google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

22 Sekolah di Kota Malang Siap Direhab, Rampung Dua Bulan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com —
Langkah serius Pemerintah Kota Malang dalam meningkatkan kualitas pendidikan kembali diwujudkan melalui program renovasi 22 sekolah di berbagai wilayah. Program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan di penghujung tahun 2025, dengan total anggaran sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Renovasi ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memastikan bahwa seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan telah melalui evaluasi teknis yang matang berdasarkan kondisi di lapangan.

Hasil Evaluasi Lapangan Jadi Dasar Perencanaan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menegaskan pelaksanaan program renovasi ini bukan keputusan sepihak, melainkan hasil dari kajian mendalam terhadap kondisi fisik bangunan sekolah yang tersebar di seluruh wilayah kota.

“Kami rencanakan seperti itu berdasarkan hasil kajian di lapangan,” kata Suwarjana kepada iKoneksi.com, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, saat ini tim Disdikbud tengah mematangkan rencana teknis pelaksanaan agar proses renovasi bisa berjalan tepat waktu dan sesuai standar konstruksi pendidikan. Program ini ditargetkan mulai dikerjakan pada November 2025 dan selesai dalam waktu dua bulan.

“Kami berharap dua bulan sudah selesai. Target ini realistis karena sebagian besar hanya rehabilitasi, bukan pembangunan baru,” tegasnya.

Rehab Bukan Pembangunan Baru

Penegasan itu turut disampaikan oleh Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikbud Kota Malang, Muflikh Admin, yang menjelaskan proyek ini bersifat rehabilitasi, bukan pembangunan dari nol.

“Rehab waktunya tidak lama dibandingkan bangun yang baru,” jelasnya.

Muflikh menuturkan, perbaikan meliputi gedung dengan kategori rusak ringan hingga berat, mulai dari perbaikan atap, plafon, lantai, jendela, hingga pengecatan dan peningkatan sanitasi. Karena setiap sekolah memiliki tingkat kerusakan yang berbeda, maka alokasi dana renovasi pun disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing lokasi.

“Kami meninjau langsung lokasi dan menghitung kebutuhannya. Hasilnya dijadikan patokan pelaksanaan dan pengawasan agar penggunaan dana tepat sasaran,” ujarnya.

22 Sekolah Prioritas, Termasuk SDN Tlogomas dan SMPN 13

Suwarjana merincikan dari total 22 sekolah yang masuk dalam daftar prioritas, beberapa di antaranya sudah dikonfirmasi akan segera mendapatkan renovasi, antara lain:

  • SDN Tunjungsekar 2
  • SDN Mojolangu 2
  • SDN Tlogomas 2
  • SMPN 13 Kota Malang
  • SDN Ciptomulyo 2
  • TK Negeri Pembina

“Selain sekolah-sekolah tersebut, beberapa lembaga pendidikan lain juga akan mendapatkan sentuhan perbaikan fasilitas yang difokuskan pada aspek keamanan dan kenyamanan ruang belajar. Pemerintah berharap, fasilitas yang lebih layak ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan mendukung kualitas pendidikan di Kota Malang,” terangnya.

Anggaran Murni dari APBD, Tanpa CSR

Suwarjana menambahkan, hingga saat ini seluruh pembiayaan renovasi masih mengandalkan dana APBD Kota Malang. Belum ada dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta yang dialokasikan untuk sektor rehabilitasi gedung sekolah.

Meski begitu, pihaknya tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen dalam mendukung kemajuan pendidikan di kota ini.

“Kami tentu terbuka jika ada pihak swasta yang ingin berkontribusi, tapi untuk saat ini kami jalankan dulu dengan dana APBD,” serunya.

Dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan

Renovasi 22 sekolah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kota Malang. Pemerintah bertekad agar tidak ada lagi sekolah yang mengalami kendala belajar karena kondisi bangunan yang tidak layak atau berisiko bagi keselamatan siswa.

Selain fokus pada infrastruktur, Disdikbud juga tengah menyiapkan program peningkatan kualitas guru dan sarana digitalisasi sekolah agar Kota Malang semakin siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

“Renovasi ini bukan hanya memperbaiki bangunan, tapi juga memperkuat semangat belajar anak-anak Malang. Sekolah yang layak adalah pondasi bagi lahirnya generasi unggul,” lugas Suwarjana.

“Dengan target penyelesaian akhir tahun ini, publik menaruh harapan besar bahwa wajah pendidikan Kota Malang akan semakin segar. Langkah cepat dan terukur ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana komitmen pemerintah terhadap masa depan anak bangsa diwujudkan dalam bentuk kerja nyata,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *