google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

45 Ton Benih Jagung Dikirim ke Wilayah Papatar

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Humbahas, iKoneksi.com — Komitmen Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam mendukung program swasembada pangan nasional kembali diwujudkan secara nyata. Kali ini, sebanyak 45 ton benih jagung jenis Pioner 89 disalurkan kepada para petani di wilayah Papatar, yakni Kecamatan Pakkat, Parlilitan, dan Tarabintang di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Langkah ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Bantuan Langsung ke Poktan, Wujud Dukungan Nyata Pemerintah

Penyaluran bantuan benih jagung ini langsung ditujukan kepada para petani yang tergabung dalam 56 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di tiga kecamatan tersebut. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Humbahas, Junter Marbun, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Yonepta Habeahan, menyampaikan bantuan ini merupakan hasil usulan dari tahun 2024 dan telah terealisasi melalui anggaran APBN Tahun Anggaran 2025.

“Benih yang kita salurkan ini berasal dari Kementerian Pertanian, dan langsung kita distribusikan ke Poktan sesuai dengan pengajuan masing-masing,” tutur Yonepta kepada iKoneksi.com di kantornya, Jumat (23/5/2025).

Menurutnya, jagung jenis Pioner 89 dipilih karena daya adaptasinya yang tinggi terhadap berbagai kondisi tanah dan iklim, serta memiliki hasil produksi yang cukup signifikan.

“Penyaluran ini bukan hanya bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga dorongan untuk mempercepat realisasi ketahanan pangan di tingkat lokal,” ucap Yonepta.

Penyesuaian Volume Berdasarkan CPCL

Yonepta menjelaskan jumlah benih jagung yang diterima masing-masing Poktan tidak seragam. Hal ini disesuaikan dengan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Kita melakukan penyesuaian berdasarkan data dan kebutuhan masing-masing kelompok. Jadi, bantuan ini memang dirancang sesuai realitas lapangan, bukan disamaratakan,” katanya.

Menurut Yonepta langkah penyesuaian ini bertujuan agar tidak terjadi penumpukan atau kekurangan benih di satu wilayah.

“Selain itu, pendekatan ini mendorong akuntabilitas dan transparansi dalam proses distribusi bantuan pertanian yang selama ini menjadi perhatian masyarakat,” jelas Yonepta.

Tanam di 3.000 Hektare Lahan: Dari Dataran Rendah hingga Tinggi

Lebih lanjut, benih jagung yang disalurkan ini akan ditanam di lahan seluas sekitar 3.000 hektare yang tersebar di wilayah dataran rendah Humbahas, terutama pada ketinggian antara 500 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Namun demikian, Yonepta menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan potensi dataran tinggi. Semua wilayah akan mendapat perhatian sesuai topografi dan potensi komoditas lokal.

“Peningkatan produktivitas di Humbahas tetap kita lakukan secara menyeluruh dan merata. Tidak ada diskriminasi wilayah, karena semua punya potensi. Secara bertahap, bantuan serupa akan terus kita berikan sesuai karakteristik masing-masing lokasi,” tegasnya.

Langkah ini ditegaskan Yonepta mencerminkan pendekatan pertanian berbasis wilayah dan komoditas yang mempertimbangkan kondisi geografis sebagai faktor utama dalam penyusunan kebijakan pertanian lokal.

Mendorong Ekonomi Petani dan Swasembada Pangan

Harapan besar turut menyertai distribusi bantuan benih jagung ini. Selain meningkatkan hasil pertanian, program ini diharapkan mampu mengangkat taraf hidup petani di wilayah Humbahas. Dengan peningkatan produktivitas jagung, petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih banyak, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka.

“Kalau hasil jagung meningkat, tentu saja pendapatan petani juga akan naik. Ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Lebih jauh, ini bagian dari upaya kita mendukung Indonesia yang mandiri dalam hal pangan,” sebut Yonepta.

Ia juga menambahkan ke depan, bantuan ini bukan hanya akan berhenti pada benih. Pihaknya akan terus memperjuangkan tambahan dukungan seperti pupuk, pestisida ramah lingkungan, pelatihan budidaya, dan akses pasar bagi petani Humbahas agar hasil yang diperoleh benar-benar maksimal dan berkelanjutan.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Keberhasilan program ini juga diungkapkan Yonepta tak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Peran aktif Kementerian Pertanian dalam menyediakan benih berkualitas melalui APBN menjadi bagian penting dari strategi pembangunan pertanian nasional. Di sisi lain, respons cepat dan akurat dari Dinas Pertanian Humbahas menjadi penentu efektivitas program di tingkat akar rumput.

“Distribusi yang langsung menyasar kelompok tani menunjukkan bahwa mekanisme program ini mengedepankan efisiensi dan tepat sasaran. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan pemerintah, terutama dalam bidang pertanian yang menyangkut hajat hidup banyak orang,” terang Yonepta.

Optimisme Menyongsong Masa Tanam

Dengan distribusi benih yang sudah dilakukan, petani di wilayah Papatar kini bersiap menyongsong masa tanam yang baru. Semangat dan optimisme tampak dari para petani yang merasa didukung oleh pemerintah dalam menghadapi musim tanam tahun ini.

“Program ini juga memberi harapan baru pertanian bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah jika dikelola dengan baik, terencana, dan didukung oleh kebijakan yang berpihak pada petani kecil. Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk petani. Kami merasa diperhatikan dan didukung penuh. Semoga hasil panen tahun ini lebih baik dari sebelumnya,” ungkap salah satu anggota Poktan di Kecamatan Parlilitan.

Jalan Panjang Menuju Kedaulatan Pangan

Yonepta mengungkapkan langkah distribusi 45 ton benih jagung ke wilayah Papatar hanyalah satu dari sekian banyak upaya menuju swasembada pangan nasional. Namun, langkah ini mengandung makna strategis yang besar: bahwa kemandirian bangsa dimulai dari desa, dari ladang-ladang yang dikerjakan oleh tangan-tangan petani.

“Dengan komitmen yang terus dijaga, serta dukungan berkelanjutan dari semua pihak, bukan tidak mungkin Humbahas bisa menjadi salah satu contoh keberhasilan daerah dalam membangun sektor pertanian yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Dan dari benih yang kini ditanam, semoga tumbuh harapan baru bagi kesejahteraan rakyat dan kemandirian pangan negeri ini,” tutup Yonepta. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *