google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hari Lahir Pancasila, Oki Teger Minta Generasi Muda Pahami Ideologi Bangsa dan Bukan Sekadar Seremonial

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Serdang Bedagai, iKoneksi.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni dinilai tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan semata. Generasi muda harus mampu memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari dunia pendidikan, olahraga, ekonomi, hingga kehidupan sosial bermasyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bendahara DPC PDI Perjuangan Deli Serdang, Oki Teger Mahatidana Bangun, saat menyoroti tantangan implementasi Pancasila di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks.

Menurut Oki, selama ini pemahaman Pancasila di kalangan generasi muda masih cenderung bersifat simbolik. Banyak yang hanya mengenal lima sila sebagai hafalan tanpa memahami esensi dan relevansinya sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup berbangsa.

“Pancasila jangan hanya dipahami sebagai simbol atau seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Oki.

Ia menjelaskan, lahirnya Pancasila melalui gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, merupakan jawaban atas kebutuhan bangsa Indonesia untuk tetap bersatu di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan. Karena itu, nilai persatuan, gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

“Pancasila tidak berbicara soal ras atau suku tertentu. Pancasila mengajarkan persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai-nilai inilah yang harus terus hidup dalam kehidupan generasi muda,” tutur dia.

Era Digital Jadi Tantangan Baru

Oki menilai tantangan terbesar dalam mengaktualisasikan Pancasila saat ini datang dari perkembangan teknologi digital. Banjir informasi yang tidak diimbangi kemampuan literasi yang baik berpotensi memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Fenomena hoaks, polarisasi sosial, hingga konten yang memecah belah masyarakat menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama,” sebut alumnus GMNI itu.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi tersebut, Pancasila harus kembali ditempatkan sebagai benteng moral sekaligus pedoman dalam menyaring berbagai informasi yang beredar di ruang digital.

“Yang menjadi tantangan hari ini adalah bagaimana ideologi kita menghadapi perkembangan zaman digital. Informasi datang begitu cepat dan tidak semuanya membawa nilai-nilai yang baik,” tegasnya.

Ia mencontohkan, implementasi Pancasila tidak hanya berlaku dalam kehidupan bernegara, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk olahraga, dunia usaha, kompetisi, maupun hubungan sosial antarwarga.

“Bagaimana Pancasila diterapkan dalam sepak bola, dalam berwirausaha, dalam berkompetisi, hingga dalam kehidupan bermasyarakat. Itu yang harus dipahami generasi muda,” ucap dia.

Partai Politik Harus Hadir di Tengah Rakyat

Selain menyoroti pentingnya penguatan ideologi Pancasila, Oki juga mengingatkan bahwa partai politik harus mampu hadir dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap partai politik hanya dapat terbangun apabila partai mampu memperjuangkan kepentingan rakyat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Ia menilai masih banyak persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari akses pendidikan, persoalan ekonomi, hingga konflik sosial yang muncul di berbagai daerah.

“Karena itu, PDI Perjuangan terus mendorong seluruh kadernya untuk aktif turun ke masyarakat, mendengar langsung aspirasi warga, dan memperjuangkan kebutuhan rakyat melalui jalur politik maupun kebijakan publik. Partai politik tidak akan dianggap sebagai wadah aspirasi rakyat jika tidak menjalankan program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” bebernya.

Menurut Oki, kehadiran partai politik tidak boleh hanya terlihat menjelang pemilu. Partai harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi rakyat.

“Karena itu kader-kader PDI Perjuangan selalu didorong untuk turun ke bawah, mendengar kebutuhan rakyat, dan memperjuangkannya melalui jalur-jalur yang ada,” lugasnya.

Momentum Hari Lahir Pancasila, lanjutnya, harus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak cukup diperingati, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *