Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Banyu Biru: Kreativitas Adalah Masa Depan Ekonomi Madiun

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Madiun, iKoneksi.com – Upaya memperkuat ekosistem seni dan industri kreatif di Madiun kembali mendapat dorongan baru melalui program kolaborasi antara legislatif dan pemerintah pusat. Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Mojokerto, Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, dan Kota Madiun, Banyu Biru Djarot, menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) RI untuk menggelar Workshop Promosi dan Pemasaran bagi pelaku seni di Sun Hotel Madiun, Sabtu (22/11/2025). Acara ini diikuti oleh 70 pelaku kesenian dari berbagai komunitas seni rupa, seni pertunjukan, dan bidang kreatif lainnya yang tersebar di Kabupaten/Kota Madiun.

Sejak pagi, suasana hotel dipenuhi antusiasme para seniman, mulai dari pelukis, penari, pemusik, pegiat teater, hingga komunitas kreatif yang datang membawa optimisme untuk memajukan karya seni lokal ke tingkat yang lebih profesional. Workshop ini dirancang untuk meningkatkan wawasan mengenai manajemen promosi, pemasaran digital, hingga strategi pengembangan karya di era industri kreatif global.

Dalam sambutan pembukanya, Banyu Biru Djarot memberikan sentuhan personal yang langsung memantik perhatian peserta. Dengan nada hangat, ia menuturkan bahwa dunia seni bukanlah sesuatu yang asing bagi keluarganya.

“Dari tadi sebelum kegiatan dimulai, Bu Kartika sudah bisik-bisik, kalau sudah urusannya seni rupa, seni pertunjukan, kesenian, biasanya nggak jauh dari keluarga saya. Yang nyasar ke politik saya doang kok,” ujarnya yang disambut tawa peserta.

Banyu Biru juga menyapa satu per satu komunitas dan pegiat seni yang hadir mulai dari tim mas Yusang, Mbak Lucy, Mas Anang, Mas Rudy, hingga rekan-rekan lain yang bergerak di bidang seni rupa maupun seni pertunjukan. Ia menekankan pertemuan ini bukan sekadar formalitas, tetapi ruang untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas kreatif.

“Yang penting, dengerin saja dulu. Siapa tahu membuka wawasan, menambah keilmuan. Kita semua berkumpul di sini untuk menambah ilmu. Workshop semacam ini adalah pintu masuk untuk naik kelas di dunia kesenian,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Banyu Biru memperkenalkan para peserta pada konsep besar Showbiz Industry. Istilah ini mengacu pada industri kesenian modern yang mencakup seni pertunjukan, musik, teater, hingga seni visual yang dipadukan dengan strategi komersial yang kuat.

“Promosi seni rupa dan seni pertunjukan itu sebenarnya kalau mau serius, ini namanya Showbiz Industry. Dan Showbiz Industry itu penggerak ekonomi besar. Contohnya Hollywood, Bollywood, sampai konser K-pop yang bikin negara tetangga over-tourism. Itu semua karena kekuatan industri seni,” jelasnya.

Ia menegaskan kesenian adalah salah satu format tertinggi dari ekspresi kehidupan manusia. Di dalamnya terdapat gagasan, nilai budaya, kreativitas, optimisme, dan inovasi. Menurutnya, di negara-negara maju, kesenian justru menjadi wajah peradaban dan indikator kemajuan masyarakat.

“Semakin tinggi kualitas kesenian sebuah peradaban, semakin tinggi pula martabat kemanusiaan wilayah itu. Kesenian adalah bentuk penghormatan terhadap kehidupan,” katanya.

Workshop yang digelar bersama Kemenkraf RI ini dirancang sebagai forum strategis untuk membekali pelaku seni dengan pengetahuan praktis mengenai pemasaran digital, manajemen branding, teknik pengemasan program pertunjukan, hingga cara memanfaatkan media sosial untuk mencapai audiens yang lebih luas. Para peserta juga mempelajari bagaimana video promosi, fotografi seni, dan narasi visual menjadi kunci dalam mempopulerkan karya di tengah persaingan industri kreatif.

Kehadiran 70 pelaku seni dalam kegiatan ini menunjukkan besarnya potensi kesenian Madiun untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru. Komunitas yang selama ini aktif di akar rumput kini memiliki akses langsung terhadap pengetahuan dan kebijakan dari pusat, membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih besar.

Banyu Biru menyebutkan dukungannya terhadap pelaku seni bukan sekadar program sesaat. Baginya, seni bukanlah aksesori sosial, melainkan mesin penggerak ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat identitas lokal, dan mengangkat martabat daerah di tingkat nasional maupun global.

“Kalau pelaku seni diberi ruang, diberi dukungan, diberi panggung, maka daerah ini akan maju. Karena kreativitas adalah masa depan,” serunya.

Workshop ini ditutup dengan harapan besar agar para pelaku kesenian Madiun tidak hanya menjadi penonton perkembangan industri kreatif, tetapi menjadi pemain utama yang mampu menghadirkan karya membanggakan dari daerahnya sendiri.

“Dengan bekal baru mengenai promosi, pemasaran, dan komunikasi kreatif, para seniman kini siap melangkah ke panggung yang lebih luas menjadikan seni sebagai kekuatan ekonomi dan kebanggaan bersama,” tutupnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *