google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dokter Garut Cabul Ditangkap Usai Video Viral

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Garut, iKoneksi.com – Seorang dokter kandungan berinisial MSF, yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasien wanita hamil di sebuah klinik di Kabupaten Garut, telah ditangkap aparat kepolisian. Penangkapan tersebut dilakukan pada Selasa, (15/4/2025), menyusul laporan dan desakan masyarakat setelah rekaman CCTV tindakan bejat itu viral di media sosial.

Penangkapan yang Mengakhiri Keresahan Publik

Kepala Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, membenarkan penangkapan pelaku. Tanpa banyak bicara, ia memastikan bahwa MSF kini sudah diamankan dan berada dalam proses pemeriksaan intensif oleh penyidik di Polres Garut.

“Sudah diamankan yang Garut ya. Diamankan di Garut,” kata Surawan saat dikonfirmasi, menegaskan pelaku sudah berada dalam pengawasan polisi.

Meskipun belum banyak detail yang diungkap oleh pihak kepolisian, Surawan memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, terlebih kasus ini menyangkut kepercayaan publik terhadap profesi medis yang seharusnya melindungi, bukan menyakiti.

Korban Mulai Muncul, Posko Aduan Dibuka

Kasus ini mulai terbuka ke publik setelah video dari kamera CCTV di dalam ruang praktik tersebar luas. Dalam video tersebut, tampak MSF tengah melakukan pemeriksaan USG kepada pasien wanita hamil. Namun, tindakan yang terlihat melewati batas profesionalitas, dengan tangan dokter tampak menyentuh bagian sensitif pasien, memicu kemarahan warganet dan membuat publik mendesak penegakan hukum yang tegas. Dari hasil penyelidikan awal, sudah ada dua korban yang melapor secara resmi melalui posko pengaduan khusus yang didirikan oleh Polres Garut bekerja sama dengan Polda Jawa Barat.

“Sementara baru dua yang sudah melapor,” jelas Surawan, membuka kemungkinan jumlah korban sebenarnya bisa lebih banyak.

“Posko ini diharapkan dapat memberikan ruang aman bagi para korban yang masih trauma dan takut melapor, mengingat posisi MSF sebagai tenaga medis yang sebelumnya memiliki otoritas dan kepercayaan dari pasien,” lanjutnya.

Rekaman Video Jadi Bukti Kunci

Viralnya video rekaman CCTV menurut Surawan menjadi bukti kunci dalam pengungkapan kasus ini. Banyak pihak menyebut rekaman itu sangat penting karena menunjukkan indikasi kuat terjadinya tindakan pelecehan di ruang tertutup, yang selama ini sulit dibuktikan tanpa saksi atau rekaman langsung.

“Tayangan yang menunjukkan tangan pelaku tidak hanya berada di sekitar perut lokasi standar pemeriksaan USG tetapi juga menjalar ke bagian atas tubuh pasien, menjadi sorotan utama netizen. Ribuan komentar memenuhi media sosial, mendesak kami segera menangkap pelaku dan menyelamatkan kemungkinan korban lainnya,” ungkap Surawan.

Desakan Penegakan Hukum Tegas

Kasus ini diungkapkan Surawan memantik kegelisahan masyarakat terhadap praktik-praktik pelecehan seksual terselubung dalam layanan kesehatan. Banyak kalangan, termasuk aktivis perlindungan perempuan dan anak, menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya, serta meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap klinik tempat MSF berpraktik.

“Kondisi ini juga menjadi alarm keras bagi institusi kesehatan untuk memperketat pengawasan, terutama di ruang praktik yang melibatkan pasien perempuan dan anak,” tegas Surawan.

Perlindungan Korban dan Pemulihan Trauma

Surawan mengungkapkan pihak kepolisian juga diharapkan menyediakan dukungan psikologis dan hukum kepada para korban, mengingat trauma yang ditimbulkan dari pelecehan semacam ini tidak bisa dipandang remeh.

‘Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Garut telah kami minta untuk bersinergi dalam penanganan korban yang melapor maupun yang masih memilih diam,” lugas Surawan.

Waspada dan Tegakkan Etika Medis

Kasus ini menurutnya membuka tabir kelam di balik praktik pelayanan medis yang mestinya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi pasien.

“Penangkapan MSF bukan hanya menjadi kabar baik bagi keadilan, tetapi juga peringatan keras bahwa kepercayaan publik terhadap dunia medis tidak boleh disalahgunakan,” tandas Surawan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *