google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Unik! Pengurus PAC PDIP Dilantik Setelah Berangkat dari Lokasi Banjir, Macet hingga Tol Mangkrak

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Sidoarjo, iKoneksi.com – Pelantikan ratusan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sidoarjo periode 2026-2031 menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. Alih-alih berangkat dari kantor partai atau sekretariat, para kader justru memulai perjalanan menuju lokasi pelantikan dari sejumlah titik yang selama ini menjadi simbol keresahan masyarakat.

Prosesi unik tersebut mewarnai pelantikan 198 pengurus PAC dari 18 kecamatan yang berlangsung di Hall Fave Hotel Sidoarjo, Senin (18/5/2026) malam. Seluruh proses keberangkatan ditayangkan melalui layar besar di lokasi acara dan menjadi perhatian para tamu undangan.

Langkah itu bukan tanpa alasan. DPC PDI Perjuangan Sidoarjo sengaja memilih lokasi-lokasi yang merepresentasikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sebagai bentuk pesan politik bahwa kader partai harus lahir dan bekerja dari tengah persoalan rakyat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk mengingatkan kader terhadap berbagai persoalan yang masih membutuhkan perhatian dan solusi.

Dari Banjir Kedungbanteng hingga Tol Lapindo yang Jadi Arena Balap Liar

Hari menuturkan salah satu simbol yang paling mencuri perhatian datang dari PAC Tanggulangin. Belasan kader mengenakan seragam merah partai memulai keberangkatan dari Desa Kedungbanteng, wilayah yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai kawasan langganan banjir.

“Sementara itu, PAC Jabon memilih titik keberangkatan dari ruas Tol Lama Lapindo atau yang dikenal masyarakat sebagai Tol HK. Lokasi tersebut selama ini kerap digunakan anak-anak muda untuk balap liar karena minimnya fasilitas olahraga otomotif yang tersedia,” tutur dia.

Ia mengungkapkan pesan yang ingin disampaikan cukup jelas. Persoalan banjir dan minimnya ruang aktivitas positif bagi generasi muda dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan.

“Tidak hanya itu, sejumlah PAC di wilayah barat Sidoarjo seperti Tarik, Krian, dan Balongbendo memilih area persawahan sebagai titik kumpul sebelum pelantikan. Pilihan tersebut menjadi simbol keprihatinan terhadap semakin menyusutnya lahan pertanian produktif di Kabupaten Sidoarjo yang kini tersisa sekitar 12 ribu hektare,” tuturnya.

Kemacetan hingga Infrastruktur Mangkrak Jadi Sorotan Kader

Ia memaparkan aspirasi masyarakat juga tercermin dari lokasi keberangkatan PAC Gedangan dan PAC Buduran. Kader Gedangan memulai perjalanan dari kawasan perempatan Gedangan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di Sidoarjo.

“Sedangkan PAC Buduran memilih frontage road Buduran yang hingga kini belum tersambung secara optimal dan masih menjadi keluhan masyarakat terkait aksesibilitas serta konektivitas wilayah,” ucapnya.

“Melalui simbolisasi tersebut, para pengurus PAC diharapkan tidak hanya memahami persoalan rakyat dari laporan dan data, tetapi juga merasakan langsung kondisi yang terjadi di lapangan,” sambungnya.

Dalam pelantikan tersebut, Hari Yulianto melaporkan sebanyak 198 kader resmi dilantik sebagai pengurus PAC. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 orang atau 42 persen merupakan perempuan, sementara 75 kader atau 38 persen berasal dari kalangan generasi muda berusia di bawah 35 tahun.

Regenerasi Partai Diperkuat, Kader Diminta Terus Membersamai Rakyat

Selain pelantikan, DPC PDI Perjuangan Sidoarjo juga menyerahkan bibit tanaman sukun kepada seluruh PAC untuk ditanam di wilayah masing-masing. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan dan diversifikasi sumber pangan alternatif selain beras.

Disisi lain, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengapresiasi tingginya keterlibatan generasi muda dalam struktur kepengurusan partai periode kali ini.

“Ini menunjukkan proses regenerasi berjalan baik. Anak-anak muda diberi ruang untuk memimpin. Kader senior kami harapkan tetap mendampingi dan menjadi sumber pengalaman bagi generasi penerus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno, menegaskan pelantikan bukanlah akhir dari proses perjuangan politik, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat.

“Setelah dilantik, kader harus segera bekerja. Terus turun membersamai rakyat dan jangan pernah lelah memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tekan Puti di hadapan ratusan kader yang hadir.

Pelantikan dengan konsep berbeda tersebut menjadi simbol bahwa kerja politik tidak boleh jauh dari persoalan warga.

“Dari banjir, kemacetan, lahan pertanian yang menyusut hingga fasilitas publik yang belum tuntas, seluruhnya menjadi pengingat bahwa kader partai harus hadir di titik-titik keresahan masyarakat,” tandas Puti.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *