google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Talkshow Grand Launching Buku, dr Syifa Edukasi Tips Sehat Berpuasa 

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi – Mitos seputar puasa yang kerap beredar di masyarakat, mulai dari anggapan orang sakit tidak boleh berpuasa hingga larangan berolahraga saat Ramadan, dikupas tuntas dalam acara talkshow sekaligus grand launching buku karya Dr. dr. Syifa Mustika, SpPD-KGEH, FINASIM, Pada hari Kamis (6/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Dialogi Signature Restaurant Malang dan dihadiri Wali Kota Malang beserta jajaran, akademisi, tenaga kesehatan, serta tamu undangan.

Buku berjudul “Tips Terkini Sehat Berpuasa, Sehat Berlebaran” ini merupakan edisi revisi yang sebelumnya telah dibedah pada tahun lalu. Grand launching menandai penyempurnaan isi buku dengan pembahasan yang lebih luas dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Dalam paparannya, dr. Syifa menjelaskan bahwa buku tersebut disusun untuk menjawab kebingungan masyarakat terkait praktik puasa dari sudut pandang medis dan keagamaan. Ia menegaskan, puasa yang dijalani dengan cara yang benar justru membawa manfaat kesehatan.

“Buku ini membahas manfaat puasa secara medis dan spiritual, cara berpuasa yang tepat, hingga tips sahur, berbuka, dan berlebaran. Isinya kami susun agar mudah dipahami, termasuk untuk generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha,” kata dr. Syifa.

Ia menambahkan, salah satu pembaruan penting dalam buku edisi terbaru ini adalah pembagian tips berdasarkan kelompok populasi, mulai dari anak-anak, orang dewasa, lansia, hingga penderita penyakit tertentu seperti diabetes dan hipertensi. Selain itu, pembahasan mengenai waktu olahraga yang aman saat puasa juga turut dimasukkan.

“Banyak yang mengira kalau puasa tidak boleh olahraga atau pasti bikin lemas dan dehidrasi. Itu mitos. Di buku ini kami jelaskan kapan waktu yang tepat berolahraga dan bagaimana menyesuaikannya dengan kondisi tubuh,” jelasnya.

Talkshow berlangsung interaktif dengan sesi diskusi antara dr. Syifa dan dosen Sastra Universitas Negeri Malang. Dalam pandangannya, buku ini dinilai unik karena menggunakan bahasa sehari-hari yang ringan dan komunikatif.

“Yang menarik dari buku ini adalah penggunaan istilah ‘tips terkini’. Isinya disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan pembaca, terutama generasi muda. Puasa tidak hanya dibahas sebagai ritual Ramadan, tetapi juga sebagai praktik kesehatan yang bisa dilakukan siapa saja,” ujar dosen sastra UM tersebut.

Ia menilai buku ini memadukan pendekatan kesehatan modern dengan nilai-nilai keislaman, sekaligus mengajak pembaca menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kebiasaan hidup, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga istirahat. Ia juga menyarankan agar edisi berikutnya dilengkapi dengan visual seperti tabel menu makanan agar semakin mudah dipahami.

Acara ini juga dihadiri Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Menurutnya, buku karya dr. Syifa relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya generasi muda.

“Saya suka buku ini karena bahasanya ringan dan tidak sulit dipahami. Banyak persoalan yang sering dialami anak-anak muda sebelum dan saat puasa, mulai dari pola makan yang tidak sehat hingga gaya hidup. Semua itu dibahas tuntas di buku ini,” ujar Wahyu, Walikota Malang.

Ia menekankan bahwa meskipun buku ini bisa menjadi panduan praktis, masyarakat tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga medis jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

“Dengan membaca buku ini, harapannya puasa bisa dijalani dengan lancar dan tubuh tetap sehat. Tapi tentu, konsultasi dengan dokter tetap penting,” katanya.

Menutup sambutannya, Wahyu Hidayat menyampaikan pantun yang disambut hangat para tamu undangan.“Membeli duku ke Pasar Gadang, duku manis buahnya segar. Ayo baca buku ini sebelum puasa datang, agar ibadah lancar dan badannya pun bugar,” ucapnya.

Talkshow juga menghadirkan sesi testimoni dari pasien dr. Syifa. Salah satunya Bu Budi, pasien lansia berusia 91 tahun asal Pasuruan yang telah enam tahun menjalani perawatan akibat sakit lambung.

“Dulu sering kambuh. Tapi semenjak ditangani dr. Syifa, saya merasa lebih tenang dan sehat. Padahal awalnya sakit tapi ketika konsultasi langsung sembuh,” tuturnya dengan senyum bahagia.

Menanggapi hal tersebut, dr. Syifa menjelaskan bahwa kondisi lambung sangat berkaitan dengan faktor psikologis.

“Lambung itu sangat berhubungan dengan isi pikiran. Kalau stres dan pusing, biasanya lambung ikut terganggu. Karena itu, pengelolaan emosi juga penting,” ujarnya.

Testimoni kedua dari Elena, pasien dengan keluhan GERD yang telah mengalami sakit gerd selama dua tahun.

Ia mengatakan mendapatkan kesan positif sejak pertama kali berkonsultasi.

“Dokter Syifa sangat ramah dan komunikatif. Penjelasannya mudah dipahami orang awam,” katanya.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi panduan bagi masyarakat, baik yang memiliki riwayat penyakit maupun yang sehat.

Buku “Tips Terkini Sehat Berpuasa, Sehat Berlebaran” diterbitkan oleh Penerbit Maza dengan harga Rp85.000. Khusus pada acara launching, buku ini ditawarkan dengan diskon 40 persen menjadi Rp51.000. Ke depan, buku ini akan tersedia di berbagai platform e-commerce serta toko buku.

Melalui buku ini, dr. Syifa berharap masyarakat tidak lagi takut menjalani puasa dan tidak mudah terpengaruh hoaks seputar kesehatan.

“Harapannya, masyarakat paham bahwa puasa itu sehat jika dijalani dengan benar, dan rujukan informasinya bisa melalui buku ini,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *