Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Tekanan Mahasiswa Meningkat, UB Perkuat Layanan Mental Health

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Brawijaya (UB) memperkuat langkah dalam menangani isu kesehatan mental mahasiswa. Melalui sosialisasi penguatan mental health yang digelar di Gedung Widyaloka, Selasa (7/4/2026), kampus ini menegaskan pentingnya sistem terpadu untuk menghadapi persoalan yang kian kompleks.

Rektor UB, Prof. Widodo, menilai kesehatan mental merupakan persoalan yang tidak mudah dikenali, namun berdampak luas terhadap kehidupan mahasiswa.

“Masalah mental itu sulit dideteksi, tetapi dampaknya besar, tidak hanya ke individu, juga ke akademik dan sosial,” tutur Widodo.

Ia menekankan, keterlibatan komunitas menjadi kunci agar penanganan tidak berjalan parsial.

Tekanan Mahasiswa Makin Kompleks

Wakil Rektor III UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, mengungkapkan mahasiswa saat ini menghadapi tekanan dari berbagai sisi, mulai dari akademik, keluarga, relasi sosial, hingga persoalan ekonomi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas mental jika tidak ditangani secara tepat.

“Penguatan mental health penting agar mahasiswa tidak mudah down dalam menghadapi masalah hidup,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, UB telah menyediakan berbagai layanan seperti Unit Layanan Terpadu Kesehatan dan Psikososial (ULTKSP) serta e-konseling yang dapat diakses mahasiswa.

“Tak hanya itu, pendekatan lintas sektor juga dilakukan, melibatkan dosen, unit keagamaan, hingga organisasi mahasiswa untuk menciptakan lingkungan yang lebih suportif,” terang Widodo.

Kampus Diminta Punya “Radar” Deteksi Dini

Sorotan tajam datang dari Kaprodi Psikiatri Fakultas Kedokteran UB, dr. Frilya Rachma Putri. Ia menegaskan bahwa krisis mental mahasiswa tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan akibat akumulasi berbagai tekanan.

“Jarang ada satu penyebab. Biasanya karena tumpukan masalah dari banyak aspek,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong kampus untuk mengubah pendekatan dari reaktif menjadi proaktif.

“Kampus harus punya radar untuk membaca sinyal awal,” tekan Widodo.

Pendekatan ini dinilai Widodo penting agar intervensi bisa dilakukan sebelum kondisi mahasiswa memburuk.

Layanan Diperluas, Mahasiswa Diberi Ruang Aman

Kepala Subdirektorat Konseling UB, Ulifa Rahma, menjelaskan kampus terus mengembangkan program prioritas menuju kampus tangguh dan sehat mental. Berbagai layanan seperti e-konseling dan hotline melalui Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) disiapkan untuk memastikan mahasiswa memiliki akses yang mudah dan cepat.

“Kami ingin mahasiswa punya ruang aman untuk bercerita dan mencari solusi,” sebutnya.

Pendekatan ini diharapkan Widodo mampu mengurangi stigma serta mendorong mahasiswa lebih terbuka dalam mencari bantuan.

Kolaborasi dan Teknologi Jadi Andalan

Ketua Program Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini, menegaskan bahwa penanganan kesehatan mental harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari promotif hingga rehabilitatif. UB juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat sistem penanganan krisis, termasuk dukungan tenaga ahli dan layanan darurat.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis. Direktur Teknologi Informasi UB, Dr. Raden Arief Setyawan, menyebut kampus telah mengembangkan sistem pemantauan melalui platform seperti SIAM dan SIADO.

“Bahkan, teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai dimanfaatkan untuk menganalisis data mahasiswa. AI digunakan untuk merangkum survei dan dikombinasikan dengan penilaian dosen untuk analisis lebih lanjut,” jelasnya.

Bangun Ekosistem Mental Tangguh

“Melalui langkah ini, UB ingin membangun ekosistem kesehatan mental yang lebih kuat dan terintegrasi. Tujuannya, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dalam menghadapi tekanan hidup. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa isu kesehatan mental kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata, melainkan harus ditangani secara serius, sistematis, dan berkelanjutan,” tukas Widodo.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *