Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Bahasa Indonesia Mendunia, UMM Siap Jadi Garda Diplomasi Kebahasaan

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com — Momen bersejarah terjadi di Sidang Umum UNESCO di Samarkand, Uzbekistan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menyampaikan pidato perdananya menggunakan Bahasa Indonesia. Langkah ini bukan sekadar kebanggaan nasional, tetapi juga simbol kuat bahwa bahasa persatuan kini benar-benar diakui dunia.

Bahasa Indonesia resmi bergema di panggung internasional, menjadi bahasa resmi ke-10 UNESCO. Momentum ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai bangsa yang aktif memperjuangkan keberagaman bahasa dan budaya dunia.

Pengakuan Dunia atas Bahasa Indonesia

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. M. Isnaini, M.Pd., menyebut pengakuan UNESCO ini bukan kejutan, melainkan hasil dari proses panjang diplomasi kebahasaan Indonesia.

Menurut Isnaini, pengakuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Resolusi 42 C/28 yang disahkan pada tahun 2023. Dalam resolusi itu, UNESCO menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 dalam organisasinya. Artinya, setiap dokumen resmi, forum, dan sidang di UNESCO kini bisa menggunakan Bahasa Indonesia secara sah.

“Langkah ini menunjukkan bahwa bahasa nasional kita telah mencapai level internasional. Ini bukan hanya simbol prestise, tapi juga tanggung jawab untuk terus mengembangkan Bahasa Indonesia di dunia global,” tuturnya.

UMM di Garis Depan Internasionalisasi Bahasa

UMM menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mengambil peran strategis dalam mendorong internasionalisasi Bahasa Indonesia. Isnaini menjelaskan, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di kampus tersebut berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya mahir dalam bidang kebahasaan, tetapi juga siap menjadi tenaga profesional pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Menurutnya, keberadaan program BIPA bukan sekadar sarana pembelajaran bahasa, melainkan juga bentuk nyata diplomasi budaya. Melalui BIPA, Indonesia bisa memperkenalkan nilai-nilai, sejarah, serta kearifan lokal kepada dunia.

“Diplomasi bahasa adalah instrumen penting dalam memperkuat citra bangsa di dunia internasional. Semakin banyak orang asing yang memahami Bahasa Indonesia, semakin besar pula peluang Indonesia untuk memperluas pengaruhnya di berbagai bidang,” ucap Isnaini.

Sinergi Kebijakan dan Pendidikan

Langkah UNESCO sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Dalam Pasal 44, ditegaskan pentingnya peningkatan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan.

UMM, lanjut Isnaini, menjadikan kebijakan tersebut sebagai pedoman dalam merancang kurikulum dan kegiatan akademik. Melalui penelitian, pelatihan, dan kerja sama internasional, kampus ini berupaya menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa diplomasi, budaya, dan ilmu pengetahuan.

“Kami ingin melahirkan tenaga pengajar yang tidak hanya bisa mengajarkan bahasa, tetapi juga mampu menjadi duta budaya bangsa. Lulusan UMM diharapkan bisa mengajar Bahasa Indonesia di luar negeri, baik melalui program pemerintah maupun kerja sama universitas internasional,” katanya.

Bahasa sebagai Identitas dan Kekuatan Bangsa

Isnaini menilai, pengakuan UNESCO terhadap Bahasa Indonesia juga mencerminkan meningkatnya minat dunia terhadap pembelajaran bahasa ini. Di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika, universitas mulai membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai bagian dari studi budaya Asia.

Selain itu, banyak komunitas diaspora Indonesia turut berperan aktif mempromosikan bahasa nasional di negara tempat mereka tinggal. Fenomena ini menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia bukan lagi sekadar alat komunikasi domestik, melainkan simbol identitas dan kebanggaan nasional di kancah global.

“Internasionalisasi Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga lembaga pendidikan seperti UMM. Kami akan terus memperkuat peran akademik dan diplomasi budaya melalui program BIPA,” tegas Isnaini.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan semangat optimisme, Isnaini menegaskan bahwa masa depan Bahasa Indonesia di dunia internasional akan semakin cerah. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga bahasa, dan pemerintah menjadi kunci utama agar diplomasi kebahasaan Indonesia terus berkembang.

Ia menutup dengan harapan, Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa ilmu pengetahuan dan diplomasi yang sejajar dengan bahasa-bahasa besar dunia seperti Inggris, Prancis, atau Arab.

“Ketika Bahasa Indonesia diucapkan di forum internasional, itu bukan sekadar bicara tentang kata dan kalimat, tetapi tentang jati diri bangsa. Dan kami di UMM siap berada di garis depan untuk memastikan semangat itu terus hidup,” pungkasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *