google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mendikdasmen Genjot Distribusi 288.000 Smartboard ke Sekolah

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Pemerintah kembali mempercepat langkah besar menuju digitalisasi pendidikan nasional. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, program distribusi interactive flat panel (IFP) atau yang lebih dikenal sebagai smartboard, memasuki fase akselerasi. Target tahun ini ditetapkan sangat ambisius: 288.000 unit smartboard untuk sekolah di seluruh Indonesia.

Program ini menjadi salah satu elemen paling strategis dalam transformasi pendidikan yang terus digenjot pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dan pada Selasa (11/11/2025), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa langkah besar ini sudah berjalan—meski masih banyak pekerjaan menanti.

Fokus 2025: Satu Smartboard untuk Satu Sekolah

Dalam keterangannya di Jakarta Pusat, Abdul Mu’ti menjelaskan tahun ini pemerintah memprioritaskan distribusi 288.000 smartboard dengan pendekatan “satu sekolah satu smartboard”.

“Tahun ini kami fokus dulu pada 288.000, yang satu sekolah satu,” kata Mu’ti.

Namun, dari jumlah itu, baru 50.000 unit yang telah terpasang dan digunakan oleh sekolah. Sementara itu, sekitar 150.000 unit lainnya sudah dalam proses pengiriman ke berbagai daerah.

Mu’ti menyebut monitoring lapangan menunjukkan bahwa sekolah-sekolah yang telah menerima smartboard memanfaatkannya secara optimal.

“Lebih dari 50.000 sudah digunakan, dan lebih dari 150.000 sudah terkirim. Kami terus pantau pemanfaatannya,” tuturnya.

2026: Tiga Smartboard per Sekolah Sesuai Janji Presiden

Percepatan lebih besar sedang disiapkan. Pada rapat kabinet, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar mulai tahun depan, setiap sekolah menerima tiga smartboard tambahan. Ini menjadi lompatan signifikan dari model distribusi tahun 2025.

“Tahun depan yang dijanjikan Pak Presiden, tiap sekolah akan dapat tiga. Tahun 2026 diharapkan ada empat IFP di masing-masing sekolah,” jelas Mu’ti.

Kebijakan ini membuka jalan bagi pemerataan sarana digital, tidak hanya untuk ruang guru atau ruang khusus, tetapi untuk seluruh ruang kelas.

Target Besar 2027: Enam Smartboard per Sekolah

Tak berhenti di sana, pemerintah sudah mengunci target jangka menengah. Jika distribusi berjalan lancar, pemerintah menargetkan bahwa pada akhir 2027, setiap sekolah memiliki enam smartboard.

Dengan jumlah tersebut, Mu’ti optimistis bahwa seluruh kelas di sekolah akan dapat mengakses fasilitas pembelajaran digital.

“Teorinya, tiap kelas akan bisa memiliki IFP,” ujarnya.

Visi ini sekaligus menempatkan Indonesia pada jalur untuk mengejar standar sekolah digital di negara-negara maju.

Dasar Hukum: Dari Inpres 7/2025 Hingga Komitmen Presiden

Program digitalisasi pembelajaran memiliki payung hukum kuat. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 secara eksplisit menugaskan kementerian terkait untuk merevitalisasi satuan pendidikan, membangun sekolah unggul, dan mempercepat transformasi digital.

“Presiden Prabowo juga berulang kali menegaskan komitmennya, baik dalam pidato Hari Guru Nasional 2024 maupun Hari Pendidikan Nasional 2025. Dalam kedua kesempatan itu, Prabowo menyampaikan target: setiap sekolah harus memiliki smartboard sebagai sarana pembelajaran masa depan,” beber Mu’ti.

Smartboard Bukan Sekadar Televisi Pintar

Mu’ti menekankan smartboard berbeda jauh dari televisi pintar yang hanya menyajikan konten secara satu arah. IFP dirancang untuk menciptakan kelas yang interaktif dan kolaboratif.

Smartboard memungkinkan:

  • interaksi langsung melalui layar sentuh,
  • penyajian teks, video, audio,
  • penggunaan game edukatif,
  • hingga integrasi augmented reality.

“Dengan kemampuan tersebut, guru dan siswa dapat membangun pengalaman belajar yang lebih hidup, imersif, dan berbasis teknologi,” sebutnya

Tantangan Distribusi: Logistik, Pelatihan Guru, dan Infrastruktur

Meski program ini masif, pemerintah tetap menghadapi tantangan. Distribusi ke daerah 3T membutuhkan kesiapan logistik. Di sisi lain, kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat baru juga harus ditingkatkan.

“Karena itu, sambil membagikan smartboard, pemerintah terus menyiapkan pelatihan dan pendampingan bagi guru agar pemanfaatannya maksimal,” terang Mu’ti.

Transformasi Pendidikan Menuju Era Digital

Dengan target distribusi 288.000 smartboard tahun ini dan enam smartboard per sekolah pada 2027, pemerintah menegaskan arah besar pendidikan Indonesia: digital, interaktif, dan merata.

“Program ini bukan hanya pengadaan alat, tetapi perubahan paradigma belajar-mengajar. Dan jika berjalan sesuai rencana, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia akan memasuki babak baru dalam kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Digitalisasi bukan lagi wacana ia sedang dibangun satu smartboard pada satu sekolah, setiap tahun, hingga seluruh siswa dapat merasakannya,” tutup Mu’ti.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *