Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Warga Pati Siap “Kemping” di Depan DPR, Aksi 27 Agustus Mulai Jadi Sorotan

  • Bagikan
WARGA PATI GERUDUK KPK: Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengikuti aksi damai di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/9/2025). Mereka menuntut KPK menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pembangunan jalur kereta api pada lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2018-2022. MI/Usman Iskandar
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026) mulai mendapat perhatian. Sejumlah warga Pati bahkan telah tiba di Jakarta dan mendirikan posko serta dapur umum sebagai persiapan untuk mengawal aksi tersebut.

Koordinator AMPB Supriyono alias Botok mengatakan AMPB berencana menggelar aksi untuk mendesak DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Massa juga membawa tuntutan terkait pemberantasan korupsi, termasuk dorongan agar pelaku korupsi mendapatkan hukuman yang lebih berat.

“Massa akan mendirikan posko dan menginap di sekitar Gedung DPR RI hingga pelaksanaan aksi utama pada Kamis (27/8/2026)

Langkah tersebut menurut Botok membuat isu rencana demonstrasi semakin ramai diperbincangkan, terutama setelah sejumlah pihak di Jakarta memberikan respons terhadap rencana kedatangan massa dari Pati.

Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi Muhammad Rifki alias Eki Pitung meminta masyarakat Pati tidak datang ke Jakarta dalam jumlah besar. Ia mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas ibu kota.

“Tolong jaga diri. Tahan diri masyarakat Pati, jangan terpancing kelompok-kelompok yang ingin masuk ke Tanah Betawi, ke Jakarta, ingin demo, ingin aksi,” tutur dia

Meski demikian, Botok menegaskan rencana aksi tersebut ditujukan untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Ia mengatakan tuntutan utama mereka adalah mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset yang dinilai penting dalam upaya pemberantasan korupsi.

Sementara itu, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengimbau agar aksi pada Kamis (27/8/2026) berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat Jakarta. Ia meminta massa AMPB menyampaikan aspirasi secara damai serta tidak melakukan tindakan anarkis.

“Kedatangan massa dari luar Jakarta menjelang aksi tersebut menjadi perhatian karena Gedung DPR RI berada di kawasan pusat aktivitas masyarakat dan memiliki akses lalu lintas yang cukup padat,” ucap Fernando.

Hingga saat ini, rencana aksi 27 Agustus masih menjadi agenda yang akan datang. Karena itu, informasi mengenai jumlah massa, kondisi aksi, maupun potensi kericuhan tidak seharusnya disimpulkan sebelum kejadian berlangsung.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *