Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

OSN 2025 di UMM: Panggung Talenta Sains Muda Indonesia

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com — Ribuan pelajar berbakat dari seluruh penjuru negeri kembali berkumpul di Kota Malang. Mereka datang bukan untuk sekadar berkompetisi, tetapi untuk menyalakan semangat bangsa melalui ilmu pengetahuan. Di bawah sorotan lampu Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (7/10/2025), Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pendidikan Menengah 2025 resmi dibuka dengan penuh gegap gempita.

Ajang bergengsi ini menjadi puncak kompetisi sains terbesar di Indonesia, yang dihelat oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bekerja sama dengan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). Tahun ini, sebanyak 262.985 peserta dari 30 provinsi dan satu Sekolah Indonesia Luar Negeri di Malaysia turut ambil bagian. Dari jumlah tersebut, 540 finalis terbaik berhasil lolos untuk bertanding di sembilan bidang sains: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Kebumian, Ekonomi, dan Geografi.

Sains Sebagai Jalan Meningkatkan Daya Saing Bangsa

Dalam sambutannya, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, menegaskan pengetahuan melalui sains adalah kunci utama peningkatan daya saing bangsa. Ia menyebut OSN bukan hanya ajang perlombaan, tetapi ruang aktualisasi diri bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan potensi terbaik mereka.

“Empat hal yang menentukan prestasi kalian adalah dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Bangun kejujuran, sportivitas, dan persaudaraan untuk Indonesia yang lebih baik,” katanya disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Mariman juga mengingatkan pentingnya nilai keadilan dalam kompetisi. Menurutnya, setiap peserta dan juri telah berikrar untuk menjunjung tinggi keadilan, kejujuran, dan integritas sebagai nilai utama dalam berkompetisi.

Lebih dari Sekadar Adu Cerdas: Pembentukan Karakter

Kepala Puspresnas, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, M.Si., menekankan OSN bukan semata tentang siapa yang paling pintar, melainkan tentang siapa yang berintegritas dan berjiwa nasionalis. Menurutnya, OSN adalah upaya sistematis pemerintah untuk menyiapkan generasi unggul yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan.

“Melalui OSN, kita ingin melahirkan generasi muda yang unggul dalam sains, berintegritas dalam perilaku, dan nasionalis dalam jiwa. Mereka inilah calon pemimpin bangsa masa depan,” tutur Maria.

Tahun ini, Puspresnas juga memperkenalkan program Eksebisi Kecerdasan Artifisial (AI) yang diikuti oleh 1.347 peserta dari 14 provinsi.

“Sebanyak 30 siswa terpilih untuk mengikuti eksebisi ini sebagai langkah awal memperkenalkan kompetisi di bidang kecerdasan buatan sebuah bidang yang akan sangat menentukan masa depan dunia pendidikan dan industri teknologi Indonesia,” beber Maria.

UMM Bangga Jadi Tuan Rumah

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengungkapkan kebanggaan universitasnya dapat menjadi tempat berkumpulnya para pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia. Ia menyebut OSN bukan sekadar melahirkan para inovator, tetapi juga calon pemimpin bangsa sepuluh hingga lima belas tahun mendatang.

“Terus terbangkan tinggi cita-cita kalian, tunjukkan bahwa anak bangsa mampu berkontribusi untuk dunia. Namun setinggi apa pun kalian terbang, jangan lupa Indonesia tetap di sanubari,” pesannya yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Lebih dari Kompetisi: Sebuah Gerakan Ilmiah Nasional

Mariman memaparkan OSN 2025 digelar selama 6–12 Oktober 2025, dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pengembangan karakter dan wawasan ilmiah. Para peserta akan mengikuti tes teori, praktik, serta kunjungan edukatif yang dirancang untuk memperluas pandangan mereka terhadap dunia sains dan teknologi.

“Selain itu, OSN tahun ini juga menghadirkan sesi inspiratif bersama ilmuwan dan praktisi nasional yang akan berbagi pengalaman tentang bagaimana sains mampu mengubah kehidupan. Kolaborasi antara Puspresnas, BPTI, Kemendikdasmen, dan UMM ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menumbuhkan budaya ilmiah di kalangan pelajar Indonesia,” jelasnya.

Sains sebagai Jalan Bahagia

Lebih dari sekadar ajang bergengsi, OSN 2025 menjadi simbol semangat kebangsaan melalui ilmu pengetahuan. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa sains bukan sekadar alat untuk menang, melainkan sarana untuk menemukan kebahagiaan dalam berpikir dan berkreasi.

“Dengan semangat kolaborasi dan sportivitas yang menyala, OSN 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang bukan hanya mencetak juara, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi Indonesia masa depan bangsa akan terus bersinar lewat generasi muda yang berpikir kritis, jujur, dan mencintai tanah air,” tandas Mariman. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *