Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

ASDP Bangka Bantah Terlibat Jalur Mafia BBM Subsidi

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Bangka, iKoneksi.com – Manajemen ASDP Cabang Bangka akhirnya angkat bicara setelah muncul dugaan bahwa jalur penyeberangan kapal feri rute Tanjung Api-api, Tanjung Kalian Mentok dimanfaatkan sindikat mafia BBM subsidi. Isu tersebut mengemuka setelah aparat kepolisian mengungkap penimbunan besar-besaran BBM subsidi di Kabupaten Bangka yang diduga melibatkan kendaraan yang melintas lewat jalur penyeberangan tersebut.

ASDP Tegaskan Tidak Terlibat Pengaturan Muatan

General Manager ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo Upandika, menegaskan bahwa pengaturan kendaraan dan muatan di Pelabuhan Tanjung Api-api bukan bagian dari kewenangan ASDP. Melalui rilis resmi yang diterima Babelupdate.com, Rabu (19/11/2025), Agustinus menyampaikan operasional pelabuhan tersebut berada di bawah instansi lain.

“Pengelolaan operasional Pelabuhan Tanjung Api-Api berada di bawah kewenangan instansi lain, sehingga pengaturan kendaraan dan muatan tidak berada dalam lingkup ASDP,” kata Agustinus.

Ia juga menegaskan dukungan penuh ASDP terhadap langkah penegak hukum dalam mengusut dugaan pengangkutan BBM subsidi ilegal tersebut.

Tekankan Prosedur Keselamatan dan Koordinasi

ASDP menyebut seluruh layanan penyeberangan yang mereka kelola berjalan sesuai prosedur keselamatan. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan regulator bila terdapat indikasi pelanggaran, termasuk dalam hal dokumen dan jenis muatan kendaraan.

“Pemeriksaan jenis muatan maupun kelengkapan dokumen kendaraan merupakan kewenangan regulator dan instansi terkait, bukan ASDP,” jelas Agustinus.

Pengungkapan 42.000 Liter BBM Subsidi

Dugaan pemanfaatan jalur penyeberangan ini mencuat setelah polisi menggerebek gudang penimbunan BBM subsidi tanpa dokumen sah di Dusun Bukit Bangkadir, Desa Riding Panjang, Belinyu, Sabtu dini hari (15/11/2025). Dari lokasi itu, polisi menyita sekitar 42.000 liter BBM subsidi serta sejumlah truk dan mobil tangki milik PT Bangka Perkasa Energy.

Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, menyampaikan bahwa dua truk modifikasi yang mengangkut BBM ilegal tersebut berasal dari Provinsi Sumatra Selatan. Truk-truk itu diduga menyeberang melalui rute Tanjung Api-api – Tanjung Kalian Mentok, sebelum menuju gudang penampungan di Bangka.

“BBM ini berasal dari Sumatera Selatan, diangkut menggunakan dua unit truk modifikasi sampai ke gudang itu,” ujar Fauzan.

Kendaraan Berpelat BG Disita

Fauzan menuturkan pantauan lapangan menunjukkan dua truk Fuso dan dua mobil tangki milik PT Bangka Perkasa Energy kini telah diamankan di parkiran Ditreskrimsus Polda Babel. Semua kendaraan itu berpelat BG Palembang, memperkuat dugaan alur distribusi berasal dari luar Pulau Bangka.

“Dalam operasi tersebut, polisi menyita puluhan ribu liter BBM, mobil tangki, hingga truk yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar,” terangnya.

“Kasus ini menyingkap dugaan praktik penyelundupan BBM subsidi lintas provinsi yang memanfaatkan jalur penyeberangan laut. Sementara itu, ASDP menegaskan posisinya: mendukung penegakan hukum, namun menolak anggapan bahwa pengaturan muatan kapal berada dalam kewenangannya,” pungkasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *