Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Yasonna Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Desa Perbatasan

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Deli Serdang, iKoneksi.com — Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kembali digelar oleh Anggota MPR RI Yasonna H. Laoly, kali ini di Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancur Baru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Kamis, (31/7/2025). Acara tersebut dihadiri ratusan warga desa dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Medan (Unimed). Dengan menggandeng pemerintah desa, kegiatan berlangsung meriah sekaligus penuh makna.

Desa Durin Tonggal yang berbatasan langsung dengan Kota Medan dikenal memiliki karakter sosial yang majemuk. Lokasinya yang dekat dengan ibu kota provinsi membuatnya menjadi tempat favorit pendatang untuk bermukim. Masyarakat yang tinggal di desa ini pun berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya, dengan dominasi masyarakat Karo.

Dalam forum sosialisasi tersebut, Anggota MPR RI Yasonna H. Laoly menekankan pentingnya empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Penerimaan Hangat Warga Desa Durin Tonggal

Sosok Yasonna bukanlah nama asing bagi warga Durin Tonggal. Dalam sambutan hangatnya, Susiana Br Ginting salah seorang warga Dusun I Desa Durin Tonggal menyampaikan Yasonna dianggap sebagai bagian dari masyarakat desa, bahkan dijuluki “Anak Kuta” yang dalam bahasa Karo berarti “anak kampung”.

“Walaupun kami mayoritas orang Karo, tapi di desa ini, bapak Yasonna menang mutlak. Banyak pembangunan yang kami rasakan berkat dukungan beliau. Akses jalan, layanan kesehatan, dan pendidikan semakin baik dan memudahkan kehidupan kami,” katanya disambut tepuk tangan warga.

Menjawab Tantangan Zaman Digital

Menanggapi pertanyaan dari salah seorang mahasiswa KKN Unimed, Saidah Latifa terkait relevansi literasi digital dalam memperkuat rasa nasionalisme, Yasonna menyampaikan adaptasi nilai-nilai kebangsaan terhadap perkembangan teknologi adalah sebuah keharusan.

“Saya selalu sampaikan dalam rapat dengan BPIP bahwa Pancasila harus dikemas dalam format digital agar mampu menjangkau generasi muda. Sekarang, hampir seluruh kehidupan sosial anak muda berlangsung di internet. Maka, kita juga harus masuk ke sana dengan konten yang menguatkan jati diri bangsa,” tutur Yasonna.

Namun, Yasonna juga memberikan peringatan serius. Menurutnya, tanpa literasi digital yang kuat, generasi muda bisa menjadi korban arus globalisasi yang mengikis identitas nasional.

“Kalau kemajuan teknologi tidak dijalankan secara bijak, maka bukan hanya kepribadian nasional yang terdegradasi, tapi kedaulatan negara juga bisa terancam. Kita harus waspada,” tegasnya.

Penutupan yang Penuh Keakraban

Suasana hangat dan penuh semangat terasa hingga akhir acara. Di tengah permintaan warga, Yasonna pun berkenan menyumbangkan suara emasnya dengan membawakan sebuah lagu. Para peserta pun ikut bernyanyi dan menari, menandai penutupan kegiatan dengan suka cita.

“Ijinkan saya pamit, tapi biarkan musik terus mengalun dan kalian tetap menari,” ucap Yasonna sambil tersenyum.

Kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar rutinitas politik, tetapi menjadi ruang nyata untuk mempererat ikatan antara rakyat dan wakilnya di parlemen. Dengan pendekatan yang hangat dan membumi, Yasonna kembali menunjukkan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap relevan dan bisa disampaikan secara menyenangkan.

“Dengan membawa semangat kebangsaan ke desa-desa, khususnya yang berbatasan dengan kota besar, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa empat pilar bangsa terus hidup di tengah masyarakat,” tukas Yasonna. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *