Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Sampah hingga Bantuan Sosial Mengemuka dalam Dialog Kebangsaan Happy Djarot

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Anggota DPD RI, Happy Djarot menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama warga RW 09 di Jalan Kali Baru Timur VI, RT 03/RW 09, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif itu tidak hanya menjadi ruang edukasi kebangsaan, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW 09, Noferi, tokoh masyarakat, serta puluhan warga yang antusias mengikuti diskusi mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pemaparannya, Anggota DPD RI, Happy Djarot menegaskan pentingnya memahami dan mengamalkan Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.

Pancasila Dinilai Tetap Relevan Hadapi Tantangan Zaman

Pada forum tersebut, peserta diajak memahami bahwa Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi teoritis, melainkan pedoman yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila, misalnya, dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Nilai gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial dianggap menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat perkotaan yang semakin majemuk,” ucap Happy.

Selain itu ia menekankan, pemahaman terhadap UUD 1945 juga dinilai penting agar masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

“Sementara NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” ucap dia.

Dialog Interaktif, Warga Sampaikan Persoalan Lingkungan

Meski fokus utama kegiatan adalah sosialisasi Empat Pilar MPR RI, suasana diskusi berkembang menjadi forum dialog yang lebih luas. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.

“Salah satu isu yang paling banyak disampaikan adalah persoalan pengelolaan sampah. Sejumlah warga mengeluhkan masih adanya titik-titik penumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan,” beber Happy.

Menurut salah seorang warga Ahmad, persoalan sampah tidak hanya berdampak pada estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika tidak ditangani secara optimal.

“Dalam diskusi tersebut, kami berharap ada koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, pengelola lingkungan, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif,” lugasnya.

Bantuan Sosial Juga Menjadi Perhatian Warga

Ahmad menyebutkan selain persoalan lingkungan, isu bantuan sosial juga menjadi topik yang banyak dipertanyakan masyarakat. Warga meminta penjelasan terkait mekanisme pendataan penerima bantuan sosial serta proses penyalurannya agar tepat sasaran.

“Beberapa warga mengaku masih menemukan kasus masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan tetapi belum terdata, sementara ada pula penerima yang dianggap sudah tidak memenuhi kriteria,” ungkap Ahmad.

Menanggapi hal tersebut, Happy Djarot menegaskan aspirasi masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diteruskan kepada instansi terkait agar dilakukan evaluasi dan perbaikan sesuai kebutuhan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasi dan akurasi data menjadi faktor penting dalam memastikan program bantuan sosial benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Empat Pilar dan Aspirasi Warga Harus Berjalan Beriringan

Kegiatan sosialisasi tersebut menunjukkan bahwa pemahaman nilai-nilai kebangsaan tidak dapat dipisahkan dari upaya menyelesaikan persoalan masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui dialog yang berlangsung terbuka, warga tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga memperoleh ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil daerah.

Happy berharap masyarakat terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, sekaligus aktif menyampaikan masukan demi terciptanya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

“Kebangsaan tidak hanya diwujudkan dalam pemahaman terhadap Empat Pilar, tetapi juga dalam kepedulian bersama untuk menyelesaikan persoalan masyarakat dan membangun lingkungan yang lebih baik menjadi pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut,” pungkas dia.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *