pendidikan tetap berjalan. Karena pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, bukan hak yang bisa dinegosiasikan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar wacana, tetapi agenda besar yang membutuhkan keberanian, konsistensi, dan dukungan kebijakan yang jelas. Perubahan kurikulum, peningkatan kualitas guru, pemanfaatan teknologi, hingga pembangunan karakter merupakan pilar penting yang harus ditanamkan sejak dini.

Sosialisasi ini juga menyoroti urgensi penguasaan literasi digital sebagai keterampilan dasar abad 21. Saifuddin menyampaikan era digital tidak hanya membuka peluang, tetapi juga membawa resiko baru seperti hoaks, kejahatan siber, hingga rendahnya etika komunikasi daring jika tidak dibarengi pendidikan karakter yang kuat.

“Transformasi pendidikan berarti mempersiapkan generasi yang bukan hanya cerdas teknologi, tetapi juga bermoral, beretika, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” jelasnya.

Acara kemudian ditutup dengan dialog interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan dan harapan mulai dari peningkatan fasilitas pembelajaran, penguatan kurikulum berbasis digital, hingga pemerataan akses pendidikan di daerah. Baik Saifuddin maupun Basarah menegaskan komitmen mereka untuk mengawal aspirasi itu melalui jalur legislasi dan kerja sama lintas lembaga.

“Kegiatan sosialisasi ini bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi momentum penting untuk menegaskan kembali arah transformasi pendidikan Jawa Timur menuju SDM unggul, adaptif, dan kompetitif di tengah derasnya arus digitalisasi. Dengan kolaborasi yang serius antara daerah dan pusat, masa depan pendidikan yang lebih progresif semakin dekat untuk diwujudkan,” pungkas Saifuddin.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *