google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

400 Model Cilik Warnai Panggung Malang Fashion Runway 2025

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Panggung mode tidak hanya milik orang dewasa. Hal itu dibuktikan dalam gelaran hari kedua Malang Fashion Runway (MFR) 2025 yang digelar di Malang Town Square (Matos), Minggu (12/7/2025). Dengan penuh percaya diri, lebih dari 400 model anak-anak memeriahkan sesi Kids Fashion Runway yang menjadi sorotan utama tahun ini.

Mengusung tema besar “Moda Versa” atau Gaya Tanpa Batas, perhelatan MFR tahun ini mengangkat keberagaman dalam dunia fesyen mulai dari usia, latar belakang, hingga gaya. Tema ini menjadi dasar kuat penyelenggaraan MFR ke-6 yang terbukti semakin inklusif dan membuka ruang lebih besar bagi desainer muda dan pendatang baru, terutama dalam kategori fesyen anak-anak.

Tiga Sesi, Ratusan Model Cilik Unjuk Bakat

Antusiasme luar biasa terasa sejak siang hari. Sesi Kids Fashion Runway digelar dalam tiga waktu berbeda, yakni pukul 13.00, 14.30, dan 16.00 WIB. Setiap sesi menyuguhkan ragam koleksi busana penuh warna, eksploratif, dan tentu saja menggemaskan. Para model cilik ini tampil bak profesional berlenggak-lenggok penuh percaya diri di atas catwalk, mempersembahkan karya-karya dari para desainer muda yang baru menapaki panggung industri mode.

Tampilnya para model cilik bukan hanya mencuri perhatian pengunjung, tetapi juga memperkuat pesan bahwa fesyen adalah ruang ekspresi bagi semua, tanpa batasan usia.

56 Desainer Tampilkan Koleksi Terbaik

Total terdapat 56 desainer dari Malang, berbagai kota di Jawa Timur, serta sejumlah daerah lain di Indonesia yang turut memamerkan karya mereka di MFR 2025. Dua nama istimewa yang turut menyita perhatian adalah Whulyan Attire by Ayu Wulan dari Surabaya dan Eko Purwanto Indonesia dari Jember, keduanya dikenal luas di tingkat nasional.

“Tahun ini perhatian kami juga tertuju pada karya para desainer busana anak dan remaja. Slot ini menunjukkan peningkatan peminat yang sangat signifikan, sebuah pertanda bahwa industri fesyen anak tengah tumbuh dengan cepat, baik dari sisi kreativitas maupun potensi bisnisnya,” ungkap Direktur Malang Town Square, Fifi Trisjanti.

Moda Versa: Pluralitas Gaya dalam Satu Panggung

Tema “Moda Versa” yang diangkat dalam MFR 2025 bukan sekadar slogan. Ia menjadi penegasan bahwa dunia fesyen Indonesia tidak bisa dikotakkan dalam satu gaya saja. “Versa” menjadi representasi keberagaman dalam bentuk paling autentik gaya, usia, gender, hingga budaya.

“MFR tahun ini juga menjadi bukti panggung mode bisa dinikmati dan diikuti oleh siapa saja. Keikutsertaan ratusan model anak-anak membuktikan bahwa generasi muda sudah mulai mengambil peran di industri kreatif sejak dini,” jelas Fifi.

Komitmen Matos Dukung Industri Fesyen Lokal

Sebagai tuan rumah, Malang Town Square kembali menegaskan komitmennya terhadap dunia kreatif. Fifi menyampaikan ajang ini adalah ruang kolaborasi bagi pelaku mode, desainer lokal, UMKM tekstil, dan komunitas kreatif. Tujuannya jelas membuka panggung lebih besar, lebih inklusif, dan lebih kompetitif di dunia fesyen tanah air.

“Malang Fashion Runway merupakan salah satu bentuk komitmen Matos mendukung industri kreatif, khususnya fesyen, dan memberikan wadah kolaborasi serta promosi yang kuat,” tegas Fifi.

Ditutup dengan Wastra Nusantara

MFR 2025 ditutup Minggu malam dengan parade busana bertema Wastra Nusantara. Dengan menampilkan kekayaan kain tradisional dari seluruh penjuru Indonesia, penutupan ini menjadi penegas bahwa kekayaan budaya lokal tak pernah habis untuk dieksplorasi.

“Gelaran ini sukses mempertemukan kreativitas anak bangsa lintas usia dan latar belakang. Dan siapa sangka, panggung paling menggemaskan tahun ini justru datang dari para model kecil yang percaya diri melangkah membawa masa depan dunia mode Indonesia,” tukas Fifi. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *