Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Tragedi Terseret Ombak di Pantai Drini, Tiga Siswa Tewas

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Gunungkidul, iKoneksi.com – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Pantai Drini, Gunungkidul, pada Selasa pagi (28/1/2025), ketika rombongan siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak besar. Tiga siswa dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut, sementara satu siswa lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban tewas yang identitasnya sudah terungkap adalah Alfian Aditya Pratama, Malfen Yusuf Adhi Dilaga, dan Baihaki F. Ketiganya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah terseret ombak saat sedang menikmati aktivitas di pantai tersebut. Selain mereka, Rifki Yoeda Pratama, satu siswa lainnya, hingga saat ini masih belum ditemukan dan sedang dalam upaya pencarian oleh tim SAR.

Insiden ini bermula ketika rombongan yang berjumlah 261 siswa dan 16 pendamping dari SMPN 7 Mojokerto mengunjungi Pantai Drini untuk kegiatan outing class. Namun, dalam perjalanan tersebut, sekitar 13 siswa yang berada di pantai mengalami musibah terseret ombak. Sejumlah korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

RSUD Saptosari Gunungkidul menjadi tempat bagi beberapa korban yang mendapatkan perawatan intensif. Beberapa siswa yang sempat dirawat di rumah sakit itu diizinkan pulang, termasuk Firnanda Rahmadani, Bintang Kenzi Petra Agustino, Revan Bagas, M Zaki Alnoah, dan Raditya Rangga. Mereka dinyatakan dalam kondisi stabil dan telah diperbolehkan untuk kembali ke rumah. Sementara itu, dua korban yang mengalami luka lebih serius, yakni Arizona Reza Ahmad Muzaki, dirujuk ke RSUP Sardjito Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Proses pencarian korban yang masih hilang, yakni Rifki Yoeda Pratama, dihentikan sementara pada siang hari karena kondisi arus yang sangat kuat dan air pasang yang mempersulit upaya penyelamatan. Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, menjelaskan bahwa upaya pencarian terus dilakukan, meskipun kendala alam menghambat tim SAR.

“Arus cukup kuat dan kondisi air pasang menyulitkan proses pencarian. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan satu korban yang masih hilang,” ujar Surisdiyanto di Pantai Drini, Selasa (28/1/2025).

Kepala SMPN 7 Mojokerto dan pihak sekolah sangat terkejut dengan peristiwa ini, terlebih karena kegiatan outing class yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman baru bagi siswa justru berakhir dengan tragedi yang memilukan. Pihak sekolah bersama keluarga korban tengah berduka cita dan berusaha mencari langkah terbaik untuk keluarga yang ditinggalkan. Peristiwa ini menyisakan banyak pertanyaan mengenai keselamatan saat berwisata di pantai, terlebih bagi rombongan siswa yang jumlahnya cukup besar. Pemerintah daerah setempat dan instansi terkait diharapkan segera meninjau dan memperketat pengawasan di lokasi-lokasi wisata yang berpotensi berbahaya, untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *