google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dinas Pendidikan Kota Batu Perkuat Implementasi Pancasila, Pelajar Dibentengi Literasi Digital dan Karakter

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Batu terus memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar sebagai upaya membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan era digital. Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai program pendidikan, sosial, hingga pembinaan karakter yang diterapkan sejak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai teori di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari para siswa baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Menurutnya, penguatan nilai Pancasila di Kota Batu dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni kurikulum pendidikan, literasi demokrasi, dan kegiatan sosial yang melibatkan siswa secara langsung.

“Implementasi nilai-nilai Pancasila harus terus dibiasakan sejak dini. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya memahami makna Pancasila, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Alfi.

Pada aspek pendidikan, sekolah-sekolah di Kota Batu secara aktif mengintegrasikan nilai Pancasila dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan adalah memberikan ruang bagi siswa untuk belajar berdemokrasi melalui pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi pelajar untuk memahami proses demokrasi secara langsung, mulai dari penyampaian visi-misi, kampanye, hingga proses pemungutan suara yang jujur dan adil.

“Tak hanya itu, implementasi sila kelima Pancasila tentang keadilan sosial juga diwujudkan melalui berbagai program bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu. Sejumlah sekolah bahkan menerapkan pola subsidi silang untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan pendidikan yang setara tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga,” jelas Alfi.

“Prinsip keadilan sosial harus dirasakan seluruh siswa. Karena itu berbagai bentuk dukungan pendidikan terus diberikan agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan,” sebut dia.

Selain pendidikan formal, nilai gotong royong dan kepedulian sosial juga ditanamkan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan. Para pelajar dilibatkan dalam aksi kebersihan lingkungan, program sekolah alam, kegiatan sosial, hingga kampanye wisata ramah lingkungan yang menjadi salah satu identitas Kota Batu.

“Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami pentingnya kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong sebagai salah satu nilai utama bangsa Indonesia,” terang Alfi.

Namun di tengah berbagai upaya tersebut, tantangan implementasi nilai Pancasila juga semakin kompleks. Alfi menyoroti maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dengan cepat menyebar melalui media sosial dan platform digital yang banyak digunakan kalangan pelajar.

Fenomena tersebut dinilai ia menjadi tantangan serius karena dapat memengaruhi cara berpikir generasi muda jika tidak dibarengi dengan kemampuan literasi yang memadai.

“Untuk menjawab tantangan itu, Dinas Pendidikan Kota Batu mulai memperkuat literasi digital berbasis nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn),” ungkapnya.

Program tersebut dirancang untuk membentuk siswa yang kritis dalam menerima informasi, mampu memilah fakta dan opini, serta bijak dalam menggunakan teknologi digital.

“Kami ingin generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks dan informasi yang menyesatkan. Karena itu literasi digital yang berlandaskan nilai Pancasila menjadi sangat penting untuk diperkuat,” tegas Alfi.

Selain itu, program penguatan karakter juga terus diperluas di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP. Kegiatan keagamaan, pembelajaran praktik ibadah, serta pembinaan moral menjadi bagian penting dalam membentuk karakter religius yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Batu berharap Pancasila tidak hanya menjadi simbol atau hafalan di sekolah, tetapi benar-benar tumbuh menjadi budaya yang hidup di tengah generasi muda,” beber Alfi.

“Dengan fondasi karakter yang kuat, literasi digital yang baik, serta kepedulian sosial yang tinggi, pelajar Kota Batu diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tukas Alfi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *