google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

3 SD Di Giripurno Terima PIP, Basarah Pertegas Komitmen

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Upaya menekan angka putus sekolah kembali diperkuat di Malang Raya melalui penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 3 SD di Giripurno, Senin (17/11/2025). Program ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan SDM unggul dan kompetitif di era digital, terutama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Penyaluran dilaksanakan oleh anggota Komisi XIII DPR RI Dapil Malang Raya sekaligus Ketua Fraksi PDIP MPR RI, Dr. Ahmad Basarah, bekerja sama dengan anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Saifuddin Zuhri.

Meski diguyur hujan sejak pagi, halaman SD Giripurno tetap penuh sesak oleh para orang tua dan wali murid yang menanti giliran penerimaan bantuan pendidikan tersebut. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Saifuddin Zuhri, yang menegaskan bahwa seluruh manfaat PIP hari itu merupakan buah perjuangan politik Ahmad Basarah di tingkat pusat.

“Program PIP yang disalurkan hari ini ada karena perjuangan Pak Ahmad Basarah. Meskipun beliau tidak berada di Komisi X yang membidangi Kemendikdasmen, namun karena kedekatan beliau dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muth’i, maka beliau meminta agar program PIP dan KIP untuk Malang Raya tetap dilanjutkan. Dan itu disetujui,” ujar Saifuddin.

Menurutnya, Basarah memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap pendidikan nasional. Di tengah kesibukan sebagai pimpinan fraksi di MPR RI dan anggota Komisi XIII DPR RI, Basarah tetap memastikan akses pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu tidak terputus.

“Saya melihat langsung bagaimana beliau memperjuangkan agar anak-anak Giripurno, dan Malang Raya pada umumnya, tidak berhenti sekolah hanya karena kekurangan biaya,” sebut Saifuddin.

Program PIP yang disalurkan di Giripurno hari itu dinilai sangat strategis karena wilayah lereng Arjuna tersebut mengalami tantangan ekonomi yang cukup besar. Banyak keluarga menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan pekerjaan informal, sehingga beban biaya pendidikan kerap menjadi hambatan bagi anak-anak untuk melanjutkan sekolah.

“PIP diharapkan dapat memotong mata rantai masalah tersebut. Dengan bantuan dana pendidikan, siswa memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan studi dasar dan melanjutkan ke jenjang berikutnya,” tutur Saifuddin.

Penyaluran PIP dalam skala besar itu juga menjadi bukti kesinambungan program meski Basarah kini berada di Komisi XIII yang tidak lagi bermitra langsung dengan sektor pendidikan. Ia menjelaskan sebelumnya selama periode 2019–2024, ketika masih duduk di Komisi X, ia telah menyalurkan puluhan ribu bantuan PIP dan KIP untuk Malang Raya. Hubungan baik dengan Mendikdasmen saat ini menjadi kunci agar program tersebut tetap berjalan.

Saifuddin juga menyoroti bahwa persoalan putus sekolah tidak boleh dianggap sepele, terutama di era digital. Menurutnya, tanpa pendidikan yang memadai, anak-anak Indonesia akan tertinggal jauh dari negara lain dalam persaingan global.

“Di era digital, anak-anak harus dibekali kemampuan literasi, logika, teknologi, dan kreativitas. Semua itu dimulai dari pendidikan dasar yang kuat. Jangan sampai anak Indonesia kalah bersaing hanya karena tidak bisa sekolah,” tegas Saifuddin.

Ia berharap program seperti PIP dan KIP dapat terus diperluas agar tidak hanya menurunkan angka putus sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat.

“Investasi terbesar bangsa ini adalah pendidikan. Selama saya masih diberikan mandat rakyat, saya akan terus memperjuangkan agar tidak ada anak Malang Raya yang kalah hanya karena miskin,” serunya.

Warga Giripurno menyambut gembira bantuan tersebut. Para orang tua mengaku terbantu karena dana PIP dapat digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, transportasi, hingga kebutuhan belajar di rumah. Tidak sedikit yang merasa program ini menjadi penyelamat agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah.

Dengan penyaluran PIP di 3 SD hari itu, Giripurno kembali menunjukkan komitmennya sebagai desa yang menaruh perhatian besar pada pendidikan. Dukungan dari Basarah dan Saifuddin juga memperkuat optimisme bahwa generasi muda Giripurno dapat tumbuh menjadi SDM unggul, adaptif, dan siap bersaing di era digital.

“Program ini sekaligus menguatkan pesan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak, dan negara harus hadir untuk memastikan tidak satu pun dari mereka tertinggal,” tutup Saifuddin.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *