Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

KDKMP Pematangsiantar: Kendaraan dan Fasilitas Menunggu Pembangunan 100 Persen

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Penyaluran kendaraan dan fasilitas pendukung untuk program KDKMP di Kota Pematangsiantar belum dilakukan serentak. Pemerintah memilih menyesuaikan distribusi fasilitas dengan progres pembangunan di masing-masing lokasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pematangsiantar, Herbet Aruan, mengatakan untuk tahap awal fasilitas akan disalurkan ke dua lokasi, yakni Tomuan dan Marihat Jaya. Sementara itu, masih ada delapan lokasi lain yang harus menunggu tahapan berikutnya hingga pembangunan fisik dinyatakan selesai.

Pembangunan 100 Persen Jadi Syarat

Herbet menjelaskan penyaluran kendaraan beserta perlengkapan pendukung dilakukan setelah pembangunan fasilitas KDKMP di setiap lokasi rampung sepenuhnya. Kebijakan tersebut mengikuti arahan Presiden agar fasilitas tidak didatangkan sebelum lokasi benar-benar siap digunakan.

“Untuk fasilitas KDKMP terkait kendaraan dan perlengkapan pendukung lainnya, penyalurannya dilakukan secara bertahap. Untuk saat ini dua lokasi dulu, yaitu Tomuan dan Marihat Jaya,” ujar Herbet.

Menurutnya, setelah pembangunan mencapai 100 persen, kendaraan dan fasilitas pendukung akan segera didatangkan. Dengan skema tersebut, fasilitas yang diberikan diharapkan dapat langsung dimanfaatkan tanpa harus menunggu penyelesaian pekerjaan fisik di lokasi.

Delapan Lokasi Masih Menunggu

Herbet membeberkan dari sejumlah lokasi yang masuk dalam program KDKMP, terdapat delapan lokasi yang belum mendapatkan kendaraan dan fasilitas pendukung. Herbet mengatakan kondisi tersebut bukan karena fasilitas tidak tersedia, melainkan karena pembangunan di lokasi-lokasi tersebut belum seluruhnya selesai.

“Pemerintah akan menyesuaikan waktu penyaluran dengan progres pembangunan masing-masing lokasi. Setelah pembangunan dinyatakan selesai, fasilitas tersebut akan langsung didatangkan sehingga lokasi sudah siap digunakan secara penuh,” jelasnya.

“Artinya, lokasi yang lebih cepat menyelesaikan pembangunan akan lebih dahulu menerima kendaraan dan perlengkapan pendukung,” lanjut dia.

Progres Pembangunan Berbeda-beda

Ia menegaskan perbedaan waktu penyaluran tidak terlepas dari progres pembangunan yang tidak sama di setiap lokasi. Saat ini, terdapat lokasi yang progres pembangunannya baru sekitar 40 persen. Ada pula yang telah mencapai 60 persen hingga 80 persen.

Menurut Herbet, perbedaan tersebut terjadi karena waktu dimulainya pembangunan masing-masing lokasi tidak bersamaan. Sebagian lokasi telah memulai pembangunan lebih awal, sementara lokasi lainnya baru masuk tahap pembangunan setelahnya.

“Karena itu, pemerintah tidak menerapkan penyaluran fasilitas secara serentak,” lugas dia.

Tunggu Rampung, Baru Fasilitas Didatangkan

Herbet menegaskan kendaraan dan fasilitas pendukung akan mengikuti perkembangan pembangunan. Setelah sebuah lokasi dinyatakan selesai 100 persen, fasilitas akan segera menyusul. Skema tersebut dinilai lebih efektif karena kendaraan dan perlengkapan dapat langsung ditempatkan di lokasi yang sudah siap beroperasi.

“Dengan demikian, delapan lokasi yang masih menunggu tidak serta-merta berarti program berhenti. Penyaluran hanya menunggu pembangunan fisik mencapai tahap akhir. Pemerintah Kota Pematangsiantar memastikan distribusi fasilitas akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan setiap lokasi. Dua lokasi yang telah diprioritaskan menjadi tahap awal, sedangkan lokasi lainnya akan mengikuti setelah pekerjaan pembangunan dinyatakan selesai,” pungkas dia.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *