Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Usai Konfercab, Ketua DPRD Kota Malang Harap PA GMNI Kota Malang Tetap Kritis

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani menanggapi selesainya Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kota Malang dengan harapan besar. Ia menilai GMNI sebagai organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis untuk tetap berada di jalurnya sebagai sumber gagasan dan penyeimbang pemikiran bagi pemerintah.

Menurut Amithya, GMNI dikenal sebagai organisasi yang kaya tradisi intelektual dan konsisten melahirkan pemikiran kritis. Karena itu, ia berharap PA GMNI mampu menjaga peran tersebut dengan terus menghadirkan ide-ide segar yang relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

“GMNI itu salah satu organisasi kepemudaan yang luar biasa. Saya berharap tetap pada jalurnya, menjadi sumber ide dan konsep-konsep segar tentang bagaimana pemerintah berjalan dan merespons isu-isu yang ada di masyarakat,” tutur Amithya kepada iKoneksi.com, Ahad (25/1/2026).

Ia menekankan, kekuatan utama organisasi kepemudaan terletak pada energi anak muda, keluasan perspektif, serta ruang waktu yang panjang untuk belajar dan menganalisis persoalan secara mendalam. Modal ini, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal oleh PA GMNI.

Energi Muda dan Perspektif Luas

Amithya menilai generasi muda tidak seharusnya terjebak pada sekat-sekat pragmatis yang justru membatasi daya kritis. Dengan pemikiran yang bebas dan perspektif yang luas, organisasi kepemudaan dapat melihat persoalan publik secara lebih objektif dan menyeluruh.

“Dengan energi yang muda, pemikiran yang luas, dan kesempatan belajar yang panjang, generasi muda seharusnya bisa melihat sesuatu dari perspektif yang lebar, tidak terbatasi oleh hal-hal tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam konteks pembangunan daerah, pemerintah membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan administratif.

“Masukan berbasis gagasan dan konsep menjadi penting untuk memastikan arah pembangunan tetap berpihak pada kepentingan publik,” sebutnya.

OKP sebagai Penyeimbang

Ketua DPRD Kota Malang itu juga menegaskan peran organisasi kepemudaan, termasuk PA GMNI, sebagai penyeimbang dalam dinamika pemerintahan dan demokrasi lokal. Keberadaan OKP dinilai krusial untuk menjaga agar kebijakan publik tetap berada dalam koridor kepentingan rakyat.

“Saya berharap GMNI bisa menjadi penyeimbang, sekaligus konceptor yang baik di dalam organisasi PA GMNI. Pemerintah saat ini butuh ide-ide segar dari generasi muda untuk memperbaiki berbagai hal yang berjalan,” terang ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang itu.

Menurut Amithya, kolaborasi antara pemerintah dan kelompok intelektual muda akan memperkaya proses pengambilan kebijakan. Namun, ia mengingatkan, peran kritis harus tetap dijaga agar fungsi kontrol sosial tidak hilang.

Ikatan Historis dengan GMNI

Dalam pernyataannya, Amithya juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan GMNI. Ia menyebut memiliki latar belakang keluarga yang kuat dengan organisasi tersebut, karena ayah dan ibunya merupakan kader GMNI.

“Saya sebagai salah satu orang yang memiliki latar belakang keluarga GMNI, tentunya berharap PA GMNI bisa menjadi sumber ide untuk kemajuan pemerintahan di Kota Malang,” seru Amithya.

Ia berharap, pasca-Konfercab, PA GMNI Kota Malang dapat semakin solid dan produktif, serta konsisten menghadirkan pemikiran yang konstruktif bagi pembangunan kota dan penguatan demokrasi lokal.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *