Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Mahasiswa UMM Sulap Limbah Ternak Jadi Energi Bersih di Batu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Sebuah gebrakan inovatif lahir dari tangan-tangan muda mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka optimistis mampu membawa dampak positif nyata bagi masyarakat Gunungsari, Kota Batu, lewat program Kampung Iklim yang digagas sejak Juli 2025. Fokus utamanya adalah menciptakan solusi berkelanjutan menghadapi perubahan iklim dengan memanfaatkan teknologi hijau.

Dari Limbah Ternak Menjadi Energi

Inovasi yang ditawarkan para mahasiswa ini berangkat dari persoalan sederhana tetapi krusial: limbah ternak sapi yang menumpuk dan dibuang sembarangan. Kotoran sapi yang mengandung gas metana ternyata menjadi ancaman serius bagi lingkungan karena mempercepat efek rumah kaca. Di sisi lain, bila dikelola dengan tepat, limbah tersebut bisa menjadi sumber energi alternatif.

“Awalnya fokus kami adalah membenahi atau meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan dampaknya. Di desa ini banyak kotoran sapi yang dibuang begitu saja, padahal mengandung gas metana. Itu bisa dimanfaatkan menjadi energi,” jelas Nur Fatihatus, salah satu anggota kelompok mahasiswa.

Melalui teknologi Biodigester, mahasiswa UMM mengajarkan masyarakat mengolah kotoran sapi menjadi biogas. Energi bersih ini bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, menggantikan gas elpiji yang selama ini mereka beli.

“Beberapa rumah warga kini bahkan sudah mulai menggunakan biogas hasil olahan limbah tersebut,” ucap Nur.

Tiga Inovasi Utama

Tak berhenti di situ, Nur membeberkan kelompok mahasiswa lintas prodi yang lolos seleksi PPK ORMAWA 2025 ini juga mengenalkan dua inovasi unggulan lainnya. Pertama, pembuatan pupuk organik cair (POC) dari hasil sisa pengolahan biogas atau bioslurry. Produk ini mampu menyuburkan lahan pertanian tanpa bergantung pada pupuk kimia yang harganya semakin mahal.

“Kami punya tiga produk unggulan. Pertama biogas, kemudian dari sisa biogas atau bioslurry kami olah lagi menjadi pupuk organik cair. Terakhir, kami juga membuat pakan silase untuk ternak,” sebut Nur.

Nur menerangkan pakan silase ini dibuat dari fermentasi limbah hijauan yang mudah didapat di sekitar desa. Dengan begitu, kebutuhan pakan ternak lebih terjamin dan biaya peternak bisa ditekan.

Visi Kampus Berdampak

Program ini ditekankan Nur bukan hanya sekadar proyek sementara, melainkan wujud nyata visi UMM sebagai kampus yang berdampak. Mahasiswa tidak sekadar belajar di kelas, tetapi benar-benar turun tangan memberikan solusi atas persoalan masyarakat.

“Beberapa rumah di Gunungsari kini sudah menerapkan teknologi biodigester, memanfaatkan pupuk organik cair, dan mencoba pakan silase. Perubahan kecil ini diharapkan menjadi langkah awal menuju desa yang lebih ramah lingkungan dan berdaya tahan menghadapi krisis iklim,” beber Nur.

Dukungan Penuh Kampus

Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan penuh pihak kampus. Mulai dari tahap perencanaan, penyusunan administrasi, hingga pendampingan teknis di lapangan, UMM memberikan fasilitas maksimal.

“Pihak kampus sangat sportif. Dukungan dari dosen pembimbing hingga organisasi mahasiswa sangat terasa. Mereka membantu mulai dari perencanaan hingga pendampingan saat pelaksanaan,” lugas Nur.

Harapan Masa Depan

Mahasiswa UMM berharap program Kampung Iklim di Gunungsari dapat menjadi model yang bisa direplikasi di desa-desa lain. Dengan teknologi sederhana dan biaya terjangkau, limbah bisa diubah menjadi energi, pupuk, dan pakan, sekaligus menekan dampak perubahan iklim.

“Kami tidak menolak kenyataan bahwa perubahan iklim itu nyata. Tapi kami percaya, lewat inovasi dan kerja sama dengan masyarakat, adaptasi dan mitigasi bisa dilakukan,” serunya.

Melalui program ini, mahasiswa UMM membuktikan generasi muda bisa menjadi motor perubahan.

“Tidak hanya bicara tentang teori, tetapi langsung menunjukkan aksi nyata: menyulap limbah menjadi energi bersih, sekaligus menjadikan Gunungsari sebagai pionir Kampung Iklim di Kota Batu,” tutup Nur. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *