Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Bupati Labura Tegaskan Komitmen Sawit Berkelanjutan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Upaya mendorong perkebunan kelapa sawit yang berdaya saing dan ramah lingkungan kembali ditegaskan oleh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Hal ini terlihat dari kehadiran langsung Bupati Labura, Dr. H. Hendriyanto Sitorus, SE., MM, dalam Seminar Nasional Sustainable Farming in Tropical Asian Landscape (SFITAL) yang digelar oleh International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) atau World Agroforestry Centre, di Arya Duta Hotel Medan, Rabu (25/6).

Komitmen Perkebunan Sawit Berkelanjutan

Dalam forum yang mengangkat tema “Membangun Sinergi Menuju Perkebunan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing” itu, Hendriyanto menyampaikan bahwa Labuhanbatu Utara memiliki kepentingan besar untuk memperkuat posisi petani sawit agar tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara berkomitmen mendukung praktik pertanian berkelanjutan, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” tegas Hendri.

Ia menekankan sawit berkelanjutan bukan hanya jargon, melainkan kebutuhan nyata agar sektor ini tetap bertahan di tengah isu lingkungan global dan tuntutan pasar internasional.

Apresiasi kepada ICRAF

Bupati Labura juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ICRAF yang konsisten mendorong praktik pertanian berkelanjutan di kawasan tropis Asia, termasuk di Kabupaten Labura.

Menurutnya, program yang diinisiasi lembaga internasional ini telah membawa dampak nyata. Petani sawit lokal kini tidak hanya menikmati peningkatan kualitas ekonomi, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru tentang pengelolaan kebun sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“ICRAF terbukti mampu memberi manfaat nyata. Petani sawit kita di Labura semakin memahami pentingnya kelestarian lingkungan, sekaligus mendapat keuntungan ekonomi yang lebih baik. Ini hal yang harus terus kita dukung,” ucapnya.

Harapan untuk Keberlanjutan Program

Hendri berharap program SFITAL yang dijalankan ICRAF tidak berhenti di sini. Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar perkebunan sawit di Labura mampu bersaing di pasar global, sekaligus tetap memberi kesejahteraan bagi masyarakat.

“Semoga program pertanian berkelanjutan di kawasan tropis Asia ini bisa terus berlanjut, khususnya di Labura. Dengan begitu, petani sawit kita akan semakin sukses, sejahtera, dan tidak tertinggal dari negara-negara lain,” katanya penuh optimisme.

Konteks Nasional dan Global

Isu keberlanjutan perkebunan sawit memang bukan persoalan baru. Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia sering menghadapi kritik terkait isu deforestasi, emisi karbon, dan konflik lahan. Namun, berbagai inisiatif seperti yang dijalankan ICRAF menjadi langkah strategis untuk mengubah persepsi global dan memastikan sawit Indonesia diterima di pasar internasional.

Bagi Kabupaten Labura, yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor perkebunan, terutama sawit, program ini sangat relevan.

“Implementasi sawit berkelanjutan bukan hanya soal menjaga ekosistem, tetapi juga tentang memastikan generasi mendatang tetap memiliki masa depan yang cerah di sektor perkebunan,” ungkap Hendri.

Sinergi Pemerintah dan Lembaga Internasional

Keterlibatan pemerintah daerah, seperti yang ditunjukkan Bupati Hendriyanto, menjadi sinyal positif bagi kelanjutan kerja sama dengan lembaga internasional. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses transformasi praktik perkebunan dari sekadar mengejar kuantitas menjadi mengutamakan kualitas dan keberlanjutan.

“Labura siap menjadi bagian dari gerakan global ini. Kita ingin menunjukkan bahwa petani sawit Indonesia mampu menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi sekaligus ramah lingkungan,” tandas Hendri. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *