google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TKA Gantikan Ujian Nasional: Siswa SD hingga SMA Bersiap!

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Mulai tahun 2025, sistem evaluasi akademik di Indonesia akan mengalami perubahan besar. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menggantikan Ujian Nasional (UN) dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

TKA ini akan menjadi tolok ukur baru bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menilai capaian akademik mereka. Tes ini akan dimulai pada November 2025 untuk tingkat SMA, sementara untuk SD dan SMP akan digelar pada Februari 2026.

TKA: Wajib atau Pilihan?

Meski menjadi sistem penilaian baru, TKA tidak bersifat wajib bagi seluruh siswa. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan siswa memiliki kebebasan untuk mengikuti atau tidak mengikuti ujian ini. Namun, hasil dari TKA akan sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin mendaftar ke jenjang pendidikan lebih tinggi melalui jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“TKA itu tidak harus diikuti oleh semua siswa. Tapi kalau mereka tidak ikut, mereka tidak memiliki nilai individual yang bisa digunakan dalam seleksi jalur prestasi,” jelas Mu’ti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Mata Pelajaran yang Diujikan dalam TKA

TKA akan mengujikan sejumlah mata pelajaran yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menjelaskan bahwa untuk siswa SD dan SMP, ujian hanya mencakup dua mata pelajaran inti, yaitu:

– Bahasa Indonesia

– Matematika

– Dua mata pelajaran pilihan

Sedangkan untuk siswa SMA, ujian akan mencakup lebih banyak mata pelajaran, yaitu:

– Bahasa Indonesia

– Bahasa Inggris

– Matematika

– Dua mata pelajaran pilihan

“Untuk SMA, ada lima mata pelajaran yang akan diuji, yaitu tiga mata pelajaran inti ditambah dua mata pelajaran pilihan,” tutur Toni.

Manfaat TKA bagi Masa Depan Siswa

Mu’ti berharap TKA dapat menjadi sistem evaluasi yang lebih adil dan fleksibel dibandingkan Ujian Nasional. Dengan sistem ini, siswa dapat memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bidang keahlian mereka.

“Selain itu, hasil TKA bisa menjadi nilai tambah dalam proses seleksi masuk sekolah atau universitas favorit melalui jalur prestasi. Siswa yang memiliki skor tinggi di mata pelajaran tertentu dapat lebih mudah diterima di sekolah atau universitas yang sesuai dengan bidang keahliannya,” jelas Mu’ti.

TKA bukan sekadar pengganti Ujian Nasional, tetapi juga sistem evaluasi yang lebih fleksibel dan adaptif bagi siswa di berbagai jenjang pendidikan.

“Meski bersifat opsional, mengikuti TKA bisa memberikan keuntungan besar, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi melalui jalur prestasi. Dengan persiapan yang matang, siswa di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan TKA sebagai kesempatan untuk menunjukkan potensi akademik mereka,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *