Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Hotel Kota Malang Kebanjiran Tamu, Okupansi Tembus 70 Persen

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kota Malang kembali menunjukkan daya tariknya sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi wisata. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat tingkat okupansi hotel pada Agustus 2025 melonjak signifikan, bahkan menembus 70 persen. Angka ini disebut sebagai sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di tengah persaingan ketat industri jasa.

Dampak Penerimaan Mahasiswa Baru

Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menjelaskan salah satu faktor utama peningkatan okupansi adalah momentum penerimaan mahasiswa baru (PPKMB) di sejumlah perguruan tinggi ternama. Kota Malang memang dikenal sebagai kota dengan banyak kampus bergengsi, sehingga setiap tahun ribuan mahasiswa baru dan keluarganya datang ke kota ini.

“Okupansi mencapai 70 persen, salah satu penyebabnya karena masa penerimaan mahasiswa baru. Banyak keluarga yang datang untuk mengantar anaknya, mereka memilih hotel sebagai tempat menginap,” kata Agoes kepada iKoneksi.com di Malang, Rabu (20/8/2025).

Jika pada awal hingga pertengahan tahun 2025 tingkat hunian hotel rata-rata hanya 50 persen, maka di Agustus terjadi lonjakan 20 persen. Hal ini memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh siklus akademik terhadap industri perhotelan di Malang.

Wisuda dan Agenda Pemerintah Jadi Pendorong

Selain mahasiswa baru, kegiatan wisuda universitas juga ikut mendongkrak okupansi hotel. Menurut Agoes, sejumlah hotel yang lokasinya berdekatan dengan kampus-kampus besar dan objek wisata menjadi incaran utama para tamu.

“Ada hotel yang okupansinya 90 persen, bahkan ada yang sampai penuh 100 persen,” ungkapnya.

Tidak berhenti di situ, berbagai kegiatan pemerintahan yang kembali digelar di Malang juga turut mendukung tingginya okupansi. Rapat kerja, kunjungan kementerian, hingga studi banding banyak diselenggarakan di hotel, yang otomatis menambah jumlah tamu.

“Kegiatan studi banding, rapat pemerintah, sampai kunjungan kementerian berpengaruh ke okupansi. Tren ini positif dibanding awal hingga pertengahan tahun,” jelas Agoes.

Wisatawan Asing Ikut Menyumbang Angka

Faktor lain yang tak kalah penting adalah masuknya wisatawan mancanegara. Meski destinasi utama mereka kebanyakan berada di Kabupaten Malang dan Kota Batu, Kota Malang tetap menjadi pilihan untuk menginap karena lokasinya strategis dan fasilitasnya lengkap.

“Banyak wisatawan asing memilih menginap di Malang sebelum melanjutkan perjalanan ke Batu atau pantai di Malang selatan. Kreativitas dan kondisi yang mendukung membuat Malang semakin menarik,” tutur Agoes.

Optimisme Hingga Akhir Tahun

Melihat situasi ini, PHRI Kota Malang optimistis okupansi hotel bisa terus merangkak naik hingga akhir 2025. Agoes bahkan memproyeksikan tingkat hunian bisa mencapai 80 persen jika kondisi kota tetap aman dan kondusif.

“Optimis itu tercapai, yang penting stabilitas tetap terjaga. Kami juga terus berkolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata lainnya dan pemerintah agar tren positif ini bisa berlanjut,” terang Agoes.

Malang, Magnet Baru Perhotelan Jawa Timur

Fenomena ini menunjukkan peran ganda Kota Malang. Bukan hanya sebagai kota wisata, tetapi juga kota pendidikan dan pusat kegiatan pemerintahan. Ketiganya berpadu menghasilkan potensi besar bagi industri hotel dan restoran.

“Dengan momentum penerimaan mahasiswa baru, kegiatan wisuda, agenda pemerintahan, serta meningkatnya kunjungan wisatawan asing, Kota Malang kini semakin kokoh sebagai magnet baru sektor perhotelan di Jawa Timur,” tandas Agoes. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *