Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

DPRD Kota Malang Soroti MCC, Bayu Tekankan Efisiensi Anggaran dan Kontribusi Ekonomi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Malang Creative Center (MCC) kembali menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Malang pada Selasa (24/12/2024). Agenda ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan MCC sekaligus mencari solusi agar anggaran yang besar dapat dikelola lebih efisien. MCC, yang sebelumnya menerima alokasi anggaran hingga Rp150 miliar, dinilai perlu memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menjelaskan MCC memiliki potensi besar untuk mendukung sektor ekonomi kreatif. Namun, dengan besarnya anggaran operasional, DPRD merasa perlu melakukan pengawasan ketat guna memastikan efektivitas penggunaannya.

“Kami dari Komisi B ingin menyerap aspirasi dan mencari cara agar MCC tetap berfungsi maksimal tanpa membebani anggaran daerah,” tutur Bayu.

Fokus pada Efisiensi dan Pengelolaan Mandiri

Ia menyebutkan, pada 2019-2020, MCC menerima anggaran operasional sebesar Rp150 miliar. Sementara untuk tahun 2025, alokasi anggaran diperkirakan mencapai Rp6-7 miliar. Angka ini membuat DPRD Kota Malang mempertimbangkan pengelolaan mandiri MCC dengan melibatkan kerja sama pihak ketiga.

“Opsi ini diharapkan dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” seru Bayu.

Diskopindag Kota Malang sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap MCC, telah memaparkan konsep pengelolaan mandiri yang mengacu pada penyesuaian regulasi. Kepala Diskopindag, Eko Sri Yuliadi, menyebutkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan MCC akan menjadi prioritas untuk mendukung kontribusi finansial MCC terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami sedang membahas opsi retribusi atau pajak terhadap fasilitas tertentu di MCC agar kontribusinya dapat lebih maksimal,” tekan Eko.

MCC sebagai Pusat Kreativitas dan Ekonomi

Dalam kunjungan tersebut, Bayu menyoroti fasilitas MCC yang dianggap sudah memadai untuk mendukung berbagai aktivitas kreatif.

“Eskalator, lift, dan toilet telah memenuhi standar, sementara MCC terus berkembang menjadi destinasi wisata kreatif yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan,” ungkap Bayu.

Eko menambahkan MCC kini mendukung 17 sektor ekonomi kreatif di Kota Malang. Salah satu terobosan besar yang direncanakan adalah memfasilitasi ekspor produk UMKM pada Januari 2025. Produk-produk seperti keripik nangka, keripik tempe, dan daun pisang akan dikirim ke Australia, membuka peluang besar bagi pelaku UMKM lokal.

“MCC bertindak sebagai agregator dan inkubator yang mencetak pelaku usaha baru melalui pelatihan dan berbagai event,” jelas Eko Syah sapaan akrabnya.

Dampak pada Ekonomi Kota Malang

Pertumbuhan ekonomi Kota Malang saat ini mencapai 6,09 persen, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur dan nasional. Sektor kuliner, akomodasi, dan transportasi, yang sebagian besar didukung oleh UMKM, menjadi indikator utama dari pertumbuhan ini. Bayu berharap MCC dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

“Kami juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran agar MCC dapat mencapai kinerja maksimal tanpa membebani keuangan daerah,” tegas Bayu.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan

Kunjungan Komisi B DPRD Kota Malang ke MCC menjadi langkah penting dalam memastikan pengelolaan pusat kreativitas ini berjalan efektif dan efisien. Selain itu, upaya untuk melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan MCC menunjukkan komitmen untuk mengoptimalkan kontribusi MCC bagi masyarakat Kota Malang.

“MCC diharapkan dapat terus mendukung pelaku usaha lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Masyarakat kini menantikan hasil dari evaluasi ini, dengan harapan MCC menjadi model pengelolaan kreatif yang efisien dan berdampak nyata bagi pembangunan Kota Malang,” tandas Bayu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *