Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Dukung Pendidikan Agama, BPKH dan DPR RI Salurkan Bantuan Rp497 Juta

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan dana program kemaslahatan keuangan haji untuk bidang pendidikan. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp497 juta, diberikan dalam bentuk peralatan pendukung kegiatan pendidikan dan dakwah.

Bantuan ini diberikan kepada sejumlah lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Malang, Jawa Timur, yaitu Yayasan Indocita dan Pondok Pesantren Nurul Ihsan Krebet. Bentuk bantuan berupa peralatan dokumentasi dan branding dakwah untuk Yayasan Indocita, serta sound system dan alat videografi untuk Pondok Pesantren Nurul Ihsan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan Bidang Kemaslahatan BPKH, Sulistyowati, bersama Andreas Eddy Susetyo. Bantuan diterima oleh Agus Prihanto dari Yayasan Ummul Quro, Khoirul Nadir selaku Ketua Yayasan Indocita, dan Ahmad Zaki Fadlurrohman, Ketua Pondok Pesantren Nurul Ihsan Krebet.

Meningkatkan Kesejahteraan Umat Melalui Pendidikan

Pimpinan Bidang Kemaslahatan BPKH, Sulistyowati, menjelaskan, program kemaslahatan ini adalah bagian dari upaya BPKH untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan. Selain mendukung pelayanan ibadah haji, dana program kemaslahatan juga dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, sosial keagamaan, pembangunan sarana ibadah, dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Hari ini, bantuan kami fokuskan pada dunia pendidikan keagamaan di Malang Raya. Bantuan berupa alat ini dirancang agar dapat memberikan nilai manfaat yang berkelanjutan bagi kesejahteraan umat,” ujar Sulistyowati.

Dana kemaslahatan ini bersumber dari dana abadi umat yang dikelola BPKH, dengan total mencapai Rp3,8 triliun, dan rerata hasil pengelolaan tahunan mencapai Rp200 miliar. Sulistyowati menegaskan pentingnya penyerapan dana ini untuk kepentingan umat.

“Kami berharap penerima bantuan dapat menjaga dan memanfaatkan alat-alat ini dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Terima kasih kepada Pak Andreas yang turut mendukung distribusi program ini,” jelas Sulistyowati.

Persiapan Pendidikan di Era Teknologi

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, menilai penyaluran bantuan ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

“Bantuan ini sangat tepat untuk meningkatkan kemampuan santri di era AI. Alat-alat seperti sound system dan peralatan branding ini memiliki multiplier effect yang besar bagi lembaga pendidikan,” jelas Andreas.

Andreas juga menekankan penyaluran dana ini selaras dengan asas transparansi dan akuntabilitas yang dipegang BPKH. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya sekadar pemberian materi, tetapi juga membawa manfaat jangka panjang bagi umat dan pendidikan.

“Alat-alat ini tidak hanya mendukung kegiatan lembaga penerima, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat sekitar. Saya yakin BPKH mampu menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan program-program seperti ini,” terang Andreas.

Dukungan untuk Pendidikan Berkelanjutan

Penyaluran dana kemaslahatan ini menunjukkan komitmen nyata BPKH dan DPR RI dalam mendukung pendidikan berbasis agama yang berkualitas. Dengan bantuan ini, diharapkan lembaga pendidikan seperti Yayasan Indocita dan Pondok Pesantren Nurul Ihsan dapat semakin berkembang, terutama dalam menghadapi tantangan teknologi modern.

“Masyarakat menyambut baik program ini, karena memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan dan kesejahteraan umat. Upaya kolaboratif seperti ini menjadi contoh penting dalam pengelolaan keuangan negara yang tepat sasaran,” tutup Andreas. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *