Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

PDI Perjuangan Kota Malang Matangkan Strategi Politik Menuju 2029

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Langkah PDI Perjuangan Kota Malang menuju Pemilu 2029 kian mantap. Tak sekadar konsolidasi seremonial, partai berlambang banteng moncong putih ini kini tengah menyiapkan strategi besar untuk memperkuat fondasi politik di tingkat lokal. Hal itu tampak dalam Forum Diskusi Pemantapan dan Penguatan Konsolidasi Internal Diperluas yang digelar di Lodji Coffee, Hotel Pelangi, Kayutangan Heritage, Ahad (9/11/2025).

Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan pasca Kongres VI Tahun 2025, sekaligus bagian dari persiapan menuju Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab).
Forum ini tak hanya dihadiri oleh pengurus DPC, tetapi juga unsur PAC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, serta ketua, sekretaris, dan bendahara badan maupun sayap partai. Tema yang diangkat pun menggambarkan arah serius partai: “Mempertajam Arah dan Target Kerja Pemenangan Elektoral dengan Peningkatan Tata Kelola Organisasi.”

Konsolidasi Bukan Seremonial

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Riandana Kartika, S.E., M.M., menegaskan konsolidasi ini merupakan wujud nyata keseriusan partai dalam memperkuat struktur hingga ke akar rumput. Ia menekankan, setiap langkah politik harus berbasis pada perencanaan matang, bukan spontanitas.

“Seluruh DPD dan DPC se-Indonesia wajib memberikan masukan untuk langkah elektoral partai lima tahun ke depan. Kami butuh pandangan dari akademisi, praktisi, hingga konsultan pemilu yang sudah lama bekerja sama dengan kami,” katanya.

Menurut Made, hasil dari forum ini akan menjadi pijakan DPC PDI Perjuangan Kota Malang dalam menyusun rencana pemenangan jangka menengah dan panjang.

“Kami ingin mengangkat muatan lokal, mendengar suara ranting, PAC, dan masyarakat. Semua masukan itu akan kami olah untuk menjadi strategi kemenangan PDI Perjuangan lima tahun mendatang,” ucap Made.

Target Besar: 11 Kursi DPRD Kota Malang

Dalam forum tersebut, Made juga menguraikan target ambisius partai untuk mengembalikan dan menambah kursi hingga minimal 11 kursi di DPRD Kota Malang pada Pemilu 2029. Namun, ia tak menutup mata terhadap tantangan internal yang kerap muncul. Salah satu persoalan klasik yang diakui Made adalah persaingan antarcaleg yang justru melemahkan kekuatan partai di lapangan.

“Masalah terbesar kita selama ini adalah ‘gontok-gontokan antarcaleg’. Karena itu, ke depan akan diterapkan strategi pembagian wilayah dan klaster agar kerja politik lebih efektif,” tekan mantan ketua DPRD Kota Malang itu.

Made menjelaskan, pendekatan elektoral akan dibagi berdasarkan karakter pemilih: segmen agamis, pemuda, milenial, hingga ibu rumah tangga. Dengan cara ini, setiap caleg memiliki fokus dan tanggung jawab yang jelas tanpa tumpang tindih wilayah garapan.

Kritik Sistem Politik: “Sampai Kapan Kita Bertahan?”

Dalam forum yang berlangsung hangat itu, Made juga menyoroti mahalnya biaya politik yang menjadi akar masalah korupsi di Indonesia. Ia menegaskan, selama sistem politik masih bersifat pragmatis dan terbuka, maka biaya politik akan terus membengkak dan memicu praktik curang.

“Rata-rata kader kami bukan kapitalis. Kami bergerak dengan idealisme, bukan pragmatisme. Tapi sistem politik kita mahal. Kalau dibiarkan, ya akhirnya memunculkan korupsi,” ujar Made tegas.

Ia bahkan menyerukan perlunya reformasi sistem pemilu dan pilkada, dengan mengembalikan sebagian mekanisme ke sistem tertutup.

“Sampai kapan kita bertahan dengan sistem seperti ini? Kembalikan pilihan dewan. Biarlah pemimpin dipilih oleh kader, bukan oleh uang,” serunya.

Hadirkan Akademisi dan Praktisi Politik

Untuk memperkaya perspektif, forum ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten:

  1. Dr. Agung Suprojo, S.Kom, MAP membawakan materi “Penguatan Konsolidasi untuk Penajaman Sikap Politik Partai Pasca Kongres VI.”
  2. Robitoh Alam Islami memaparkan strategi “Mempertajam Arah dan Target Kerja Pemenangan Elektoral Menuju Pemilu 2029.”
  3. Bambang Juwono, S.H., M.Hum. mengupas pentingnya “Tata Kelola Organisasi Partai dan Pengembangan Struktur Kader.”

Diskusi berjalan dinamis dengan sejumlah gagasan baru terkait pembinaan kader, sistem komunikasi politik, serta strategi menghadapi dinamika politik di Kota Malang.

Akhiri Masa Kepemimpinan, Siapkan Regenerasi

Forum tersebut juga menjadi momentum refleksi akhir bagi pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Malang periode 2019–2025.

“Ini periode terpanjang dalam sejarah DPC. Enam tahun bukan waktu yang sebentar. Forum ini menjadi penutup masa bakti kami,” ungkap Made.

Ia menambahkan, proses regenerasi akan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari PAC yang mengusulkan tiga nama calon ketua DPC, lalu diteruskan ke DPD hingga ke DPP.

“Dari delapan nama yang tersaring, DPP akan menentukan satu nama yang memegang rekomendasi. Ketua DPC terpilih nanti yang menyusun pengurus baru,” tutupnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *