Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

MI Khadijah Gelar Nonton Bareng Film “Bintang Merah Putih

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – MI Khadijah Kota Malang menggelar acara nonton bersama film kreasi berjudul Bintang Merah Putih, hasil karya Kelas Multimedia. Acara yang berlangsung pada Minggu (16/02/2025) di MCC Lantai 5 ini diselenggarakan dalam tiga sesi, masing-masing berdurasi 1,5 jam. Selain pemutaran film, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan langsung dari siswa kelas multimedia.

Film Bertema Nasionalisme yang Menginspirasi

Film Bintang Merah Putih dipelopori oleh Fatah Amin, S.Pd., yang juga bertindak sebagai sutradara. Film ini mengangkat isu nasionalisme di era modern, dikemas dengan alur yang ringan serta latar belakang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan. Fatah mengungkapkan ide pembuatan film ini berangkat dari pemikirannya tentang rasa cinta tanah air yang sering terlupakan.

“Filosofinya sederhana. Kita lahir di tanah ini, artinya kita punya tanggung jawab terhadapnya. Tapi sering kali kita justru sibuk mengkritik dan mencari kekurangan, daripada berkontribusi. Karena kami dari kelas multimedia, maka kontribusi kami adalah menciptakan film yang menginspirasi Indonesia,” ujarnya.

Cerita Sederhana, Makna Mendalam

Film ini mengisahkan tokoh utama bernama Bintang, seorang anak yang selalu mengenakan pakaian berwarna merah dan putih. Kebiasaan ini terinspirasi dari kakeknya, yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. Ibunya Bintang menjelaskan bahwa warna merah dan putih melambangkan semangat juang dan cinta tanah air yang diwariskan oleh sang kakek. Tak hanya mengangkat nilai nasionalisme, film ini juga menonjolkan unsur religiusitas, yang menurut Fatah Amin menjadi ciri khas dalam setiap karya siswa multimedia.

“Setiap karya yang kami buat selalu memiliki landasan agama. Kami mencari dalil yang sesuai dari awal hingga akhir cerita, agar film ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual,” sebutnya.

Proses Produksi yang Patut Diapresiasi

Film Bintang Merah Putih melibatkan 35 siswa kelas multimedia dari kelas 3 hingga kelas 6 sebagai pemeran dan kru produksi. Meskipun hanya memakan waktu produksi dua bulan, film ini mampu memberikan hasil yang berkualitas dan layak diapresiasi.

“Film ini adalah hasil kerja keras seluruh siswa kelas unggulan multimedia. Tidak hanya siswa, kami juga melibatkan tokoh agama serta wali murid untuk berperan dalam film ini. Kolaborasi ini menjadi faktor keberhasilan produksi,” ujar Fatah.

Strategi Promosi yang Berbeda

Berbeda dengan kebanyakan film yang dirilis di platform digital, tim produksi “Bintang Merah Putih” memilih strategi promosi langsung ke sekolah-sekolah. Langkah ini bertujuan agar pesan yang terkandung dalam film lebih mengena dan dapat menginspirasi lebih banyak pelajar.

“Kami ingin film ini dirasakan langsung oleh anak-anak di sekolah. Harapannya, nilai nasionalisme dan religiusitas yang kami sampaikan bisa membentuk karakter mereka sejak dini,” lugasnya.

“Dengan terselenggaranya acara ini, MI Khadijah Kota Malang tidak hanya menghadirkan hiburan yang edukatif, tetapi juga menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan siswa sejak dini. Film Bintang Merah Putih menjadi bukti bahwa media kreatif dapat menjadi sarana efektif dalam membangun karakter generasi penerus bangsa,” tutupnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *