Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Akhirul Aminulloh Tegaskan Peran Strategis 4 Pilar

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kota Malang kembali menjadi ruang dialog kebangsaan yang menggugah, kali ini melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Kondang Kusumaning Ayu, pada Senin (21/4/2025). Acara yang berlangsung di Warung Bakso Sayur, Kota Malang ini menghadirkan Akhirul Aminulloh, akademisi dari Universitas Negeri Malang (UM), sebagai narasumber utama yang mengupas makna mendalam dan urgensi penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Meski digelar di tempat sederhana, semangat nasionalisme dan gagasan besar untuk merawat ideologi bangsa justru terasa sangat kuat. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi dan elemen nasionalis yang menyatukan pemikiran, mulai dari Gerakan Nasionalis Kebangsaan (GNK), Koperasi Keluarga Nasionalis Kebangsaan, Pengurus Alumni GMNI Kota Malang, DPC GMNI Malang Raya, hingga DPC GMNI Malang.

Akhirul Aminulloh Tegaskan Peran Strategis Empat Pilar

Dalam paparannya, Akhirul menjelaskan Empat Pilar MPR RI Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan normatif, melainkan fondasi hidup berbangsa yang harus terus disegarkan pemahaman dan pengamalannya di tengah tantangan zaman yang terus berubah. Ia menekankan pentingnya generasi muda memahami nilai-nilai ideologis ini secara kontekstual, bukan hanya hafalan semata.

“Hari ini kita tidak cukup hanya hafal sila-sila Pancasila, kita harus menghidupinya dalam tindakan sosial, dalam cara kita membangun solidaritas dan memperkuat kehidupan demokrasi,” katanya dengan tegas.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah terkikisnya semangat kebangsaan di tengah derasnya arus individualisme dan polarisasi sosial. Sosialisasi seperti ini, lanjutnya, menjadi penting untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan nasionalisme sebagai identitas bersama.

Kondang Kusumaning Ayu Tekankan Pentingnya Konsistensi Ideologi

Sementara itu, anggota DPD RI, Kondang Kusumaning Ayu dalam sambutannya menyoroti keberlangsungan NKRI sangat bergantung pada sejauh mana rakyat, terutama generasi muda, memahami dan menjaga nilai-nilai dasar yang membentuk republik ini. Ia mengapresiasi keterlibatan tokoh akademik seperti Akhirul dalam menyampaikan materi kebangsaan dengan pendekatan ilmiah namun membumi.

“Kita tidak boleh bosan bicara Pancasila. Kita tidak boleh jenuh memperjuangkan persatuan. Apalagi di tengah situasi bangsa yang penuh dinamika hari ini. Konsistensi ideologis adalah senjata utama kita menghadapi apapun yang mencoba menggerus keutuhan bangsa,” ucapnya.

Kehadiran Elemen GMNI Menambah Gairah Kebangsaan

Yang membuat kegiatan ini semakin bergema adalah partisipasi aktif dari elemen-elemen GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), baik dari unsur alumni maupun struktural di Malang Raya. Diskusi berlangsung hidup, dengan pertanyaan-pertanyaan kritis yang menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga integritas bangsa.

Beberapa peserta juga menyampaikan refleksi terkait kondisi politik hari ini, menyoal bagaimana keempat pilar tersebut masih belum sepenuhnya menjadi roh dalam kebijakan publik maupun perilaku elit. Namun mereka sepakat jalan pendidikan politik yang konsisten dan merakyat seperti ini perlu terus digelar.

Menutup Celah, Merawat Bangsa Lewat Pendidikan Politik

Acara ditutup dengan kesepakatan bersama bahwa literasi kebangsaan harus menjadi arus utama pendidikan publik, tidak hanya dilakukan oleh negara, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat. Sosialisasi Empat Pilar bukanlah kegiatan seremonial, melainkan ruang perlawanan terhadap apatisme dan ruang penguatan semangat kolektif untuk merawat Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Akhirul Aminulloh, Kondang Kusumaning Ayu, dan seluruh peserta membuktikan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang kuat, adil, dan bersatu tidak akan terwujud tanpa pemahaman mendalam dan pengamalan nyata terhadap nilai-nilai dasar kebangsaan.

“Kota Malang, dengan tradisi intelektual dan gerakan mahasiswanya, kembali menunjukkan diri sebagai salah satu jantung kebangkitan nasionalisme,” tutup Akhirul. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *