Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Hukum Humanis: Pesan Kejari Batu di Ajang Mocopat Idol

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Suasana berbeda tampak di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu pada Sabtu (30/8/2025). Tidak seperti biasanya yang identik dengan kesibukan penegakan hukum, kali ini halaman kejaksaan dipenuhi alunan tembang tradisional Jawa. Sebanyak 70 siswa SD dan MI se-Kota Batu tampil penuh percaya diri dalam ajang Mocopat Idol 5, sebuah lomba yang digagas Kejari Batu untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 sekaligus HUT RI ke-80.

Mocopat dan Nilai Kemanusiaan dalam Hukum

Kepala Kejari Batu, Dr. Ady Sasongko, SH., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba seni. Mocopat, menurutnya, memiliki filosofi yang erat kaitannya dengan tugas mulia kejaksaan.

“Mocopat bukan sekadar tembang, tetapi cermin perjalanan hidup manusia dari lahir, tumbuh dewasa, hingga kembali ke alam baka. Sama halnya dengan kejaksaan yang dalam usia ke-80 ini terus berproses. Hukum tidak boleh kering dari nilai kemanusiaan. Ia harus menyatu dengan budaya, adat, dan kearifan lokal,” tegas Ady.

Ia menambahkan, peringatan Hari Kejaksaan kali ini diharapkan dapat menjadi momentum menghadirkan wajah hukum yang lebih humanis, membumi, dan dekat dengan masyarakat.

Dukungan dari Budayawan dan Seniman

Kejari Batu juga memberikan apresiasi kepada para seniman dan budayawan yang selama ini konsisten melestarikan tradisi mocopat. Menurut Ady, keberadaan mereka adalah pengingat penting bahwa hukum tidak boleh berjalan terpisah dari denyut budaya masyarakat.

“Mari jadikan peringatan Hari Kejaksaan sebagai langkah untuk semakin dekat dengan masyarakat. Hukum adalah pelindung, bukan menakutkan. Kejaksaan harus tampil dengan wajah humanis dan berbudaya,” jelasnya.

Peserta dan Tembang Wajib

Ajang Mocopat Idol 5 ini diikuti 70 peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Kota Batu. Mereka diwajibkan membawakan tembang Pucung Malangan sebagai materi utama, serta diberi pilihan tembang Mijil dan Kinanti untuk menambah variasi penampilan.

Setiap peserta tampil dengan busana khas Jawa, menghadirkan suasana yang kental akan nuansa budaya. Sorak sorai para orang tua dan undangan semakin menambah semarak lomba.

Kehadiran Pejabat dan Dukungan Lintas Sektor

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting Kota Batu, mulai dari Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Ketua DPRD Didik Subianto, Sekda Zadim Effisiensi, Kadisdik Chori, Kadisparta Ony Ardianto, Camat Sasongko, hingga jajaran Forkompinda. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal.

Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Kejari Batu yang secara konsisten menyelenggarakan lomba ini. Menurutnya, langkah kejaksaan merupakan bukti komitmen dalam mengembangkan seni dan budaya lokal sekaligus memperkuat karakter Kota Batu.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Tahun depan, Mocopat Idol harus lebih besar lagi dan menjadi gerakan bersama untuk terus menghidupkan budaya, sekaligus meneguhkan Batu sebagai kota berkarakter,” kata Nurochman yang disambut tepuk tangan meriah.

Hukum dan Budaya Bisa Berjalan Bersama

Menurut Nurochman melalui kegiatan ini, Kejari Batu ingin menyampaikan pesan kuat bahwa hukum dan budaya bisa berjalan beriringan. Penegakan hukum, dalam pandangan Kejari Batu, tidak boleh berhenti pada aturan kaku semata. Ia harus berpijak pada nilai kemanusiaan, kearifan lokal, dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Dengan menggelar lomba mocopat di tengah momentum peringatan hari besar, Kejari Batu menunjukkan wajah lain lembaga hukum: lembaga yang hadir bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga untuk merawat kebudayaan dan menjembatani kedekatan dengan masyarakat.

“Peringatan Hari Kejaksaan kali ini pun meninggalkan kesan berbeda. Di tengah gempuran modernisasi, suara tembang mocopat yang menggema dari halaman Kejari Batu menjadi pengingat bahwa hukum yang kokoh adalah hukum yang berdiri di atas fondasi nilai, budaya, dan hati nurani,” pungkas Nurochman. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *