Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Eko Herdianto Gerakkan Perempuan Kota Malang Wujudkan Ngalam Santun

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Suasana hangat terasa di aula SDN Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, saat puluhan perempuan dari berbagai unsur masyarakat berkumpul untuk mengikuti kegiatan Diseminasi Kebijakan Pemerintah Kota Malang Menuju Ngalam Santun, Senin (tanggal kegiatan). Acara ini digagas oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdianto, dengan mengusung tema besar Perempuan Berdaya, Masyarakat Sejahtera.

Dari pengamatan iKoneksi.com dilokasi sekitar 59 hingga 60 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari unsur Kecamatan Lowokwaru, Dinas Sosial Kota Malang, para lurah, TP PKK, kader Posyandu, kelompok kerja (Pokja), hingga pelaku UMKM perempuan di wilayah Kelurahan Ketawanggede. Wajah antusias peserta mencerminkan semangat kuat untuk memahami arah kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam menciptakan masyarakat yang santun, inklusif, dan berdaya.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdianto menegaskan peran perempuan di era sekarang bukan lagi sekadar pendamping, melainkan penggerak utama dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menyebut, tema Perempuan Berdaya, Masyarakat Sejahtera bukan hanya slogan, melainkan visi nyata yang ingin diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Ketika perempuan diberi ruang untuk berkembang, maka masyarakat ikut bergerak maju. Kemandirian perempuan menjadi pondasi kesejahteraan keluarga dan daerah,” tegas Eko di hadapan para peserta.

Politisi yang dikenal aktif mengawal isu sosial dan pendidikan itu juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam mewujudkan program Ngalam Santun. Menurutnya, kebijakan yang berpihak kepada masyarakat harus disertai dengan partisipasi aktif warga, terutama kaum perempuan yang memiliki peran strategis di berbagai lini kehidupan.

Konsep “Ngalam Santun”, kata Eko, bukan sekadar jargon moralitas, tetapi arah pembangunan karakter dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Ia menilai, masyarakat yang santun akan melahirkan lingkungan sosial yang harmonis, memperkuat rasa empati, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi kelompok rentan, termasuk perempuan pelaku usaha kecil.

“Program Ngalam Santun ini berfokus pada tiga hal utama: peningkatan karakter, penguatan ekonomi kerakyatan, dan kesejahteraan sosial. Nah, perempuan ada di pusat dari semua itu,” ujarnya.

Kegiatan ini juga ditekankan Eko menjadi wadah sosialisasi berbagai kebijakan pemberdayaan perempuan yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota Malang, seperti penguatan UMKM berbasis keluarga, pelatihan keterampilan ekonomi kreatif, hingga peningkatan kapasitas kader PKK dan Posyandu dalam bidang sosial dan kesehatan.

Para peserta terlihat aktif berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan aspirasi selama sesi interaktif. Beberapa perwakilan pelaku UMKM perempuan menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, mulai dari pemasaran produk hingga akses permodalan. Eko menanggapi dengan komitmen bahwa DPRD akan terus mendorong agar kebijakan ekonomi lokal lebih berpihak pada pelaku usaha kecil dan perempuan kreatif.

“Masukan dari panjenengan semua ini penting. Karena kebijakan yang baik harus lahir dari kebutuhan nyata masyarakat,” terang Eko.

Sementara itu, perwakilan dari TP PKK Kecamatan Lowokwaru, dalam testimoninya, mengapresiasi langkah Eko Herdianto yang dinilai konsisten menaruh perhatian pada isu pemberdayaan perempuan.

“Beliau bukan hanya hadir dalam acara, tapi juga membuka ruang dialog bagi kami untuk menyampaikan ide dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ungkap salah satu peserta dengan nada penuh haru.

Selain diskusi kebijakan, kegiatan juga diwarnai dengan sesi motivasi dan berbagi pengalaman sukses dari perempuan pelaku usaha di wilayah Lowokwaru. Beberapa peserta bahkan menampilkan produk UMKM lokal seperti olahan pangan dan kerajinan tangan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan ekonomi keluarga.

Kegiatan diseminasi ini bukan hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga momentum penting memperkuat semangat kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Di akhir acara, Eko mengajak seluruh peserta untuk terus aktif membangun lingkungan yang santun dan inklusif sesuai semangat Ngalam Santun.

“Perempuan adalah inti perubahan. Ketika perempuan kuat, maka masyarakat kita akan tumbuh sejahtera, santun, dan berkarakter,” lugasnya.

Langkah Eko Herdianto melalui diseminasi kebijakan ini menjadi cerminan nyata bagaimana peran legislatif mampu hadir di tengah masyarakat bukan sekadar sebagai pembuat regulasi, tetapi juga sebagai jembatan aspirasi dan pendorong perubahan sosial.

“Di tangan perempuan-perempuan tangguh Ketawanggede, semangat Ngalam Santun kini menemukan bentuk nyatanya dari ruang diskusi, menuju gerakan sosial yang menginspirasi,” tutup Eko.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *