Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Pharma City Diluncurkan, Warga Semarang Tak Perlu Lagi Keliling Cari Obat

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Semarang, iKoneksi.com – Warga Kota Semarang kini memiliki cara baru untuk mencari obat tanpa harus mendatangi satu per satu apotek. Pemerintah Kota Semarang meluncurkan Pharma City (Pelayanan Farmasi Apotek Terintegrasi Kota Semarang), sebuah platform digital yang memungkinkan masyarakat mengecek informasi ketersediaan obat secara real time.

Platform tersebut diluncurkan Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pelayanan Kefarmasian di Hotel MG Setos, Rabu (16/7/2026).

445 Apotek Terhubung dalam Satu Sistem

Pharma City dirancang untuk memangkas waktu masyarakat ketika membutuhkan obat. Melalui platform tersebut, warga dapat mengetahui lokasi apotek, mengecek ketersediaan obat, hingga berkonsultasi dengan apoteker. Saat ini, sebanyak 445 apotek di Kota Semarang telah terhubung dalam sistem digital tersebut.

Sekda Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan digitalisasi pelayanan kefarmasian merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah dan berpihak kepada masyarakat.

“Melalui Pharma City, warga tidak lagi mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau harus mendatangi beberapa apotek untuk mencari obat,” ujarnya.

Menurut Handi, akses informasi yang lebih cepat diharapkan membuat masyarakat dapat memperoleh layanan kefarmasian secara lebih efektif.

Bukan Sekadar Cari Obat

Pemkot Semarang menilai Pharma City tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat. Integrasi ratusan apotek dalam satu sistem juga diharapkan memperkuat tata kelola pelayanan kefarmasian. Pendataan, pelaporan hingga pengawasan dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Data yang terkumpul juga dapat menjadi dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan perizinan bagi pelaku usaha apotek.

“Dengan sistem terintegrasi, pemerintah juga memiliki instrumen yang lebih kuat untuk memantau mutu pelayanan serta keamanan peredaran obat,” tutur mantan Kepala Bapenda Kota Malang itu.

Handi menegaskan transformasi digital di sektor kesehatan tidak boleh berhenti pada penggunaan teknologi.

“Digitalisasi harus memastikan masyarakat memperoleh akses informasi yang mudah dan pelayanan yang berkualitas,” ucap dia.

Pemkot Gandeng Kemenkes hingga BPOM

Ia menuturkan pengembangan layanan tersebut turut dibarengi penguatan kapasitas tenaga kefarmasian. Pemkot Semarang menggandeng Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar POM Semarang, organisasi profesi serta pelaku usaha apotek. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan transformasi pelayanan kefarmasian berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan kualitas layanan.

“Dengan demikian, Pharma City diharapkan tidak sekadar menjadi platform pencari obat, tetapi bagian dari pembenahan ekosistem pelayanan kefarmasian di Kota Semarang,” lugasnya.

Diarahkan Terintegrasi SatuSehat

Pemkot Semarang juga menyiapkan pengembangan Pharma City ke tahap berikutnya. Sistem tersebut direncanakan terintegrasi dengan ekosistem digital kesehatan nasional, termasuk platform SatuSehat. Langkah itu diharapkan membuat layanan kefarmasian di Kota Semarang semakin modern, transparan dan mudah diakses.

“Peluncuran Pharma City sekaligus menunjukkan digitalisasi layanan kesehatan mulai diarahkan untuk menyelesaikan persoalan praktis yang dihadapi masyarakat: memperoleh informasi obat secara cepat, mengetahui lokasi apotek dan mendapatkan akses layanan kefarmasian tanpa harus membuang waktu berpindah-pindah tempat,” pungkas dia.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *